Mitra Investindo (MITI) Kembali Menambang Granit

Sabtu, 27 Juli 2019 | 05:33 WIB
Mitra Investindo (MITI) Kembali Menambang Granit
[]
Reporter: Ika Puspitasari | Editor: Tedy Gumilar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Mitra Investindo Tbk (MITI) kembali menggarap bisnis penambangan batu granit. Padahal di tahun 2015 silam perusahaan ini pernah melepas aset tambang granit yang berlokasi di Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau.

Direktur Independen PT Mitra Investindo Tbk, Diah Pertiwi Ghandi, mengemukakan MITI kembali menggeluti bisnis granit lantaran masih memiliki prospek yang cukup baik. Manajemen melihat ada dorongan dari maraknya pembangunan infrastruktur oleh pemerintah yang diklaim mampu menjadi peluang pertumbuhan bisnis granit.

Nah, MITI berencana memulai bisnis penambangan granit pada kuartal ketiga tahun ini. Sekarang mereka dalam proses finalisasi negosiasi konsesi batuan andesit dengan salah satu perusahaan di Lampung.

Manajemen MITI menargetkan kerjasama produksi granit bisa dimulai pada Agustus 2019. "Potensinya 90%, saat ini menunggu proses negosiasi selesai," ungkap Diah dalam paparan publik MITI, Jumat (26/7).

Untuk tahap awal, Mitra Investindo membidik produksi granit sebesar 10.000 metrik ton per bulan. Sedangkan cadangan komoditas tersebut mencapai 2 juta metrik ton.

Tak sampai di situ, perusahaan ini juga gencar mencari potensi untuk menemukan mitra kerja lain dalam pertambangan granit. Bahkan, sudah ada dua kerjasama lain yang kemungkinan bisa mereka peroleh, dengan cadangan granit masing-masing mencapai 5 juta ton dan 20 juta ton.

Namun, Diah belum bisa menyebut besaran investasi yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis ini. Satu hal yang pasti, Mitra Investindo mengalokasikan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar US$ 1,5 juta untuk memulai bisnis granit tersebut.

Soal sumber pendanaan capex, MITI masih mengandalkan kas internal. Di masa mendatang, jika Mitra Investindo menjadi pemilik mayoritas tambang granit itu, maka mereka membutuhkan pendanaan dari institusi finansial.

Main di migas

Selain bisnis tambang granit, MITI sedang mengembangkan bisnis pengeboran dan pengelolaan lapangan minyak dan gas (migas) dengan salah satu operator lapangan migas di Jambi.

Direktur MITI, Pradopo Subekti, menargetkan bisa memulai kegiatan tersebut pada akhir tahun 2019. Kami berencana mengebor sekitar lima sumur pada tahun ini, ungkap dia.

Untuk melaksanakan pengeboran, MITI membutuhkan dana Rp 5 miliar untuk satu sumur.

Kelak, MITI akan mendapatkan ganti dari ongkos atau biaya pengeboran dan biaya jasa pengeboran sebesar 15% hingga 20% dari biaya yang dibutuhkan.

 

Bagikan

Berita Terbaru

BI Minta Bank Dorong Penyaluran Kredit UMKM
| Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:30 WIB

BI Minta Bank Dorong Penyaluran Kredit UMKM

Pertumbuhan kredit ke sektor tersebut hingga pertengahan 2026 masih tipis, hanya 1,2% secara tahunan

Purbaya Tambah Rp 31 Triliun untuk PPPK Jadi PNS
| Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:11 WIB

Purbaya Tambah Rp 31 Triliun untuk PPPK Jadi PNS

Menkeu Purbaya memastikan tambahan anggaran tersebut tidak menambah defisit anggaran tahun depan    

IHSG Berpeluang Lanjut Menguat Jumat (20/8), Simak Rekomendasi Sejumlah Saham
| Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:03 WIB

IHSG Berpeluang Lanjut Menguat Jumat (20/8), Simak Rekomendasi Sejumlah Saham

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan kembali mengalami penguatan pada perdagangan Jumat (20/8/2026).

SILO Akuisisi 14 RS Senilai Rp 9 Triliun, Lebih dari Sekadar Asset Recycling?
| Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:01 WIB

SILO Akuisisi 14 RS Senilai Rp 9 Triliun, Lebih dari Sekadar Asset Recycling?

Dampak terhadap laba SILO bergantung pada perbandingan antara beban sewa yang berhasil dihindari dengan tambahan depresiasi dan beban bunga.​

Batasan BBM Bersubsidi Hemat Anggaran 10%
| Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:01 WIB

Batasan BBM Bersubsidi Hemat Anggaran 10%

Pemerintah akan membatasi pembelian bahan bakar minyak (BBM) subsidi bagi masyarakat yang masuk desil 10 mulai tahun ini

Dalam Enam Bulan Utang Luar Negeri BI Melesat 72%
| Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:43 WIB

Dalam Enam Bulan Utang Luar Negeri BI Melesat 72%

Posisi utang luar negeri (ULN) bank sentral per akhir Juni 2026 sebesar US$ 42,46 miliar            

Sebelum Berlibur Akhir Pekan, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:35 WIB

Sebelum Berlibur Akhir Pekan, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Setelah asing mulai berbalik melakukan akumulasi, setidaknya tekanan terhadap IHSG menjadi lebih ringan. 

Daya Ungkit Belanja Semakin Menyusut
| Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:33 WIB

Daya Ungkit Belanja Semakin Menyusut

Alokasi belanja pegawai meningkat di tengah penurunan belanja barang dan belanja modal              

Inquiry Lahan Kawasan Industri SSIA Melonjak 88%, Konversi ke Pre-sales Jadi Ujian
| Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:22 WIB

Inquiry Lahan Kawasan Industri SSIA Melonjak 88%, Konversi ke Pre-sales Jadi Ujian

SSIA bakal mengembangkan Subang Smartpolitan Phase 3 seluas 400 ha dengan kebutuhan belanja modal sekitar Rp 1 triliun.

Godzilla El Nino Ancam Produksi Sawit, Bagaimana Prospek Saham AALI?
| Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01 WIB

Godzilla El Nino Ancam Produksi Sawit, Bagaimana Prospek Saham AALI?

Proyeksi kenaikan harga TBS bisa berpengaruh ke AALI karena ketergantungan yang cukup tinggi terhadap pasokan dari pihak eksternal.

INDEKS BERITA

Terpopuler