Menilik Potensi Windfall Tax dan Orang yang Makin Kaya dari Kenaikan Harga Komoditas
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Melonjaknya harga komoditas, khususnya minyak, gas, dan produk pertambangan seperti batubara serta nikel, sejauh ini baru mengguyur pundi-pundi segelintir pihak, utamanya korporasi raksasa. Padahal, keuntungan super jumbo tersebut sejatinya bisa dipungut sebagian untuk menebalkan kas negara demi kemaslahatan publik, asalkan ditopang oleh intervensi kebijakan yang presisi.
Peneliti The Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Aryo Irhamna, membeberkan realita tersebut. Dari kacamata fiskal Sumber Daya Alam (SDA), desain penerimaan negara dari sektor ekstraktif rupanya masih terjebak pada instrumen warisan era kejayaan minyak dan gas (migas). Padahal, tumpuan kontribusi terbesar saat ini disokong oleh batubara yang mendominasi 51,7% Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) SDA pada 2024, melesat tajam dari posisi 2009 yang hanya sebesar 9,5%.
