Nasib Emiten Indonesia

Rabu, 11 Februari 2026 | 06:10 WIB
Nasib Emiten Indonesia
[ILUSTRASI. Wahyu Tri Rahmawati (KONTAN/Steve GA)]
Wahyu Tri Rahmawati | Senior Editor

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penurunan outlook peringkat Indonesia oleh Moody’s bukan sekadar catatan teknis bagi pemerintah. Sinyal kehati-hatian dari lembaga pemeringkat ini langsung merembet ke dunia usaha. 

Setelah menurunkan outlook utang Indonesia dari stabil ke negatif, Moody's juga menurunkan outlook rating belasan perusahaan Indonesia, baik itu perusahaan pelat merah maupun perusahaan swasta. Sejumlah perusahaan yang terkena imbas antara lain BCA, BRI, Bank Mandiri, BNI, BTN, Pertamina dan anak-anak usahanya, PLN, MIND ID, Indofood, Telkom, Telkomsel, dan United Tractors yang berada di dalam pemeringkatan Moody's.

Dalam logika pemeringkatan, outlook negara berfungsi sebagai payung risiko. Ketika outlook tersebut melemah, ruang gerak perusahaan otomatis ikut menyempit. Moody's menyebutkan, jika outlook negara kembali stabil, maka outlook perusahaan-perusahaan ini juga akan naik lagi, dan sebaliknya.

Biaya pendanaan berpotensi naik dan akses ke pasar keuangan global menjadi lebih selektif. Bagi pelaku usaha, terutama yang memiliki ketergantungan pada pendanaan eksternal dan mata uang asing, penurunan outlook ini menjadi pengingat bahwa risiko makro kini kembali menjadi faktor penentu dalam strategi bisnis dan investasi.

Dalam setengah tahun terakhir, tidak ada perubahan signifikan pada postur kinerja keuangan perusahaan-perusahaan tersebut kecuali BUMN yang baru-baru ini menerima penugasan. Sebaik apa pun tata kelola, perusahaan-perusahaan ini tak mampu menghindari penurunan outlook gara-gara tata kelola negara yang dipertanyakan.

Ketika biaya pendanaan meningkat dan akses kredit menjadi lebih selektif, sektor riil akan menghadapi tekanan dari sisi investasi dan kapasitas produksi. Tekanan juga berpotensi merembet ke rantai pasok dan pasar tenaga kerja.  

Pada akhirnya, tantangan terbesar sektor riil bukan hanya bertahan dari tekanan jangka pendek, tetapi menyesuaikan model bisnis dengan lingkungan risiko yang berubah.

Korporasi di Indonesia menghadapi tekanan dari atas berupa peningkatan risiko negara. Sementara dari bawah, konsumsi rumah tangga yang menyumbang lebih dari separuh ekonomi Indonesia juga menghadapi tekanan.

Untung saja, sebentar lagi Ramadan dan Lebaran. Mau outlook seburuk apa pun, Ramadan dan Lebaran pasti membawa berkah berupa peningkatan konsumsi musiman tertinggi.

Selanjutnya: Rupiah pada Rabu (11/2) Menanti Data Ekonomi

Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

Emiten Prajogo Pangestu Buyback Rp 6,75 Triliun, Analis: Hanya Menahan Koreksi Harga
| Rabu, 11 Februari 2026 | 07:16 WIB

Emiten Prajogo Pangestu Buyback Rp 6,75 Triliun, Analis: Hanya Menahan Koreksi Harga

Lima dari enam emiten Grup Barito milik konglomerat Prajogo Pangestu kompak melaksanakan buyback sejak awal Februari 2026.

Rentetan Peringatan Lembaga Asing Tambah Panjang, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Rabu, 11 Februari 2026 | 06:46 WIB

Rentetan Peringatan Lembaga Asing Tambah Panjang, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

FTSE Russel ini menunda peninjauan (review) saham Indonesia periode Maret 2026. Tinjauan ini diprediksi mempengaruhi pergerakan indeks hari ini.​

Margin Bunga Perbankan Bakal Tertekan
| Rabu, 11 Februari 2026 | 06:40 WIB

Margin Bunga Perbankan Bakal Tertekan

​Tren penurunan suku bunga dan ekspansi kredit berimbal hasil rendah membuat margin bunga perbankan diproyeksi tertekan tahun ini.

FTSE Soroti Pasar Indonesia, Dana Asing Berpeluang Keluar Lagi
| Rabu, 11 Februari 2026 | 06:38 WIB

FTSE Soroti Pasar Indonesia, Dana Asing Berpeluang Keluar Lagi

FTSE Russell menghentikan sementara implementasi penambahan dan penghapusan saham Indonesia dalam indeks

Ekspansi Mall dan Residensial Menopang Kinerja SMRA
| Rabu, 11 Februari 2026 | 06:35 WIB

Ekspansi Mall dan Residensial Menopang Kinerja SMRA

Kinerja PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) didorong potensi penurunan suku bunga dan pemulihan kontribusi recurring income dari pusat perbelanjaan.​

Bank Siapkan Capex TI Jumbo Tahun Ini
| Rabu, 11 Februari 2026 | 06:30 WIB

Bank Siapkan Capex TI Jumbo Tahun Ini

Perbankan secara konsisten memperkuat kapabilitas teknologi informasi (TI) sebagai strategi jangka panjangnya untuk menghadapi tantangan digital

Diversifikasi Bisnis Bakal Dorong Margin Petrosea Tbk (PTRO)
| Rabu, 11 Februari 2026 | 06:30 WIB

Diversifikasi Bisnis Bakal Dorong Margin Petrosea Tbk (PTRO)

Akuisisi PT Singaraja Putra Tbk (SINI) diperkirakan melipatgandakan laba bersih PTRO pada 2026. Simak rincian potensi keuntungan investor!

Reformasi Pasar Modal Bisa Menekan Bisnis Sekuritas
| Rabu, 11 Februari 2026 | 06:27 WIB

Reformasi Pasar Modal Bisa Menekan Bisnis Sekuritas

OJK menarik rem pertumbuhan bisnis sekuritas, mendorong pasar integritas. Kebijakan ini berpotensi picu konsolidasi dan kenaikan biaya kepatuhan.

Nasib Emiten Indonesia
| Rabu, 11 Februari 2026 | 06:10 WIB

Nasib Emiten Indonesia

Ketika biaya pendanaan naik dan akses kredit jadi lebih selektif, sektor riil akan menghadapi tekanan dari sisi investasi dan kapasitas produksi.

Rupiah pada Rabu (11/2) Menanti Data Ekonomi
| Rabu, 11 Februari 2026 | 06:05 WIB

Rupiah pada Rabu (11/2) Menanti Data Ekonomi

Di pasar spot rupiah ditutup pada level Rp 16.811 per dolar Amerika Serikat (AS), melemah 0,04% dari sehari sebelumnya

INDEKS BERITA

Terpopuler