Minyak Diserang Katalis Negatif Omicron dan Aksi Profit Taking

Jumat, 03 Desember 2021 | 04:00 WIB
Minyak Diserang Katalis Negatif Omicron dan Aksi Profit Taking
[]
Reporter: Hikma Dirgantara | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak yang sempat melambung kembali turun. Per pukul 19.47 WIB kemarin, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) berada di level US$ 66,70 per barel. Bila dihitung dari level harga tertinggi minyak WTI di US$ 84,15 per barel pada 9 November silam, harga minyak terjun 21,11%. 

Penurunan ini imbas sentimen varian baru virus Covid-19, omicron. Para analis sepakat menyebut, perkembangan varian Covid-19 ini akan menjadi penentu pergerakan harga minyak ke depan. 

Penyebaran varian baru Covid-19 ini menimbulkan kekhawatiran berbagai negara akan kembali melakukan lockdown. Ini akan mengurangi permintaan minyak.

Baca Juga: Harga minyak dunia diproyeksikan masih akan tertekan dalam jangka pendek

Analis Global Kapital Investama Alwi Assegaf menyebut, minyak juga terkena profit taking akibat harga naik tajam. Negara konsumen besar minyak,  seperti Amerika Serikat, China, Korea Selatan, dan India, juga berencana melepas cadangan minyak, membuat harga terkoreksi.

Alwi menambahkan, harga minyak juga tersandung kebijakan The Fed. Pasalnya, sikap The Fed mendadak hawkish dan tidak lagi menyebut inflasi hanya sementara. 

Pernyataan The Fed tersebut memicu kekhawatiran proses tapering akan dipercepat diiringi kenaikan suku bunga. Ini mempengaruhi minat investor terhadap aset yang dianggap berisiko, termasuk komoditas.

Secara outlook, harga minyak dunia bisa menguat bila aktivitas masyarakat kembali normal dan ekonomi pulih. Tapi penyebaran varian omicron akan membatasi pergerakan harga. Alwi memprediksi jika Omicron terkendali harga minyak akan bertahan di atas US$ 70 per barel. Bila sebaliknya, maka US$ 60 akan jadi support psikologis.

Analis Monex Investindo Futures Faisyal menambahkan, dalam jangka pendek minyak masih sulit keluar dari tekanan. Pasalnya, dollar AS tengah dalam tren penguatan. 

Faisyal memperkirakan harga minyak dunia turun hingga akhir kuartal I-2022, menuju US$ 50 per barel. Tapi bila ekonomi tahun depan terbukti membaik, harga bisa ke US$ 80 per barel.

Baca Juga: Harga minyak WTI ambles lebih dari 20% sejak sentuh level tertinggi, ini penyebabnya

Bagikan

Berita Terbaru

Rupiah Anjlok ke Rekor Terlemah: Waspada Pelemahan Lebih Dalam!
| Kamis, 30 April 2026 | 16:49 WIB

Rupiah Anjlok ke Rekor Terlemah: Waspada Pelemahan Lebih Dalam!

Rupiah capai rekor terlemah Rp 17.378 per dolar AS. Ketahui faktor pemicu utama pelemahan ini dan skenario terburuknya.

GOTO Akhirnya Catat Bottom Line Positif, Apa Saja Upaya Jitu Menjaga Laba?
| Kamis, 30 April 2026 | 14:50 WIB

GOTO Akhirnya Catat Bottom Line Positif, Apa Saja Upaya Jitu Menjaga Laba?

Analis mengatakan, perolehan laba bersih GOTO didorong oleh peningkatan signifikan di bisnis financial technology (fintech).

Setelah UAE, Anggota OPEC Lain Berpotensi Ikut Hengkang Manfaatkan Momentum
| Kamis, 30 April 2026 | 14:27 WIB

Setelah UAE, Anggota OPEC Lain Berpotensi Ikut Hengkang Manfaatkan Momentum

Pasca keluarnya Uni Emirate Arab (UEA), kendali OPEC atas pasokan minyak global akan semakin melemah.

Pasokan Kakao Sering Terganggu, Pengembangan Cokelat Lab Jadi Diversifikasi Penting
| Kamis, 30 April 2026 | 12:19 WIB

Pasokan Kakao Sering Terganggu, Pengembangan Cokelat Lab Jadi Diversifikasi Penting

Selain bermitra dengan petani kako di berbagai wilayah, Mondelez juga bermitra dengan start-up untuk mengembangkan bahan baku lab-grown cocoa.

Saham ANTM Tertekan Meski Kinerja Keuangannya Mengesankan, Akibat Ulah Investor Asing
| Kamis, 30 April 2026 | 08:30 WIB

Saham ANTM Tertekan Meski Kinerja Keuangannya Mengesankan, Akibat Ulah Investor Asing

Pelemahan rupiah serta meningkatnya kekhawatiran terhadap kondisi fiskal dan makroekonomi Indonesia memicu aksi jual saham ANTM.

Pupuk Kaltim Investasi untuk Peremajaan Pabrik Amonia
| Kamis, 30 April 2026 | 08:26 WIB

Pupuk Kaltim Investasi untuk Peremajaan Pabrik Amonia

Pihaknya mengucurkan dana berkisar Rp 900 miliar untuk proyek revamping alias peremajaan pabrik Ammonia  Pabrik 2 di Bontang, Kalimantan Timur,

Bantu Anak Usaha Bayar Utang, Energi Mega Persada (ENRG) Rilis Obligasi Rp 500 Miliar
| Kamis, 30 April 2026 | 08:21 WIB

Bantu Anak Usaha Bayar Utang, Energi Mega Persada (ENRG) Rilis Obligasi Rp 500 Miliar

Masa penawaran umum Obligasi Berkelanjutan I Energi Mega Persada Tahap III Tahun 2026 berlangsung pada 11-13 Mei 2026.

Penjualan Emas Kuartal I-2026 Melejit, Laba ANTM Tumbuh Dua Digit
| Kamis, 30 April 2026 | 08:16 WIB

Penjualan Emas Kuartal I-2026 Melejit, Laba ANTM Tumbuh Dua Digit

Segmen emas berkontribusi 81% terhadap total pendapatan ANTM di kuartal I-2026. Pendapatan dari segmen ini tumbuh 11% yoy jadi Rp 23,89 triliun.

Bukalapak (BUKA) Membukukan Rugi Rp 425 Miliar Pada Kuartal I-2026
| Kamis, 30 April 2026 | 08:08 WIB

Bukalapak (BUKA) Membukukan Rugi Rp 425 Miliar Pada Kuartal I-2026

Emiten teknologi yang bergerak di bisnis e-commerce, PT Bukalapak.com Tbk (BUKA), membukukan rugi bersih Rp 425,78 miliar di kuartal I-2026.

Saham Konglomerat Jadi Bandul Pemberat
| Kamis, 30 April 2026 | 08:03 WIB

Saham Konglomerat Jadi Bandul Pemberat

Harga mayoritas saham emiten konglomerat ringsek di sepanjang tahun berjalan ini. DSSA, BBCA dan BREN merupakan tiga saham yang menggerus indeks​.

INDEKS BERITA

Terpopuler