Menimbang Pendatang Baru MSCI Small Cap Index, Ini Saham yang Dinilai Menarik

Sabtu, 16 Mei 2020 | 04:28 WIB
Menimbang Pendatang Baru MSCI Small Cap Index, Ini Saham yang Dinilai Menarik
[ILUSTRASI. Foto Logo MSCI yang diambil pada 20 Juni 2017. Morgan Stanley kembali mengumumkan daftar saham-saham yang menjadi anggota MSCI Indonesia Small Cap Index. REUTERS/Thomas White/Illustration/File Photo]
Reporter: Nur Qolbi | Editor: Tedy Gumilar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Morgan Stanley mengumumkan daftar saham-saham yang menjadi anggota MSCI Indonesia Small Cap Index. Selain memasukkan enam saham yang turun kelas dari MSCI Global Indonesia Index, indeks tersebut juga kedatangan empat anggota baru.

Keempat emiten tersebut adalah produsen crude palm oil (CPO) PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) dan PT Bintang Oto Global Tbk (BOGA) yang bergerak di bisnis diler kendaraan bermotor,.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terbaru

Menguat 2 Hari, Intip Prediksi IHSG dan Rekomendasi Saham Untuk Jumat (3/7)
| Jumat, 03 Juli 2026 | 04:50 WIB

Menguat 2 Hari, Intip Prediksi IHSG dan Rekomendasi Saham Untuk Jumat (3/7)

IHSG masih tercatat turun 4,24% dalam sepekan terakhir. Sedangkan sejak awal tahun, IHSG melemah 33,57%.

Perang Tarif Belum Hilang Meski Kredit Lebih Kencang
| Jumat, 03 Juli 2026 | 04:35 WIB

Perang Tarif Belum Hilang Meski Kredit Lebih Kencang

Laju kredit yang semakin cepat, rupanya belum mampu menghilangkan perang tarif di industri penjaminan.

Nilai Impor Melonjak, Defisit Migas Semakin Melebar
| Jumat, 03 Juli 2026 | 04:10 WIB

Nilai Impor Melonjak, Defisit Migas Semakin Melebar

Pelebaran defisit tersebut terutama dipicu oleh lonjakan nilai impor migas yang terdorong harga minyak global. 

Aksi Buyback Triliunan Rupiah Belum Mampu Mendongkrak Harga Saham Emiten, Mengapa?
| Kamis, 02 Juli 2026 | 09:12 WIB

Aksi Buyback Triliunan Rupiah Belum Mampu Mendongkrak Harga Saham Emiten, Mengapa?

Analis mengungkap, alasan di balik loyonya harga saham pasca buyback. Jangan salah langkah saat berinvestasi.

Marak Rights Issue Semester II 2026: Peluang Pendanaan atau Sinyal Emiten Terdesak?
| Kamis, 02 Juli 2026 | 08:40 WIB

Marak Rights Issue Semester II 2026: Peluang Pendanaan atau Sinyal Emiten Terdesak?

Volatilitas pasar dapat memperberat tugas penjamin emisi maupun standby buyer dalam menyerap hak yang tidak dieksekusi investor.

MAPA Mengakuisisi Sports Direct Malaysia Rp 2,5 Triliun
| Kamis, 02 Juli 2026 | 08:38 WIB

MAPA Mengakuisisi Sports Direct Malaysia Rp 2,5 Triliun

PT MAP Aktif Adiperkasa (MAPA) caplok Sports Direct Malaysia Rp 2,5 triliun. Langkah ini bisa dorong pendapatan. Cari tahu dampaknya!

Sebelum Berburu Saham IPO, Cermati Prospek dan Valuasi
| Kamis, 02 Juli 2026 | 08:15 WIB

Sebelum Berburu Saham IPO, Cermati Prospek dan Valuasi

Tiga emiten baru PRDL, JEXC, dan JELI siap melantai di bursa Juli 2026. Ketahui mana yang menawarkan potensi cuan dan berisiko tinggi .

Masuk Kuartal III 2026, Net Sell Asing Masih Deras, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Kamis, 02 Juli 2026 | 08:11 WIB

Masuk Kuartal III 2026, Net Sell Asing Masih Deras, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Investor asing masih terus mencatatkan aksi jual alias net sell sekitar Rp 577,68 miliar. Pasar menyoroti pergerakan rupiah yang terus melemah 

AMMN Diproyeksi Masuk Masa Kejayaan Baru, Berpotensi Raup Laba Jumbo di 2026
| Kamis, 02 Juli 2026 | 07:42 WIB

AMMN Diproyeksi Masuk Masa Kejayaan Baru, Berpotensi Raup Laba Jumbo di 2026

Perubahan paling fundamental pada AMMN tidak hanya berasal dari kenaikan volume produksi, melainkan transformasi model bisnis perusahaan.

Siap-Siap Tadah Rp 2,08 Triliun, Dividend Yield MTEL Mencapai 5,06%
| Kamis, 02 Juli 2026 | 07:36 WIB

Siap-Siap Tadah Rp 2,08 Triliun, Dividend Yield MTEL Mencapai 5,06%

MTEL memiliki struktur permodalan solid dengan rasio debt-to-equity (DER) 0,56 kali, terendah di industri menara telekomunikasi.

INDEKS BERITA