Menanti Arah Bunga The Fed, Harga Obligasi Indonesia Jatuh

Jumat, 11 Maret 2022 | 04:10 WIB
Menanti Arah Bunga The Fed, Harga Obligasi Indonesia Jatuh
[]
Reporter: Aris Nurjani | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga obligasi kembali menguat setelah sempat berada di level terendah sepanjang tahun ini. Indonesia Composite Bond Index (ICBI) kembali naik tipis ke level 331,86 pada Kamis (10/3). Sebelumnya, ICBI sempat menyentuh level terendah tahun ini pada Rabu (9/3) di 331,33. 

Indeks obligasi Himdasun bahkan masih terus turun. Kemarin, indeks obligasi Himdasun ditutup di 97,10, level terendah sejak akhir Agustus 2020. 

Head of Fixed Income Bank Negara Indonesia (BNI) Fayadri menyebut, pasar obligasi tertekan lantaran pelaku pasar menanti keputusan suku bunga The Fed. 
Petinggi The Fed akan menggelar rapat pada  pekan depan. Keputusan The Fed juga akan mempengaruhi kebijakan moneter Bank Indonesia (BI). 

Baca Juga: Indeks Harga Konsumen AS Bulan Februari, Cetak Kenaikan Yoy Terbesar Dalam 40 Tahun

Fayadri menilai, kenaikan suku bunga acuan bisa dipastikan terjadi. Karena itu, saat ini investor melakukan penyesuaian terhadap imbal hasil yang akan mereka minta. 

Faktor lain yang membuat harga obligasi turun adalah tensi geopolitik Rusia-Ukraina yang belum kunjung usai. Menurut Head of Fixed Income Trimegah Asset Darma Yudha, memanasnya tensi politik tersebut membuat harga komoditas naik. Kondisi ini berpotensi mengerek naik harga barang atau inflasi di seluruh dunia. 

"Ini membuat pelaku pasar beralih ke safe haven seperti ke dollar AS dan emas," ujar Darma. Alhasil, obligasi pemerintah tak lagi menarik. 
Jadi tidak heran, jika dana asing asing masih melakukan aksi jual di pasar obligasi. Per 9 Maret 2022, posisi asing di surat berharga negara (SBN) menurun Rp 18,9 triliun dibanding posisi di awal tahun 2022. 

Tapi di sisi lain, Darma menilai efek kenaikan harga komoditas juga positif bagi ekonomi Indonesia. Maklum, komoditas merupakan penyumbang surplus neraca dagang Indonesia. "Mungkin di semester dua nanti bisa terjadi inflow asing ke Indonesia, sehingga harga obligasi negara akan naik dan yield akan turun," ucap Darma. 

Fayadri menilai, imbal hasil SUN saat ini masih menarik bagi investor yang memang mencari alternatif investasi. Saat ini yield SUN tenor 10 tahun ada di 6,7% sedangkan US Treasury di 1,93%

Baca Juga: Lembaga Pemeringkat Global Ramai-ramai Pangkas Rating Utang Rusia ke Level Sampah

Bagikan

Berita Terbaru

IHSG Turun, Intip Prediksi Perdagangan Terakhir Hari Ini (13/2) Jelang Libur Panjang
| Jumat, 13 Februari 2026 | 04:45 WIB

IHSG Turun, Intip Prediksi Perdagangan Terakhir Hari Ini (13/2) Jelang Libur Panjang

IHSG merosot 0,31% akibat profit taking jelang libur panjang. Rupiah ikut melemah! Cek saham rekomendasi untuk besok.

Asuransi Jiwa Mencari Celah Demi Perbaiki Kinerja
| Jumat, 13 Februari 2026 | 04:30 WIB

Asuransi Jiwa Mencari Celah Demi Perbaiki Kinerja

Industri asuransi jiwa mengumpulkan pendapatan premi Rp 180,98 triliun sepanjang tahun lalu, atau terkontraksi 3,81% 

Menangkal Gonjang-Ganjing Pasar Finansial
| Jumat, 13 Februari 2026 | 04:08 WIB

Menangkal Gonjang-Ganjing Pasar Finansial

Dalam sekup yang lebih sempit, outlook negatif surat utang Indonesia sepatutnya dijadikan sentilan halus dari Moody’s.

Dana Asing Terus Keluar, Laju IHSG Semakin Liar
| Kamis, 12 Februari 2026 | 14:45 WIB

Dana Asing Terus Keluar, Laju IHSG Semakin Liar

Sejak awal tahun 2026, total net sell asing di pasar saham Indonesia telah mencapai Rp 12,97 triliun.

Anak Usaha Medco Energi (MEDC) Jadi Operator PSC Cendramas
| Kamis, 12 Februari 2026 | 14:12 WIB

Anak Usaha Medco Energi (MEDC) Jadi Operator PSC Cendramas

Anak usaha PT Medco Energi Internasional Tbk mendapatkan Surat Penunjukan dari Petroliam Nasional Berhad untuk kontrak bagi hasil Cendramas.​

Prospek Emiten Nikel Terganjal Pemangkasan Kuota Produksi
| Kamis, 12 Februari 2026 | 13:37 WIB

Prospek Emiten Nikel Terganjal Pemangkasan Kuota Produksi

Pembatasan kuota berpotensi menekan target volume penjualan bijih nikel emiten dalam jangka pendek. 

ASII Bidik Pertumbuhan Penjualan Kendaraan Pada 2026
| Kamis, 12 Februari 2026 | 13:28 WIB

ASII Bidik Pertumbuhan Penjualan Kendaraan Pada 2026

Untuk mempertahankan dominasi pasar, ASII akan konsisten fokus pada penyediaan produk, teknologi, dan layanan yang sesuai kebutuhan pelanggan.

Saham Kena Depak MSCI, Dana Asing Lari Dari BEI
| Kamis, 12 Februari 2026 | 13:22 WIB

Saham Kena Depak MSCI, Dana Asing Lari Dari BEI

Dampak dari aksi rebalancing MSCI kali ini adalah pergerakan dana asing ke Bursa Efek Indonesia (BEI)​.

Mengurai Dosa Ekologis di Konsesi Batubara Eks KPC untuk NU, Potensi Konflik Menganga
| Kamis, 12 Februari 2026 | 10:30 WIB

Mengurai Dosa Ekologis di Konsesi Batubara Eks KPC untuk NU, Potensi Konflik Menganga

Konsesi batubara eks KPC yang diserahkan ke Nahdlatul Ulama (NU) berada di lahan yang sudah menjadi pemukiman dan 17.000 ha hutan sekunder. 

Pemangkasan RKAB Berdampak Instan pada Pergerakan Saham Emiten Nikel
| Kamis, 12 Februari 2026 | 10:00 WIB

Pemangkasan RKAB Berdampak Instan pada Pergerakan Saham Emiten Nikel

Industri sudah mengantisipasi penurunan RKAB hingga 250 juta ton, sehingga penetapan RKAB oleh pemerintah masih sedikit di atas ekspektasi awal.

INDEKS BERITA