Menu Rekomendasi Saham Sajian Analis untuk Perdagangan Rabu (24/8)

Rabu, 24 Agustus 2022 | 03:50 WIB
Menu Rekomendasi Saham Sajian Analis untuk Perdagangan Rabu (24/8)
[ILUSTRASI. Karyawan melihat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc.]
Reporter: Harian Kontan | Editor: Harris Hadinata

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia akhirnya memutuskan menaikkan tingkat suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 3,75%. Keputusan ini membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat kemarin.

Ada kemungkinan IHSG berpotensi melanjutkan kenaikan pada hari ini. Analis menyebutkan saham-saham di bawah ini bisa dicermati di tengah kenaikan suku bunga.

Berikut rekomendasi saham dari analis untuk perdagangan Rabu (24/8). Sejumlah saham tambang masih masuk rekomendasi seiring masih menguatnya harga komoditas.

Bumi Resources (BUMI)
Harga: Rp 145

Rekomendasi: Speculative buy
Support: Rp 123
Resistance: Rp 148
Analis: Herditya Wicaksana, MNC Sekuritas

 

 

Bumi Resources Minerals (BRMS)
Harga: Rp 228

Rekomendasi: Buy on weakness
Support: Rp 220
Resistance: Rp 248
Analis: William Wibowo, Kanaka Hita Solvera

 

 

Harum Energy (HRUM)
Harga: Rp 1.665

Rekomendasi: Buy on weakness
Support: Rp 1.570
Resistance: Rp 1.950
Analis: William Wibowo, Kanaka Hita Solvera

 

 

Aneka Tambang (ANTM)
Harga: Rp 2.030

Rekomendasi: Buy
Target harga: Rp 3.400
Analis: Timothy Wijaya, Bahana Sekuritas

 

 

Ace Hardware Indonesia (ACES)
Harga: Rp 760

Rekomendasi: Buy on weakness
Support: Rp 700
Resistance: Rp 810
Analis: Joshua Marcius, Phillip Sekuritas

 

 

Kalbe Farma (KLBF)
Harga: Rp 1.625

Rekomendasi: Buy on weakness
Support: Rp 1.610
Resistance: Rp 1.670
Analis: Muhammad Wafi, RHB Sekuritas

 

 

Ciputra Development (CTRA)
Harga: Rp 960

Rekomendasi: Buy
Target harga: Rp 1.300
Analis: Benyamin Mikael, Sucor Sekuritas 

Rekomendasi: Buy on weakness
Support: Rp 885
Resistance: Rp 1.015
Analis: Ivan Rosanova, Binaartha Sekuritas

Rekomendasi: Buy
Target harga: Rp 1.500
Analis: Jono Syafei, Henan Putihrai Sekuritas

 

 

Medco Energi Indonesia (MEDC)
Harga: Rp 735

Rekomendasi: Buy
Target harga: Rp 850
Analis: Hasan Barakwan, BRI Danareksa Sekuritas

Rekomendasi: Buy
Target harga Rp 870
Analis: Juan Harahap, Mirae Asset Sekuritas Indonesia

 

 

Elnusa (ELSA)
Harga: Rp 318

Rekomendasi: Buy
Support: Rp 296
Resistance: Rp 340
Analis: William Wibowo, Kanaka Hita Solvera

 

 

AKR Corporindo (AKRA)
Harga: Rp 1.215

Rekomendasi: Buy
Target harga: Rp 1.500
Analis: Teguh Prayoga, BRI Danareksa Ignatius

Rekomendasi: Buy
Support: Rp 1.140
Target harga: Rp 1.350
Analis: Andhika Cipta Labora, Kanaka Hita Solvera

Rekomendasi: Buy
Target harga: Rp 1.500
Analis: Farras Farhan, Samuel Sekuritas

 

 

Bank Central Asia (BBCA)
Harga: Rp 7.900

Rekomendasi: Buy
Support: Rp 7.725
Resistance: Rp 8.300
Analis: William Wibowo, Kanaka Hita Solvera

 

 

Bank Rakyat Indonesia (BBRI)
Harga: Rp 4.300

Rekomendasi: Buy
Support: Rp 4.250
Resistance: Rp 4.470
Analis: William Wibowo, Kanaka Hita Solvera

 

 

Allo Bank Indonesia (BBHI)
Harga: Rp 3.520

Rekomendasi: Buy on weakness
Support: Rp 3.300
Resistance: Rp 4.100
Analis: William Wibowo, Kanaka Hita Solvera

 

 

Bagikan

Berita Terbaru

MLPL Menguat Usai Trijaya Borong 9,90% Saham
| Kamis, 15 Januari 2026 | 14:32 WIB

MLPL Menguat Usai Trijaya Borong 9,90% Saham

Saham MLPL menguat didorong pembelian 1,55 miliar saham oleh PT Trijaya Anugerah Pratama (9,90%). BRI Danareksa memberi target harga Rp 172.

Dilema Kebijakan Nikel, Antara Ambisi Mengendalikan Harga dan Risiko Smelter Mangkrak
| Kamis, 15 Januari 2026 | 10:00 WIB

Dilema Kebijakan Nikel, Antara Ambisi Mengendalikan Harga dan Risiko Smelter Mangkrak

Demi bisa bertahan di tengah pemangkasan produksi bijih nikel, impor terutama dari Filipina bakal melonjak.

Saat Dolar Amerika Perkasa, Mata Uang Kawasan Asia Merana
| Kamis, 15 Januari 2026 | 08:13 WIB

Saat Dolar Amerika Perkasa, Mata Uang Kawasan Asia Merana

Pergerakan valas Asia 2026 sangat dipengaruhi prospek kebijakan suku bunga Fed, geopolitik, kebijakan tarif dan arah kebijakan luar negeri AS.

Lagi, Intervensi BI Selamatkan Rupiah dari Rp 17.000, Hari Ini Melemah Atau Menguat?
| Kamis, 15 Januari 2026 | 08:02 WIB

Lagi, Intervensi BI Selamatkan Rupiah dari Rp 17.000, Hari Ini Melemah Atau Menguat?

Intervensi Bank Indonesia (BI) menahan pelemahan lanjutan rupiah. Aksi intervensi setelah pelemahan mendekati level psikologis Rp 17.000.

Harga Saham Emiten Kawasan Industri Kompak Menguat, Pilih KIJA, DMAS atau SSIA?
| Kamis, 15 Januari 2026 | 08:00 WIB

Harga Saham Emiten Kawasan Industri Kompak Menguat, Pilih KIJA, DMAS atau SSIA?

Relokasi industri dari Asia Timur serta meningkatnya permintaan terhadap produk manufaktur bernilai tambah tinggi membuka peluang bagi Indonesia.

Masa Rawan Tiba, Long Weekend Setelah ATH Berpotensi Terjadi Profit Taking
| Kamis, 15 Januari 2026 | 07:52 WIB

Masa Rawan Tiba, Long Weekend Setelah ATH Berpotensi Terjadi Profit Taking

 Namun perlu diwaspadai terjadinya aksi profit taking pada perdagangan Kamis (15/1), menjelang long weekend.

Setelah Menyerap Hampir Rp 2 Triliun, ASII Stop Buyback, Apa Dampaknya ke Harga?
| Kamis, 15 Januari 2026 | 07:37 WIB

Setelah Menyerap Hampir Rp 2 Triliun, ASII Stop Buyback, Apa Dampaknya ke Harga?

Jika mengacu  jadwal awal, periode pembelian kembali saham berakhir pada 30 Januari 2026. ASII melaksanakan buyback sejak 3 November 2025.  

Hore, Bank Mandiri Siap Bagi Dividen Interim, Jumlahnya Mendekati Rp 10 Triliun
| Kamis, 15 Januari 2026 | 07:14 WIB

Hore, Bank Mandiri Siap Bagi Dividen Interim, Jumlahnya Mendekati Rp 10 Triliun

Pembagian dividen interim ini konsistensi Bank Mandiri dalam memberikan nilai optimal bagi para pemegang saham. 

Bayer Indonesia Investasi Fasilitas Produksi dan R&D
| Kamis, 15 Januari 2026 | 07:12 WIB

Bayer Indonesia Investasi Fasilitas Produksi dan R&D

Bayer meresmikan peningkatan fasilitas produksi Multiple Micronutrient Supplement (MMS) dan pengembangan fasilitas R&D dengan investasi € 5 juta.

Menimbang Risiko dan Peluang EXCL Mengarungi Tahun 2026 Pasca Merger
| Kamis, 15 Januari 2026 | 07:01 WIB

Menimbang Risiko dan Peluang EXCL Mengarungi Tahun 2026 Pasca Merger

Memasuki tahun 2026, ketika biaya integrasi mulai berkurang, kinerja EXCL diperkirakan akan kembali positif.

INDEKS BERITA

Terpopuler