kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.593
  • SUN95,67 0,14%
  • EMAS657.000 -0,45%

Menimbang Cuan Dividen Menjelang Akhir Tahun

Jumat, 07 Desember 2018 / 06:48 WIB

Menimbang Cuan Dividen Menjelang Akhir Tahun
ILUSTRASI. Surya Citra Televisi atau SCTV, Surya Citra Media Tbk SCMA

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tiga emiten bakal memberikan kado akhir tahun. PT Indika Energy Tbk (INDY), PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) dan PT Sepatu Bata Tbk (BATA) bakal membagikan dividen interim tahun buku 2018.

Ketiga perusahaan tersebut akan membagi dividen dari laba bersih sembilan bulan pertama tahun ini. Cum dividen dipatok pekan depan.
 
Dividen SCMA paling royal. Pay out ratio dividen perusahaan media ini paling besar, hampir 25%. Tapi, dari segi imbal hasil (yield) dividen, INDY paling menarik. Yield dividen INDY 2,7%.
 
Sedangkan yield dividen BATA dan SCMA masing-masing sekitar 1,5% dan 1,1%. "Valuasi saham INDY juga murah di antara ketiga saham tersebut," ujar Lanjar Nafi, Kepala Riset Reliance Sekuritas, Kamis (6/12).
 
Mengutip RTI, price earning ratio (PER) INDY 4,85 kali. PER saham SCMA mencapai 17,04 kali. Sedangkan BATA sebesar 12,14 kali.
 
Layak dikoleksi
 
Secara fundamental, prospek batubara ke depan diprediksi masih akan tetap solid, meskipun ada larangan impor batubara dari China. Karena itu, kinerja INDY juga diprediksi masih tetap kinclong.
 
Dengan kata lain, saham INDY bukan hanya menarik dikoleksi karena sentimen dividen. Saham INDY juga menarik untuk jangka panjang.
 
Agak sedikit berbeda dengan saham SCMA. Sejak November, saham SCMA bergerak dalam tren menguat. Mengutip RTI, harga saham SCMA sudah menguat 12% selama sebulan terakhir. "Dikhawatirkan harganya terkoreksi setelah sentimen dividen usai," ujar Lanjar.
 
Analis Binaartha Sekuritas M. Nafan Aji menyebut, sentimen dividen tak jarang membuat harga saham bergerak agak sedikit di luar fundamental. Terlebih, ketiga emiten tersebut rajin membagikan dividen. "Sentimen dividen mendorong permintaan saham," jelas Nafan.
 
Namun, bukan berarti fundamental SCMA dan BATA buruk. Utang SCMA masih kecil. Ini tercermin dari debt to equity ratio (DER) emiten ini yang mencapai 21%. Artinya, SCMA masih punya ruang yang lebar mencari pendanaan untuk ekspansi.
 
Sementara, Lanjar menambahkan, untuk saham BATA, saham ini kurang likuid. Ini bakal membuat investor kesulitan saat ingin menjual saham BATA.
 
Lanjar merekomendasikan buy saham INDY, target harga Rp 4.500 per saham. Kemarin, saham INDY naik 20 poin ke level Rp 2.020 per saham.


Ini artikel spesial

Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah mendaftar dan login
Reporter: Auriga Agustina
Editor: Narita

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0003 || diagnostic_api_kanan = 0.0892 || diagnostic_web = 0.3583

Close [X]
×