Berita Market

Memburu Saham Bali United

Kamis, 13 Juni 2019 | 07:44 WIB

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bali United akan menjadi klub sepakbola Indonesia pertama yang mencatatkan sahamnya di bursa efek. Klub yang bermarkas di Gianyar, Bali, ini akan resmi mencatatkan saham perdananya di BEI, Senin (17/6) depan, dengan menggunakan kode saham BOLA.

Pencatatan saham Bali United ini membuka era baru pendanaan bagi klub sepakbola. Chairman dan pemilik Bali United Pieter Tanuri mengatakan, ingin membuat standar bagi bisnis klub sepakbola.

Apalagi, olahraga ini sudah menjadi industri, tetapi belum dikelola secara profesional. “Bali United yang merupakan klub baru, kapitalisasi pasarnya sudah Rp 1 triliun,” tutur Pieter kepada KONTAN, beberapa waktu lalu.

Dengan menjadi perusahaan terbuka, dana yang dikelola bisa makin banyak. Hal ini akan membantu pengembangan atlet dan melahirkan atlet sepakbola berkualitas unggul.

Chief Executive Officer (CEO) Bali United Yabes Tanuri mengatakan, penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) ini juga dilakukan untuk meningkatkan rasa kepemilikan para penggemar terhadap klub ini. Pengelolaan bisnis pun akan lebih baik. Targetnya, pendapatan Bali United di tahun ini tumbuh dua kali lipat menjadi sekitar Rp 230 miliar.

Untuk menjaring minat para investor, terutama ritel, perusahaan dan underwriter IPO ini memutuskan melaksanakan penawaran saham umum di Bali. “Biar pendukung tidak hanya jadi penonton, tapi juga ada kesempatan memiliki saham klub yang dicintainya,” kata Direktur Utama Kresna Sekuritas Octavianus.

Menurut pria yang akrab disapa Okky ini, minat investor ritel, khususnya masyarakat Bali, cukup tinggi. Hingga penawaran umum hari kedua, Selasa (11/6), terjadi kelebihan permintaan alias oversubscribed sekitar 10 kali.

Sebagai informasi, saham Bali United ditawarkan dengan harga Rp 175 per saham. Dengan harga tersebut, Bali United akan mengantongi dana segar sekitar Rp 350 miliar.

Pada Liga 1 musim 2019 ini, Bali United menargetkan bisa bertengger di peringkat ke-5. Pada musim 2018, Bali United berada pada posisi ke-11. Menurut Pieter, peningkatan peringkat ini secara tidak langsung akan mempengaruhi harga saham dan peningkatan bisnis.

Langkah Bali United menggelar IPO sudah lazim dilakukan klub-klub sepakbola luar negeri. Sebut saja A.S Roma, Juventus dan Lazio.

Borussia Dortmund telah menjadi perusahaan publik sejak Oktober 2000 dan menjadi klub sepakbola pertama yang listing di bursa saham Frankfurt. Sebagian besar saham klub sepakbola ini dimiliki publik, yang terdiri dari penggemar dan masyarakat luas. Saat ini, harga saham berada di kisaran 8 per saham, dengan kapitalisasi pasar 757 juta.

Manchester United bahkan melego saham di Bursa New York dengan kode MANU. Harga sahamnya menyentuh harga US$ 17,9 per Selasa (11/6), naik 27% sejak IPO Agustus 2012 lalu.

Reporter: Nur Qolbi
Editor: Herry Prasetyo


Baca juga