Mengurai Jurang Literasi dan Inklusi Keuangan
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tingginya literasi keuangan belum otomatis membuat masyarakat menggunakan produk keuangan nonbank. Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 menunjukkan literasi keuangan nasional mencapai 69,57%, sedangkan inklusi sudah 93,61%. Namun, di sejumlah sektor keuangan nonbank, jarak antara masyarakat yang memahami produk dan yang benar-benar menggunakannya masih lebar.
Salah satunya terlihat pada industri lembaga keuangan mikro (LKM). Tingkat literasi LKM hanya 12,44%, sementara inklusinya lebih rendah lagi, yakni 3,01%. Ketua Umum Asosiasi LKM dan LKMS Indonesia (Aslindo) Burhan mengatakan, masyarakat masih lebih familiar dengan bank dan fintech lending dibandingkan LKM.
