Merger dan Penutupan Ratusan BUMN Dinilai bisa Dongkrak Laba, Asal Integrasi Berhasil
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Streamlining Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dinilai sebagai langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperbaiki tata kelola perusahaan pelat merah. Presiden Prabowo Subianto memperkirakan jumlah BUMN akan terus dipangkas menjadi sekitar 350 entitas pada akhir 2026.
Menurut Prabowo, penutupan 250 BUMN tersebut berpotensi menghemat biaya rutin hingga Rp 50 triliun. Penghematan itu mencakup berbagai komponen, mulai dari gaji direksi dan komisaris, biaya sewa gedung, listrik, transportasi, hingga penyelenggaraan rapat kerja. Bahkan, apabila jumlah BUMN yang ditutup mencapai sekitar 700 entitas, Prabowo memperkirakan efisiensi anggaran dapat meningkat hingga Rp 80 triliun.
