Menteri Keuangan G20 Berkomitmen untuk Berlakukan Aturan Pajak Global Pajak di 2023

Sabtu, 19 Februari 2022 | 08:16 WIB
Menteri Keuangan G20 Berkomitmen untuk Berlakukan Aturan Pajak Global Pajak di 2023
[ILUSTRASI. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati usai penutupan Pertemuan Tingkat Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20 (FMCBG) G20 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Jumat (18/2/2022). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/POOL/rwa.]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - PARIS. Para menteri keuangan dari negara-negara anggota G20 pada Jumat (18/2) menegaskan komitmen untuk menerapkan perubahan aturan pajak perusahaan global pada tahun depan. Pernyataan itu bermaksud meredakan kekhawatiran bahwa penerapan aturan pajak yang akan berlaku lintas negara itu sulit tercapai sesuai kerangka waktu yang ditetapkan.

Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) yang menggiring pembahaan kesepakatan perubahan aturan pajak itu sejak awal, mengatakan bahwa perubahan masih berjalan sesuai jalur. Namun OECD menilai, perlu proses kompromi politik agar aturan pajak global itu bisa berlaku tahun depan.

Banyak yang menilai target tenggat waktu penerapan aturan pajak penghasilan perusahaan global sangat ambisius. Salah satu alasannya, Pemerintah Amerika Serikat masih harus berjuang untuk meloloskan undang-undang, yang akan membawa hukum AS sejalan dengan kesepakatan global.

Baca Juga: Pejabat Fed Padamkan Ekspektasi tentang Kemungkinan Bunga Langsung Naik Tinggi  

Negosiasi bertahun-tahun mencapai puncaknya Oktober lalu ketika hampir 140 negara mencapai kesepakatan tentang tarif pajak minimum 15% pada perusahaan multinasional. Dampak lain kesepakatan lain itu, perusahaan global seperti Google, Amazon dan Facebook, akan kesulitan untuk menghindari pajak dengan membukukan keuntungan di yurisdiksi pajak rendah.

Rincian teknis sedang dibahas di OECD yang berbasis di Paris sehingga negara-negara dapat membawa aturan baru ke dalam buku hukum mereka pada tahun depan.

Setelah pertemuan pada Jumat, para menteri keuangan G20 menerbitkan pernyataan tentang komitmen mereka untuk memastikan aturan baru akan mulai berlaku di tingkat global pada tahun 2023.

"Namun, tugas ini berat dan kami membutuhkan dukungan politik Anda dan mengarahkan untuk memastikan bahwa kemajuan dibuat pada waktu yang tepat," kata Sekretaris Jenderal OECD Mathias Cormann dalam sebuah laporan kepada para menteri keuangan G20.

"Kami perlu mengandalkan kemampuan Anda untuk berkompromi untuk memastikan bahwa kami memberikan tepat waktu," tambahnya.

Baca Juga: Sejarah Singkat G20, Anggota, dan Tema Presidensi G20 Indonesia Tahun 2022 Baca Juga: Makin Menjamur, Negara G20 Sepakat Awasi Perdagangan Aset Kripto

Perjanjian pajak sebelumnya yang kurang luas jangkauannya membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk diterapkan karena negara-negara menyeret kaki mereka untuk memperbarui kode pajak mereka.

"Pertanyaan kuncinya adalah implementasi dari kesepakatan politik kita. Tidak ada kata mundur, kita harus bergerak," kata Menteri Keuangan Prancis Bruno Le Maire kepada rekan-rekannya selama pertemuan tersebut.

Menteri Keuangan Jerman Christian Lindner mengatakan: "Ini adalah jadwal yang ambisius, tetapi juga merupakan proyek besar dan penting untuk keadilan pajak internasional."

Le Maire mengundang rekan-rekan G20-nya untuk datang ke Paris pada bulan Juni untuk menandatangani kerangka hukum multilateral baru yang diperlukan untuk mengimplementasikan pilar pertama perjanjian, yang mempersulit raksasa digital untuk memarkir keuntungan di negara-negara dengan pajak rendah.

Bagikan

Berita Terbaru

Bidik 5.000 Kampung Nelayan Hingga 2029
| Sabtu, 14 Februari 2026 | 09:10 WIB

Bidik 5.000 Kampung Nelayan Hingga 2029

Program ini akan dilengkapi dengan pembangunan pabrik es hingga cold storage, hingga dukungan kendaraan operasional

Kebut Belanja Kejar Ekonomi Tumbuh 6%
| Sabtu, 14 Februari 2026 | 08:54 WIB

Kebut Belanja Kejar Ekonomi Tumbuh 6%

Belanja negara Rp809 triliun digelontorkan di awal 2026. Mampukah dorong ekonomi RI tumbuh 6%? Cari tahu pendorong lainnya!

IHSG Sepekan Menguat, Diwarnai Beragam Sentimen Domestik
| Sabtu, 14 Februari 2026 | 07:21 WIB

IHSG Sepekan Menguat, Diwarnai Beragam Sentimen Domestik

Pasar saham di akhir pekan melemah, akibat aksi ambil untung atau profit taking menjelang libur panjang Imlek.

Ini Dia Sektor Paling Cuan di Tahun Kuda Api
| Sabtu, 14 Februari 2026 | 07:19 WIB

Ini Dia Sektor Paling Cuan di Tahun Kuda Api

Sektor bisnis yang memiliki elemen logam dan kayu dinilai menjadi unggulan pada tahun kuda api kali ini

Genteng dan Beras
| Sabtu, 14 Februari 2026 | 07:10 WIB

Genteng dan Beras

Gentengisasi Prabowo mengingatkan kebijakan mantan mertuanya, Soeharto seperti merekayasa selera lidah orang Indonesia hingga bergantung beras.

Pembelajaran Oil Booming dari Meksiko
| Sabtu, 14 Februari 2026 | 07:00 WIB

Pembelajaran Oil Booming dari Meksiko

Meksiko harus membayar mahal salah mengelola sumber daya alam yakni berupa minyak bumi yang melimpah.

Fondasi Bisnis SCG Semakin Kokoh
| Sabtu, 14 Februari 2026 | 06:54 WIB

Fondasi Bisnis SCG Semakin Kokoh

Setoran bisnis SCG di Indonesia disebut berkontribusi signifikan terhadap resiliensi bisnis perusahaan secara keseluruhan.

Tips CEO Sucor Sekuritas: Jangan Lawan Tren Pasar Saham
| Sabtu, 14 Februari 2026 | 06:15 WIB

Tips CEO Sucor Sekuritas: Jangan Lawan Tren Pasar Saham

CEO Sucor Sekuritas raup untung besar saat IHSG anjlok karena Covid-19. Simak strategi agresifnya agar bisa cuan

Rupiah Terseret Data Ekonomi dalam Sepekan Ini
| Sabtu, 14 Februari 2026 | 06:00 WIB

Rupiah Terseret Data Ekonomi dalam Sepekan Ini

Rupiah melemah harian namun menguat dalam sepekan terakhir. Ketahui faktor pendorong dan proyeksinya pekan depan

Tanpa Insentif, Bisnis Kredit Motor Listrik Terancam Melambat
| Sabtu, 14 Februari 2026 | 05:15 WIB

Tanpa Insentif, Bisnis Kredit Motor Listrik Terancam Melambat

Pemerintah tak memperpanjang subsidi sebesar Rp 7,5 juta untuk pembelian sepeda motor listrik mulai tahun ini. 

INDEKS BERITA

Terpopuler