Mesin Pabrik Melambat, Ancaman PHK Mengintai
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lorong-lorong pabrik pengolahan Indonesia mulai sepi dari hiruk-pikuk rencana ekspansi. Sektor manufaktur nasional kini dipaksa masuk ke fase defensif akibat pukulan ganda: pesanan baru yang seret dan daya beli yang lesu. Imbasnya, utilisasi atau kapasitas operasi mesin pabrik merosot tajam.
Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perindustrian Saleh Husin mengkonfirmasi kondisi lesu bisnis ini. Ia mengatakan perlambatan tersebut dipengaruhi oleh melemahnya permintaan, baik dari pasar domestik maupun ekspor, di tengah ketidakpastian ekonomi global. Tak hanya itu, tekanan berasal dari perlambatan perdagangan dunia, meningkatnya tensi geopolitik, serta volatilitas harga energi.
Baca Juga: Indeks PMI Bulan Juni 2026 Anjlok, Prospek Emiten Manufaktur Jeblok
