Menggugat Produksi Pangan
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Soal persediaan makan rakyat ini bagi kita adalah soal hidup atau mati. Camkan, sekali lagi camkan, kalau kita tidak aanpakken (mengatasi) soal makanan rakyat ini secara besar-besaran, secara radikal, dan revolusioner, kita akan mengalami malapetaka. Begitu kata Presiden Soekarno dalam pidato sambutan di acara peletakan batu pertama pembangunan gedung Fakultas Pertanian Universitas Indonesia di Bogor,1952.
Di bagian lain pidatonya, Soekarno menegaskan kemerdekaan dan keamanan jadi ‘omong kosong’ jika pangan tidak tersedia. Zaman berubah. Hampir tiga perempat abad kemudian, dunia masih berbicara soal memberi makan manusia. Kemajuan memang terjadi. Tapi, masalah pangan belum benar-benar sirna. Sekitar 673 juta orang (8,2% penduduk dunia) masih mengalami kelaparan, sedangkan 2,3 miliar orang rawan kelaparan.
