Hanya Rp 10.000 selama 30 hari untuk berita pilihan, independen, dan inspiratif Berlangganan Sekarang
Berita Ekonomi

Menyusul Google dan Netlix, Tiktok, Facebook, Amazon dan Apple Pungut Pajak Digital

Sabtu, 08 Agustus 2020 | 08:28 WIB
Menyusul Google dan Netlix, Tiktok, Facebook, Amazon dan Apple Pungut Pajak Digital

ILUSTRASI. Logo TikTok di layar smartphone (6/1/2020). REUTERS/Dado Ruvic

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Konsumen semakin tidak bisa menghindar dari pajak, termasuk pajak atas produk maupun layanan digital. Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak menambah perusahaan asing sebagai pemungut pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 10% atas barang dan jasa digital yang dijual ke pelanggan di Indonesia.

Ada 10 perusahaan digital lagi yang ditunjuk oleh otoritas pajak sebagai pemungut PPN tersebut. Pungutan PPN ini berjalan mulai 1 September 2020.

Ini Artikel Spesial
Hanya dengan berlangganan Rp 10.000 selama 30 hari Anda dapat membaca berita pilihan, independen, dan inspiratif ini.
ATAU
Reporter: Venny Suryanto, Bidara Pink
Editor: Tedy Gumilar

Baca juga