Hanya Rp 10.000 selama 30 hari untuk berita pilihan, independen, dan inspiratif
Berita HOME

Merger Gojek dan Grab Bisa Mempengaruhi Iklim Bisnis Transportasi di ASEAN

Jumat, 04 Desember 2020 | 07:44 WIB
Merger Gojek dan Grab Bisa Mempengaruhi Iklim Bisnis Transportasi di ASEAN

ILUSTRASI. Pemerintah diminta aktif mengawasi proses dan efek merger Gojek-Grab dari berbagai aspek. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/ama.

Reporter: Dimas Andi, Vendy Yhulia Susanto | Editor: Anastasia Lilin Yuliantina

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dua perusahaan aplikasi super yakni Grab asal Singapura dan Gojek asal Indonesia dikabarkan sudah mencapai titik temu untuk melaksanakan merger. Jika terealisasi, merger itu tak hanya berdampak pada kedua perusahaan tapi juga iklim bisnis transportasi di Indonesia dan kawasan ASEAN.

Perkiraan akumulasi nilai aset Grab dan Gojek mencapai US$ 24 miliar atau Rp 336 triliun (kurs Rp 14.000 per dollar AS). Mengutip Bloomberg, para pemimpin masing-masing perusahaan sedang membahas skema detail merger. Upaya itu melibatkan Masayoshi Son dari Softbank Group Corp selaku investor utama Grab.

Ini Artikel Spesial
Hanya dengan berlangganan Rp 10.000 selama 30 hari Anda dapat membaca berita pilihan, independen, dan inspiratif ini.
Login
ATAU
IHSG
6.373,41
0.85%
-54,90
LQ45
988,75
1.36%
-13,63
USD/IDR
14.068
-0,36
EMAS
956.000
0,10%

Baca juga