Mencari Jodoh 2024

Kamis, 27 April 2023 | 08:00 WIB
Mencari Jodoh 2024
[]
Reporter: Syamsul Ashar | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ada pepatah kalau sudah jodoh, tidak akan kemana. Pepatah ini sering menjadi analogi untuk mencari pasangan hidup, atau kegiatan lain seperti bertransaksi dan banyak lagi.

Kegiatan mencari jodoh ini tampaknya sedang getol dilakukan oleh tiga orang tokoh yang "sudah" dicalonkan secara resmi oleh partai politik.

Pertama, Anies Baswedan yang diusung oleh Partai Nasdem dan Partai Demokrat; Kedua, Partai Gerindra, yang sudah berikrar untuk kerja bersama mengusung calon presiden 2024 bersama Partai Kebangkitan Bangsa; dan Ketiga, Partai PDI Perjuangan yang sudah menunjuk Ganjar Pranowo sebagai calon presiden dari PDIP sekaligus menjadi petugas partai untuk memenangkan kontestasi Pemilihan Presiden 2024 mendatang.

Pendukung Anies secara hitungan matematis diusung oleh 25,03% suara berdasarkan jumlah kursi di parlemen, yakni Nasdem 9,05; PKS 8,21; Demokrat 7,77.

Sedangkan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, secara hitungan suara akan di dukung Gerindra sendiri sebagai pemilik 12,57% kursi di parlemen, dan bergabung dengan PKB yang punya 9,69% suara di parlemen sehingga total 22,26%. 

Sedangkan tiket Ganjar sudah  aman karena PDIP punya kursi 128 di DPR RI atau di atas ambang batas minimum 115 kursi bagi partai yang ingin mengusung calon presiden sendiri tanpa dukungan partai lain. 

Kini siapa pasangan dari tiga calon Presiden itu? Semua partai sedang bermanuver mendapatkan tiket calon wakil presiden. Misalnya, Prabowo Subianto dikabarkan menimbang Mahfud MD,  yang pernah menjadi bakal calon pendamping Joko Widodo pada 2019 sebelum muncul nama Ma'ruf Amin.

Sementara Sandiaga Uno juga bermanuver keluar dari Gerindra untuk mendapatkan tiket calon Wakil Presiden. Sandiaga loncat ke Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang kemungkinan besar akan merapat ke PDI Perjuangan. 

Nama lain non partai yang masuk bursa pencalonan wakil presiden adalah Erick Thohir, meskipun hingga kini belum ada satu partai yang terang-terangan mengusungnya.

Sementara di barisan Anies, tampaknya nama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) masih jadi opsi yang belum ada tandingan.

Tapi perjodohan lima tahun sekali ini tentu tak lepas dari teori Harold Lasswell, Who Gets What, When, How. Jadi selama partai pendukung belum Gets sesuatu, maka Who yang mereka usung sebagai calon wakil presiden tetap tidak jelas. 

Bagikan

Berita Terbaru

Anomali Pergerakan Saham BRIS, Diprediksi Nafasnya Kuat Hingga Tembus 3.000
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 13:00 WIB

Anomali Pergerakan Saham BRIS, Diprediksi Nafasnya Kuat Hingga Tembus 3.000

Saham Bank Syariah Indonesia (BRIS) naik 5,78% dalam sepekan melebihi kinerja IHSG yang turun -4,47%, efek euforia pasca spin off dari BMRI.

PTPP dan Anak Usaha WIKA Digugat PKPU, Begini Kata Manajemen
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 11:00 WIB

PTPP dan Anak Usaha WIKA Digugat PKPU, Begini Kata Manajemen

WIKON diajukan PKPU oleh PT Pratama Widya Tbk (PTPW), sedangkan PTPP diajukan PKPU oleh PT Sinergi Karya Sejahtera.

 Penonaktifan PBI JK Merugikan Rakyat Miskin
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:00 WIB

Penonaktifan PBI JK Merugikan Rakyat Miskin

BPJS Kesehatan tidak memiliki kewenangan menonaktifkan kepesertaan PBI JK karena menjadi kewenangan Kemensos

Danantara Hilirisasi US$ 7 Miliar, Duet Emiten Mind Id, ANTM dan PTBA Ketiban Berkah
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 08:58 WIB

Danantara Hilirisasi US$ 7 Miliar, Duet Emiten Mind Id, ANTM dan PTBA Ketiban Berkah

Danantara melaksanakan groundbreaking enam proyek hilirisasi di 13 lokasi di Indonesia. Total nilai mencapai US$ 7 miliar. 

 Revolusi Melalui Teladan
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 08:56 WIB

Revolusi Melalui Teladan

Perjalanan karier Joao Angelo De Sousa Mota dari dunia konstruksi ke pertanian, hingga menjadi Dirut Agrinas

Waspada Potensi Lonjakan Biaya Utang Jangka Pendek
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 08:37 WIB

Waspada Potensi Lonjakan Biaya Utang Jangka Pendek

Jika pemangkasan outlook membuat tekanan terhadap pasar SBN berlanjut dan mempengaruhi nilai tukar rupiah, maka imbal hasil berisiko naik

Cadangan Devisa Amblas Terseret Depresiasi Rupiah
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 08:28 WIB

Cadangan Devisa Amblas Terseret Depresiasi Rupiah

Penerbitan global bond oleh pemerintah belum mampu menyokong cadangan devisa Indonesia              

Prospek Industri Multifinance Diprediksi Lebih Cerah
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 07:25 WIB

Prospek Industri Multifinance Diprediksi Lebih Cerah

Prospek industri multifinance diperkirakan akan lebih cerah tahun ini setelah tertekan pada 2025.​ Piutang pembiayaan diprediksi tumbuh 6%-8%

Mewaspadai Risiko Gugatan Iklim
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 07:05 WIB

Mewaspadai Risiko Gugatan Iklim

Ilmu pengetahuan kini sudah bisa menjadi penghubung antara adanya emisi gas rumah kaca dan bencana alam.

Nasib Kripto 2026: Level Krusial Ini Tentukan Arah Harga Bitcoin
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 07:00 WIB

Nasib Kripto 2026: Level Krusial Ini Tentukan Arah Harga Bitcoin

Bitcoin anjlok lebih dari 50% dari ATH, Ethereum senasib. Pahami risiko likuidasi massal dan hindari kerugian lebih parah.

INDEKS BERITA

Terpopuler