Menguji Masa Depan CNG Pengganti LPG

Selasa, 19 Mei 2026 | 04:43 WIB
Menguji Masa Depan CNG Pengganti LPG
[ILUSTRASI. Pasar murah elpiji di Jember (ANTARA FOTO/SENO)]
Ralfy Ruben Rialdi | Mahasiswa Master of Energy University of Auckland; Bendahara Umum PPI New Zealand

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perang di Timur Tengah mengguncang pasar minyak dunia. Harga Brent melonjak dari kisaran US$ 70 per barel menjadi lebih dari US$ 100 per barel, naik lebih dari 50% hanya dalam beberapa minggu. Karena liquefied petroleum gas (LPG) merupakan produk turunan minyak, gejolak ini ikut mendorong harga LPG dunia naik dan menambah tekanan bagi negara‑negara pengimpor. Di tengah situasi ini, pertanyaannya sederhana namun berat: apakah Indonesia hanya akan menerima tagihan LPG impor yang makin mahal, atau berani mengubah cara dapur rumah tangga menyala dengan lebih banyak mengandalkan gas dari dalam negeri sendiri?  

Selama ini, LPG 3 kilogram menjadi tulang punggung energi jutaan keluarga dan pelaku usaha kecil di Indonesia. Dalam APBN 2025, pemerintah mengalokasikan subsidi LPG 3 kg sekitar Rp 87 triliun–Rp 87,6 triliun untuk volume sekitar 8,17 juta metrik ton, menjadikannya komponen terbesar dalam subsidi energi. Untuk APBN 2026, pemerintah dan DPR menyepakati asumsi harga minyak Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) sebesar US$ 70 per barel, sehingga lonjakan harga minyak di atas US$ 100 berpotensi menggelembungkan kebutuhan subsidi LPG jauh di atas rencana awal. Di sisi lain, ketergantungan pada impor LPG terus meningkat, sementara gas bumi domestik belum dimanfaatkan secara optimal.

Baca Juga: Emiten Emas Masih Berpeluang Cuan, Ini Pemicu Lonjakan Profitnya

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

Jumlah Investor Pasar Modal Tembus 27 Juta Per 13 Mei 2026
| Selasa, 19 Mei 2026 | 05:45 WIB

Jumlah Investor Pasar Modal Tembus 27 Juta Per 13 Mei 2026

Pertumbuhan jumlah investor tersebut juga diiringi peningkatan aktivitas investor, baik secara harian, mingguan, bulanan, maupun tahunan.​

Sumber Mas Konstruksi (SMKM) Diversifikasi Bisnis ke Infrastruktur Akuakultur
| Selasa, 19 Mei 2026 | 05:35 WIB

Sumber Mas Konstruksi (SMKM) Diversifikasi Bisnis ke Infrastruktur Akuakultur

Transformasi tersebut melalui serangkaian aksi akuisisi terhadap perusahaan di Singapura yakni PanAsia dan Lim Shrimp Org Pte. Ltd.​

Reformasi Agraria Baru Sebatas Alokasi Lahan
| Selasa, 19 Mei 2026 | 05:35 WIB

Reformasi Agraria Baru Sebatas Alokasi Lahan

Hingga saat ini, Badan Bank Tanah baru menyalurkan sekitar 11.713 hektare (ha) lahan dalam program tersebut.

Sejumlah Alutsista Tempur Diserahkan Kepada TNI
| Selasa, 19 Mei 2026 | 05:35 WIB

Sejumlah Alutsista Tempur Diserahkan Kepada TNI

Penambahan alutsista merupakan bagian penting untuk memperkuat pertahanan nasional di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik global.

Bank Asing Perluas Ekspansi Bisnis
| Selasa, 19 Mei 2026 | 05:30 WIB

Bank Asing Perluas Ekspansi Bisnis

Keberadaan bank asing masih memberikan kontribusi, khususnya dalam pembiayaan valuta asing, aktivitas ekspor-impor, hingga FDI.

Restrukturisasi Utang, KIJA Gaet Pinjaman US$ 185 Juta
| Selasa, 19 Mei 2026 | 05:30 WIB

Restrukturisasi Utang, KIJA Gaet Pinjaman US$ 185 Juta

Fasilitas pembiayaan baru ini memiliki jangka waktu 15 tahun dan dalam mata uang rupiah Indonesia dengan tingkat bunga floating 7% per tahun.

Tekanan Biaya Produksi Turun, Prospek Japfa Comfeed (JPFA) Jadi Cerah
| Selasa, 19 Mei 2026 | 05:23 WIB

Tekanan Biaya Produksi Turun, Prospek Japfa Comfeed (JPFA) Jadi Cerah

Pendukung kinerja PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)ke depan stabilitas harga jagung dan soybean meal serta pertumbuhan konsumsi domestik.

Asuransi Jiwa Konservatif Kelola Unitlink
| Selasa, 19 Mei 2026 | 05:15 WIB

Asuransi Jiwa Konservatif Kelola Unitlink

Unitlink saham hingga mencetak rata-rata imbal positif, yakni sebesar 2,18% secara bulanan alias month on month (MoM) per April 2026

Ekonomi Desa Tidak Hanya dari Pemerintah
| Selasa, 19 Mei 2026 | 05:10 WIB

Ekonomi Desa Tidak Hanya dari Pemerintah

Pemerintah diingatkan untuk tidak hanya mengandalkan program makan bergizi gratis (MBG) dan Kopdes membangun desa.

Pajak Demi Biayai Berantas Rokok Ilegal
| Selasa, 19 Mei 2026 | 05:00 WIB

Pajak Demi Biayai Berantas Rokok Ilegal

Pemerintah pusat kini bisa pakai pajak rokok untuk berantas ilegal. Kebijakan ini berpotensi kurangi dana daerah.

INDEKS BERITA