Berita Ekonomi

Menanti Taji Kebijakan Pemerintah untuk Memacu Aktivitas Manufaktur

Rabu, 05 Februari 2020 | 09:36 WIB
Menanti Taji Kebijakan Pemerintah untuk Memacu Aktivitas Manufaktur

ILUSTRASI. Aktivitas produksi di pabrik PT Softex Indonesia, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (23/1/2020). Produsen pembalut dan popok terbesar di Indonesia itu memiliki area produksi di pabrik Sidoarjo seluas 18.552 per meter persegi dengan kapasitas 7 mesin produksi. (

Reporter: Bidara Pink | Editor: A.Herry Prasetyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Aktivitas manufaktur di dalam negeri masih melemah. Hal ini tercatat dalam Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia yang berada di level 49,3 poin pada Januari 2020 atau berada di bawah batas level ekspansi yang sebesar 50,0.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan, saat ini pemerintah sangat serius dalam memacu produktivitas industri manufaktur dalam negeri. Pemerintah ingin industri dalam negeri mampu memenuhi permintaan domestik dan bahkan bisa mengisi pasar ekspor.

Ini Artikel Spesial

Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan atau membeli artikel ini.

Sudah berlangganan? Masuk

Berlangganan

Berlangganan Hanya dengan 20rb/bulan Anda bisa mendapatkan berita serta analisis ekonomi, bisnis, dan investasi pilihan

Rp 20.000

Bayar per artikel

Hanya Rp 5.000 untuk membaca artikel ini

Rp 5.000

Berlangganan dengan Google

Anda dapat menggunakan akun Google sebagai metode pembayaran karena Google akan mengingat metode yang sudah pernah digunakan.

Terbaru