Minyak itu Bahan Baku

Kamis, 02 April 2026 | 06:12 WIB
Minyak itu Bahan Baku
[ILUSTRASI. Asnil Bambani Amri (KONTAN/Indra Surya)]
Asnil Bambani | Senior Editor

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kenaikan harga minyak kerap disederhanakan sebagai persoalan harga bahan bakar minyak (BBM). Kita tahu, BBM hanya wajah paling terlihat dari dampak yang jauh lebih luas. Minyak merupakan komoditas hulu bagi rantai produksi produk modern. Saat harganya naik, gelombangnya akan merambat ke berbagai sektor termasuk produk harian.

Sebut saja industri petrokimia, yang mengandalkan minyak sebagai bahan baku produksi plastik, kemasan, serat sintetis, hingga bahan kimia dasar. Jika harga minyak ini naik, pasti biaya produksi plastik naik. Dampaknya? Harga produk makanan dan minuman yang menggunakan kemasan akan ikut naik.

Efek berikutnya akan terjadi pada sektor logistik. Hampir semua barang melewati proses distribusi yang bergantung pada BBM. Baik BBM yang digunakan kapal, maupun BBM untuk transportasi darat. Kondisi makin sulit saat pelaku industri juga menggunakan minyak sebagai bahan bakar pabriknya. 

Kenaikan biaya ini akan merembet dari pabrik, distributor, lalu ke pengecer, hingga ke konsumen. Inilah yang sering disebut sebagai imported inflation dalam konteks energi, tekanan harga yang datang dari luar, tetapi menyebar ke dalam negeri melalui rantai pasok. 

Sektor pangan juga tidak kebal. Produksi pertanian modern sangat bergantung pada pupuk yang bahan bakunya berbasis energi fosil ini juga. Pun demikian dengan distribusi panennya. Saat harga energi naik, biaya produksi dan distribusi pangan akan ikut menanjak. 

Bagi industri, tekanan ini menjadi lebih kompleks. Kenaikan biaya energi memaksa mereka memilih antara menaikkan harga jual atau memangkas margin. Keduanya bak buah simalakama. Jika harga naik berarti daya beli menurun, jika menurunkan margin maka bisa menghambat ekspansi, investasi, bahkan penyerapan tenaga kerja. 

Memang, pemerintah berusaha menahan kenaikan harga BBM melalui subsidi, namun tekanan dari sisi lain tetap berjalan, khususnya dari kenaikan harga bahan baku, ongkos produksi, dan distribusi. Artinya, kebijakan menahan harga BBM tidak sepenuhnya mengisolasi ekonomi dari dampak global.

Maka itu, respons kebijakan tidak bisa semata fokus pada harga BBM semata. Diperlukan pendekatan menyeluruh, terutama diversifikasi energi dan penguatan industri hulu agar ketergantungan pada minyak bisa dikurangi. Dan harus kita ingat adalah, minyak bahan baku dan menjadi fondasi ekonomi modern. 

Bagikan
Topik Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

Meski Kinerja Lesu, UNTR Tetap Dilirik Berkat Dividen dan Diversifikasi
| Minggu, 05 April 2026 | 16:05 WIB

Meski Kinerja Lesu, UNTR Tetap Dilirik Berkat Dividen dan Diversifikasi

Penjualan emas dari tambang Martabe anjlok drastis menjadi hanya 2 ribu ons per troy hingga Februari 2026, merosot 95% YoY.

Tegakkan Aturan, OJK Jatuhkan Sanksi Rp 96,3 Miliar, Aksi Goreng Saham Jadi Sorotan
| Minggu, 05 April 2026 | 10:58 WIB

Tegakkan Aturan, OJK Jatuhkan Sanksi Rp 96,3 Miliar, Aksi Goreng Saham Jadi Sorotan

Sanksi senilai Rp 29,3 miliar berkaitan langsung dengan praktik manipulasi pasar. Istilah pasar praktik ini adalah goreng menggoreng saham.

Kompetisi Ketat Menjepit! JP Morgan Pangkas Rating MIKA Meski Laba Bersih Meroket
| Minggu, 05 April 2026 | 10:05 WIB

Kompetisi Ketat Menjepit! JP Morgan Pangkas Rating MIKA Meski Laba Bersih Meroket

Kompetisi dengan rumah sakit di Malaysia dan Singapura turut menjadi batu sandungan bagi RS Mitra Keluarga, utamanya di layanan spesialis.

Saham BRMS Terjerembap 33%! Sekuritas Malah Tebar Target Harga Tinggi, Ini Katalisnya
| Minggu, 05 April 2026 | 09:05 WIB

Saham BRMS Terjerembap 33%! Sekuritas Malah Tebar Target Harga Tinggi, Ini Katalisnya

Pergerakan saham BRMS masih tertahan di bawah garis rata-rata pergerakan 20 hari (MA20) pada level Rp 800.

Investasi Perhiasan: Simbol Cinta atau Diversifikasi Portofolio Ideal?
| Minggu, 05 April 2026 | 07:00 WIB

Investasi Perhiasan: Simbol Cinta atau Diversifikasi Portofolio Ideal?

Perhiasan berlian disebut 'beauty investment' yang bisa diwariskan. Simak bagaimana perhiasan bisaberi keuntungan dan jadi aset berharga.

Menyimpan Cuan dari Bisnis Gudang Mini Pribadi
| Minggu, 05 April 2026 | 06:00 WIB

Menyimpan Cuan dari Bisnis Gudang Mini Pribadi

Di tengah keterbatasan ruang hunian perkotaan, kebutuhan gudang pribadi meningkat dan membuka peluang bisnis baru yang m

Mereka yang Kewalahan Melayani Permintaan Keping Emas
| Minggu, 05 April 2026 | 05:50 WIB

Mereka yang Kewalahan Melayani Permintaan Keping Emas

Lonjakan permintaan emas terjadi usai Lebaran dan membuat stok emas menipis di pasar. Kilau logam mulia itu masih diminati oleh investor.

 
Mendulang Cuan dari Ride-Hailing Khusus Perempuan
| Minggu, 05 April 2026 | 05:45 WIB

Mendulang Cuan dari Ride-Hailing Khusus Perempuan

Perempuan butuh rasa aman dan nyaman saat berkendara. Aplikasi transportasi online khusus perempuan hadir menjemput pasar. Bagaimana peluangnya?

 
Ladang Basah Bernilai Triliunan
| Minggu, 05 April 2026 | 05:40 WIB

Ladang Basah Bernilai Triliunan

​Bisnis parkir bukan sekadar urusan tempat mobil dan waktu semata, bisnisnya berkembang sehingga bisa menjadi ladang ekonomi bercuan besar.

Dari Lahan Parkir Berkembang Menjadi Charging Station
| Minggu, 05 April 2026 | 05:30 WIB

Dari Lahan Parkir Berkembang Menjadi Charging Station

Parkir tak lagi sekadar menepikan kendaraan, ia bertransformasi menjadi simpul mobilitas modern dengan beragam layanan.

INDEKS BERITA

Terpopuler