Reshuffle Lagi

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:10 WIB
Reshuffle Lagi
[ILUSTRASI. TAJUK - Djumyati Partawidjaja (KONTAN/Indra Surya)]
Djumyati Partawidjaja | Redaktur Pelaksana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Memasuki Bulan Oktober ini, di Hari Kesaktian Pancasila kita dikejutkan oleh gebrakan Pemerintahan Presiden Prabowo. Kalau pertengahan September lalu hanya Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa yang diganti, kali ini ada 18 pejabat dilantik menduduki jabatan di Kementerian dan Lembaga. Mereka dilantik baik untuk mengganti pejabat lama, maupun menduduki posisi dari lembaga baru.

Sampai saat ini pemerintah sudah membongkar pasang kabinet sekitar 7 kali, dalam kurun waktu kurang dari 2 tahun. Tergolong bongkar pasang yang sangat sering. Beberapa pejabat bahkan hanya punya waktu beberapa bulan untuk duduk di jabatannya. 

Bongkar pasang kali ini, menurut beberapa pengamat bisa disebut sebagai "de-Jokowisasi".  Dari beberapa pejabat yang dicopot, seperti Listyo Sigit, Pratikno, dan Agus Gumiwang, dianggap sebagai manuver pemerintah membersihkan kabinet dari bayang-bayang Jokowi. 

Pertanyaan besarnya, apakah kabinet baru ini bisa berjalan jauh lebih baik dari kabinet yang sebelumnya? Publik belakangan ini memang berharap ada reshuffle Kabinet Merah Putih, terbaca dari berbagai hasil survei. Tapi mereka sepertinya masih belum menanggapi reshuffle kali ini dengan euphoria.

Dari percakapan di berbagai media sosial, publik melihat perombakan ini masih jauh dari sistem meritokrasi. Bahkan ada juga netizen yang melihatnya sebagai upaya "tambal-sulam" dan bagi kursi semata. 

Secara keseluruhan, masyarakat tidak menanggapi reshuffle ini dengan terlalu baik. Perombakan kabinet kali ini terkesan sirkulasi di para elite dan menjaga koalisi partai politik pendukung.

Respons di pasar modal pun cukup jelas. Walau dalam beberapa hari ini IHSG ini memang dalam kondisi tertekan, tapi IHSG sempat turun ke bawah 6.000. Batas psikologis indeks pasar saham yang pernah tertembus di Juni lalu gara-gara kebijakan ekspor satu pintu dan Rupiah yang tertekan.

Reshuffle kali ini mungkin tidak akan sekuat sentimen di Juni lalu untuk investor di pasar saham. Tapi perombakan yang memicu skeptis publik yang cukup masif, bisa saja memperburuk kondisi pasar saham dan terbangnya investor asing dalam waktu dekat. 

Kita hanya berharap sistem demokrasi bisa kembali berjalan, kritik keras bukan dijawab dengan pemblokiran akun, tapi  tanggapan yang lebih membangun. Jangan sampai jurang lebar ekspektasi dan realitas terlalu lebar untuk dijembatani lagi.

Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

Strategi Bos Trisula Textile Industries (BELL):  Menakar Risiko Lewat Saham dan Emas
| Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:57 WIB

Strategi Bos Trisula Textile Industries (BELL): Menakar Risiko Lewat Saham dan Emas

Potensi keuntungan tetap menjadi pertimbangan, tetapi tingkat risiko dari instrumen yang dipilih juga perlu diperhatikan.​

Strategi Sido Muncul (SIDO) Menyehatkan Kinerja
| Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:43 WIB

Strategi Sido Muncul (SIDO) Menyehatkan Kinerja

Penjualan SIDO pada semester I-2026 turun sekitar 20% secara tahunan. Penjualan herbal dan suplemen turun 41% menjadi sekitar Rp 639 miliar.​

Bisnis Mobil Bekas Auksi MPMX Melandai, Ini Penyebabnya
| Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:29 WIB

Bisnis Mobil Bekas Auksi MPMX Melandai, Ini Penyebabnya

Kenaikan harga bahan bakar solar ternyata ikut memengaruhi minat konsumen terhadap mobil bekas bermesin diesel.

Reshuffle Lagi
| Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:10 WIB

Reshuffle Lagi

Kita berharap sistem demokrasi bisa kembali berjalan, kritik keras bukan dijawab dengan pemblokiran akun, tapi tanggapan yang lebih membangun.

Indikasi Fenomena Makan Tabungan Menguat Lagi
| Sabtu, 03 Oktober 2026 | 04:45 WIB

Indikasi Fenomena Makan Tabungan Menguat Lagi

Pertumbuhan simpanan nasabah dengan nominal di bawah Rp 100 juta yang melambat menjadi 4,7% secara tahunan pada Juli 2026

Bank Kecil Menjaga Laju Bisnis Kredit
| Sabtu, 03 Oktober 2026 | 04:30 WIB

Bank Kecil Menjaga Laju Bisnis Kredit

Bank kecil tetap ekspansif di tengah tekanan ekonomi.                                                    

Bensin Batubara dan Ujian Ekonomi Hilirisasi
| Sabtu, 03 Oktober 2026 | 04:18 WIB

Bensin Batubara dan Ujian Ekonomi Hilirisasi

Pabrik coal-to-liquids (CTL) memerlukan modal besar yang baru kembali setelah bertahun-tahun beroperasi.

B50: Menguji Kesiapan Kapal dan Asuransi
| Jumat, 02 Oktober 2026 | 09:47 WIB

B50: Menguji Kesiapan Kapal dan Asuransi

Perpindahan ke B50 sebaiknya tidak diperlakukan sebagai sekadar pencapaian target kalender atau seremonial semata.

Menakar Dampak Krisis Diesel Global terhadap Pasokan & Harga Solar Nasional
| Jumat, 02 Oktober 2026 | 09:38 WIB

Menakar Dampak Krisis Diesel Global terhadap Pasokan & Harga Solar Nasional

Krisis pasokan diesel di pasar solar global saat ini bersifat struktural, dan berpotensi bertahan hingga awal 2027. Indonesia mesti waspada

Bongkar Pasang
| Jumat, 02 Oktober 2026 | 09:36 WIB

Bongkar Pasang

Kalau reshuffle terjadi lebih sering daripada kita mengganti kalender, lantas hasil kerja semacam apa yang bisa diharapkan?

INDEKS BERITA

Terpopuler