Membongkar Struktur Ekonomi yang Timpang
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Keuangan yang baru dilantik mengumumkan serangkaian kebijakan ambisius, mulai dari target pertumbuhan ekonomi 8% hingga suntikan likuiditas Rp 200 triliun. Di tengah pelemahan daya beli dan tertekannya kelas menengah, kebijakan yang ditunggu-tunggu adalah kebijakan fiskal yang menyelesaikan persoalan struktural seperti sulitnya penciptaan lapangan kerja formal, ketimpangan yang mengakar dan lingkaran kemiskinan yang sulit diputus.
Ketimpangan masih menjadi akar masalah utama ekonomi Indonesia. Kelompok 10% teratas konsisten menguasai lebih dari 40% pendapatan, sementara penduduk 50% terbawah hanya memperoleh 13%-17% saja. Kemiskinan memang turun dari 8,57% menjadi 8,47% antara September 2024 hingga Maret 2025. Namun di balik penurunan angka ini, terdapat realitas yang jauh lebih kompleks. Jumlah orang miskin mencapai 23,85 juta orang. Yang mengkhawatirkan, kelompok rentan miskin mencapai 54 juta jiwa, serta calon kelas menengah sekitar 120 juta jiwa. Ini berarti sebagian besar penduduk Indonesia hidup dalam kerentanan ekonomi yang tinggi, satu guncangan saja bisa mendorong mereka ke jurang kemiskinan.
Baca Juga: Harga Jagung & Pakan Ayam Meroket! Peternak Tetap Untung?
