Menyiapkan Infrastruktur dan Layanan Agar Siaran TV Digital Lebih Maksimal

Selasa, 01 Juni 2021 | 12:49 WIB
Menyiapkan Infrastruktur dan Layanan Agar Siaran TV Digital Lebih Maksimal
[ILUSTRASI. Pemerintah menetapkan tarif batas atas (ceiling price) penyewaan berdasarkan metode bottom-up forward-looking long run incremental cost plus (FL-LRIC+) yang bisa dievaluasi setiap tahun.]
Reporter: Anastasia Lilin Y | Editor: Anastasia Lilin Yuliantina

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejak bulan lalu, setiap provinsi di Indonesia telah memiliki penyelenggara multipleksing (mux) untuk kebutuhan siaran televisi (TV) digital. Mayoritas pemenang adalah pemain lama industri pertelevisian. Biarpun belum sepenuhnya satu suara dengan pemerintah, sejumlah pelaku usaha berupaya memenuhi infrastruktur yang dibutuhkan sesuai dengan mandat.  

Pada Senin (3/5), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menetapkan pemenang penyelenggara multipleksing di 22 provinsi. Target pemerintah berikutnya yakni mengejar migrasi siaran televisi analog menjadi digital atawa analog switch off (ASO) dengan tenggat waktu November 2022.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terbaru

Satu Calon Investor Bank Muamalat Lakukan Due Diligence
| Rabu, 09 September 2026 | 06:34 WIB

Satu Calon Investor Bank Muamalat Lakukan Due Diligence

Satu calon investor Bank Muamalat telah melakukan due diligence tahun ini, membuka peluang masuknya pemegang saham baru ​

Himbara Terapkan Pungutan Pajak Transaksi Digital Luar Negeri
| Rabu, 09 September 2026 | 06:30 WIB

Himbara Terapkan Pungutan Pajak Transaksi Digital Luar Negeri

Sistem pemungutan pajak atas transaksi digital luar negeri akan mulai diimplementasikan pada 10 September 2026 

Himbara Terapkan Pungutan Pajak Transaksi Digital Luar Negeri
| Rabu, 09 September 2026 | 06:30 WIB

Himbara Terapkan Pungutan Pajak Transaksi Digital Luar Negeri

Sistem pemungutan pajak atas transaksi digital luar negeri akan mulai diimplementasikan pada 10 September 2026 

Himbara Terapkan Pungutan Pajak Transaksi Digital Luar Negeri
| Rabu, 09 September 2026 | 06:30 WIB

Himbara Terapkan Pungutan Pajak Transaksi Digital Luar Negeri

Sistem pemungutan pajak atas transaksi digital luar negeri akan mulai diimplementasikan pada 10 September 2026 

Dana Kelolaan ETF Emas Bisa Mencapai Rp 1 Triliun
| Rabu, 09 September 2026 | 06:15 WIB

Dana Kelolaan ETF Emas Bisa Mencapai Rp 1 Triliun

Kehadiran exchange traded fund (ETF) emas di pasar finansial domestik cukup mendapat sambutan positif dari investor

Dana Kelolaan ETF Emas Bisa Mencapai Rp 1 Triliun
| Rabu, 09 September 2026 | 06:15 WIB

Dana Kelolaan ETF Emas Bisa Mencapai Rp 1 Triliun

Kehadiran exchange traded fund (ETF) emas di pasar finansial domestik cukup mendapat sambutan positif dari investor

Dana Kelolaan ETF Emas Bisa Mencapai Rp 1 Triliun
| Rabu, 09 September 2026 | 06:15 WIB

Dana Kelolaan ETF Emas Bisa Mencapai Rp 1 Triliun

Kehadiran exchange traded fund (ETF) emas di pasar finansial domestik cukup mendapat sambutan positif dari investor

Bencana Alam Gerus 0,15 Poin Persentase Pertumbuhan Ekonomi
| Rabu, 09 September 2026 | 06:05 WIB

Bencana Alam Gerus 0,15 Poin Persentase Pertumbuhan Ekonomi

Karhutla pada 2019 dengan luas sekitar 1,6 juta ha diperkirakan World Bank menimbulkan kerugian sekitar US$ 5,2 miliar atau setara 0,5% dari PDB

Anggaran Masker
| Rabu, 09 September 2026 | 06:02 WIB

Anggaran Masker

Negara tidak boleh abai dengan membiarkan warga merogoh kocek sendiri demi mendapatkan masker pelindung.

Pengendali Serok 803 Juta Saham BUKA di Atas Harga Pasar, Sinyal Perbaikan Kinerja?
| Rabu, 09 September 2026 | 06:01 WIB

Pengendali Serok 803 Juta Saham BUKA di Atas Harga Pasar, Sinyal Perbaikan Kinerja?

Pada semester I-2026, BUKA masih membukukan rugi bersih sekitar Rp 817,8 miliar dan EBITDA negatif Rp 937,5 miliar.

INDEKS BERITA