Mendahului BI, Dua Bank Sentral Negara Tetangga Lebih Dulu Pangkas Suku Bunga

Jumat, 19 Juli 2019 | 11:38 WIB
Mendahului BI, Dua Bank Sentral Negara Tetangga Lebih Dulu Pangkas Suku Bunga
[]
Reporter: Tedy Gumilar | Editor: Tedy Gumilar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia kemarin (18/7) memangkas suku bunga acuannya sebanyak 25 basis poin (bps) menjadi 5,75%. Langkah BI mengikuti kebijakan dua bank sentral negara tetangga yang lebih dulu melakukan pembangkasan bunga acuan.

Gubernur BI Perry Warjiyo menyebut, pemangkasan BI 7 Days-Reverse Repo Rate (BI7D-RRR) dilakukan dengan pertimbangan rendahnya perkiraan inflasi ke depan. Juga demi menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

Kebijakan pemangkasan suku bunga lebih dulu dilakukan oleh bank sentral Australia dan New Zealand. Bahkan, tahun ini Reserve Bank of Australia (RBA) sudah dua kali menyunat cash rate.

Cash rate di negeri Kanguru pertama kali diturunkan pada 5 Juni 2019, yakni dari 1,50% menjadi 1,25%. Dalam pernyataan resminya, RBA menyebut keputusan itu untuk mendukung pertumbuhan lapangan kerja. juga memberikan keyakinan yang lebih besar bahwa inflasi akan konsisten dengan target jangka menengah.

Tingkat pengangguran Australia sebelumnya stabil di kisaran 5%. Namun, persentasenya naik menjadi 5,2% pada April 2019. Sementara terkait inflasi, RBA mematok target 1% pada 2019 dan naik menjadi 2% pada 2020.

Namun, kebijakan moneter tersebut rupanya dianggap belum cukup. Pada 2 Juli 2019, bank sentral Australia kembali menurunkan cash rate menjadi 1%. Dus, dalam tempo satu bulan, RBA sudah memangkas bunga acuannya sebanyak 50 bps.

Sementara itu, bank sentral Selandia Baru juga mengambil kebijakan serupa. Pada 8 Mei 2019 Reserve Bank of New Zealand memutuskan menurunkan official cash rate 25 bps. Hingga kini, suku bunga acuan di Selandia Baru masih bertahan di 1,5%.

Bagikan

Berita Terbaru

Industri Gadai Pertebal Pendanaan Menjelang Ramadan
| Minggu, 01 Februari 2026 | 04:40 WIB

Industri Gadai Pertebal Pendanaan Menjelang Ramadan

Untuk mengimbangi naiknya permintaan pembiayaan, perusahaan gadai berancang-ancang menyiapkan sokongan pendanaan.

Kurang dari 24 Jam, Friderica Widyasari Ditetapkan Isi Posisi Ketua & Wakil Ketua OJK
| Sabtu, 31 Januari 2026 | 20:46 WIB

Kurang dari 24 Jam, Friderica Widyasari Ditetapkan Isi Posisi Ketua & Wakil Ketua OJK

Mahendra Siregar sebelum pengunduran dirinya, menegaskan bahwa OJK akan melakukan reformasi secara keseluruhan secara cepat, tepat dan efektif.

Indikator RSI dan MACD Melemah, Tren Bullish CITA Masih Terjaga?
| Sabtu, 31 Januari 2026 | 11:00 WIB

Indikator RSI dan MACD Melemah, Tren Bullish CITA Masih Terjaga?

Pergerakan saham PT Cita Mineral Investindo Tbk (CITA) pada perdagangan hari ini menunjukkan tekanan jangka pendek di tengah dinamika pasar.

Dian Swastatika Sentosa (DSSA) Akan Stock Split Saham di Rasio 1:25
| Sabtu, 31 Januari 2026 | 08:33 WIB

Dian Swastatika Sentosa (DSSA) Akan Stock Split Saham di Rasio 1:25

Untuk stock split, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)  akan meminta persetujuan dari para pemegang saham melalui RUPSLB pada 11 Maret 2026.​

Rogoh Kocek Rp 200 Miliar, RMK Energy (RMKE) Siap Buyback Saham
| Sabtu, 31 Januari 2026 | 08:28 WIB

Rogoh Kocek Rp 200 Miliar, RMK Energy (RMKE) Siap Buyback Saham

PT RMK Energy Tbk (RMKE) mengumumkan rencana untuk pembelian kembali (buyback) saham sebesar Rp 200 miliar. 

Menutup Celah yang Sering Dianggap Sepele dengan Asuransi Perjalanan
| Sabtu, 31 Januari 2026 | 08:00 WIB

Menutup Celah yang Sering Dianggap Sepele dengan Asuransi Perjalanan

Membeli asuransi perjalanan saat ke luar negeri jadi hal biasa. Tapi, apakah tetap butuh asuransi buat perjalanan di dalam negeri?

Pasar Saham Semakin Suram
| Sabtu, 31 Januari 2026 | 07:51 WIB

Pasar Saham Semakin Suram

Tekanan yang dialami pasar saham Indonesia semakin besar setelah para petinggi OJK dan bos bursa mengundurkan diri.

Diversifikasi IFSH: Ini Rencana Bisnis Baru Saat Nikel Global Tertekan
| Sabtu, 31 Januari 2026 | 07:30 WIB

Diversifikasi IFSH: Ini Rencana Bisnis Baru Saat Nikel Global Tertekan

Harga nikel global terus anjlok, manajemen IFSH beberkan cara jaga profit. Temukan langkah konkret IFSH untuk amankan laba di 2026

Harga Bitcoin Anjlok: Strategi DCA Bisa Selamatkan Investor Kripto?
| Sabtu, 31 Januari 2026 | 07:30 WIB

Harga Bitcoin Anjlok: Strategi DCA Bisa Selamatkan Investor Kripto?

Bitcoin anjlok 7% dalam sepekan, memicu likuidasi besar-besaran. Investor wajib tahu penyebabnya dan langkah mitigasi. 

Masih Rapuh
| Sabtu, 31 Januari 2026 | 07:10 WIB

Masih Rapuh

Pengaturan ulang kembali bursa dengan standar dan tata kelola yang lebih jelas menjadi kunci penting.

INDEKS BERITA

Terpopuler