Mitratel Dikabarkan IPO pada November Tahun Ini

Selasa, 14 September 2021 | 05:30 WIB
Mitratel Dikabarkan IPO pada November Tahun Ini
[]
Reporter: Dityasa H. Forddanta | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Initial public offering (IPO) PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) kian dekat. Berdasarkan informasi yang beredar di pasar, aksi korporasi anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) ini dikabarkan bakal dilaksanakan pada November mendatang.

Manajemen TLKM belum bersedia mengonfirmasi kabar tersebut. Namun, berdasarkan pipeline perusahaan tercatat Bursa Efek Indonesia (BEI), saat ini ada 29 calon perusahaan tercatat yang siap IPO. "Dua di antaranya merupakan anak usaha BUMN," ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna belum lama ini.

Bila IPO terlaksana, Mitratel akan masuk dalam sektor infrastruktur di sub sektor telekomunikasi. PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) dan PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) juga masuk sektor ini.

Akhir bulan lalu, TLKM kembali memperbesar aset Mitratel dengan mengalihkan 4.000 menara. Mitratel saat ini memiliki 28.000 menara.

Gani, analis Ciptadana Sekuritas, menjelaskan, Mitratel bakal memiliki tenancy ratio sekitar 1,57 kali, lebih rendah dibanding TOWR dan TBIG yang memiliki rasio masing-masing 1,89 kali per kuartal II-2021. Namun, Mitratel memiliki EV/EBITDA di kisaran 10 kali, lebih rendah dibanding TBIG dan TOWR masing-masing di 20,15 kali dan 14,11 kali menurut Bloomberg.

IPO Mitratel menjadi salah satu yang paling dinanti investor. Pada saat yang bersamaan, IPO ini juga bakal menguntungkan TLKM. Valuasi TLKM saat ini sebesar 4,8 kali. "Kami melihat ada gain valuasi yang signifikan," ujar Gani.

Selain itu, TLKM melalui MDI Ventures telah mengelola investasi sekitar US$ 900 juta di lebih dari 50 perusahaan startup. Sejumlah startup berstatus unicorn juga bakal IPO, sebuah exit startegy bagi TLKM.

TLKM menargetkan mampu mencetak gain US$ 100 juta sebelum pajak, setara sekitar 5% dari perkiraan laba bersih TLKM menurut perhitungan Gani. "Monetasi menara dan aset digital akan menopang laba dan pertumbuhan dividen TLKM," imbuh dia.

Gani memperkirakan TLKM mampu mencetak keuntungan Rp 22,13 triliun hingga akhir tahun ini. Mempertimbangkan prospek yang ada, Gani merekomendasikan buy TLKM, dengan target harga Rp 4.350 per saham.

Pesaing pepet ketat 

Pemain menara di bursa saham juga tidak kalah ngebut melakukan ekspansi. Misalnya, PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo), anak usaha PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) akan membeli 90% saham PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR).

"Per 30 Juni 2021, TOWR memiliki 21.575 menara, sementara SUPR memiliki 6.422 menara. Pada saat diselesaikannya akuisisi SUPR, maka TOWR bisa punya sekitar 28.000 menara," kata Wakil Direktur Utama TOWR Adam Gifari, Minggu (12/9).

Pendanaan untuk akuisisi ini akan bersumber dari kas internal dan pinjaman bank. Adam mengklaim, perusahaan memiliki neraca yang kuat, dicerminkan oleh rasio leverage net debt dibagi EBITDA rendah yaitu 2,2 kali per Juni 2021 dan akses pendanaan perbankan dengan suku bunga pinjaman di bawah 5% per tahun.

Analis Samuel Sekuritas Yosua Zisokhi dalam riset akhir pekan lalu menghitung, tenancy ratio TOWR nantinya akan mencapai 1,89 kali, bersaing ketat dengan Mitratel, pemilik 28.000 menara dan tenancy ratio sekitar 1,5 kali.

Bagikan

Berita Terbaru

Aksi Akuisisi Grup Djarum Makin Agresif, Portofolio Bisnis Kian Beragam
| Jumat, 31 Juli 2026 | 22:38 WIB

Aksi Akuisisi Grup Djarum Makin Agresif, Portofolio Bisnis Kian Beragam

Aneka manuver bisnis Gru[ Djarum bukan didasari oleh sifat serakah, melainkan dilandasi oleh rasa tidak aman (insecure).

Kinerja Semester I Sektor Ritel Merekah, Saham Mana yang Paling Menarik?
| Jumat, 31 Juli 2026 | 12:00 WIB

Kinerja Semester I Sektor Ritel Merekah, Saham Mana yang Paling Menarik?

Kinerja impresif emiten ritel tidak hanya didorong oleh lonjakan saat Ramadan dan Lebaran, termasuk ketahanan dari kelompok menengah atas.

Sejumlah Stimulus Tak Terserap Optimal
| Jumat, 31 Juli 2026 | 08:36 WIB

Sejumlah Stimulus Tak Terserap Optimal

Realisasi insentif PPN DTP pembelian rumah tapak dan satuan rumah susun sepanjang tahun lalu hanya 86,02%

Laba Fintech GoPay Lampaui Gojek, Bisnis Fintech Kini Jadi Lokomotif Kinerja GOTO
| Jumat, 31 Juli 2026 | 08:30 WIB

Laba Fintech GoPay Lampaui Gojek, Bisnis Fintech Kini Jadi Lokomotif Kinerja GOTO

Untuk pertama kalinya, profitabilitas bisnis fintech (GoPay) melampaui bisnis on demand services (Gojek) pada kuartal II-2026.

Meski Melandai, Risiko Inflasi Masih Mengintai
| Jumat, 31 Juli 2026 | 08:26 WIB

Meski Melandai, Risiko Inflasi Masih Mengintai

Ekonom memperkirakan laju inflasi bulanan dan tahunan Juli 2026 turun dari bulan sebelumnya         

Sektor Hulu Tekstil Masih Tertekan
| Jumat, 31 Juli 2026 | 08:05 WIB

Sektor Hulu Tekstil Masih Tertekan

Kinerja sektor hulu di semester I mengalami penurunan produksi 5% yoy. Hal ini terkait dengan permintaan di sektor hilir yang sedikit menurun.

Sempat Bullish, Saham Bukalapak.com (BUKA) Patut Dicermati
| Jumat, 31 Juli 2026 | 08:00 WIB

Sempat Bullish, Saham Bukalapak.com (BUKA) Patut Dicermati

Keberlanjutan tren positif BUKA di semester II-2026 sangat bergantung pada kemampuannya menjaga pertumbuhan pendapatan berkualitas.

El Nino Ikut Mendorong Pertumbuhan Bisnis AMDK
| Jumat, 31 Juli 2026 | 07:53 WIB

El Nino Ikut Mendorong Pertumbuhan Bisnis AMDK

Cuaca yang lebih panas dan kering umumnya meningkatkan kebutuhan hidrasi masyarakat sehingga bisa meningkatkan permintaan AMDK.

Andalkan Home Appliances, Selaras Citra (SCNP) Kejar Pendapatan Rp 388,8 Miliar
| Jumat, 31 Juli 2026 | 07:46 WIB

Andalkan Home Appliances, Selaras Citra (SCNP) Kejar Pendapatan Rp 388,8 Miliar

SCNP juga membidik laba bersih sebesar Rp 24,30 miliar dengan target volume produksi mencapai 1.594.062 unit hingga akhir tahun.

Rebalancing Indeks SMC Liquid, Simak Saham Pilihan Analis
| Jumat, 31 Juli 2026 | 07:43 WIB

Rebalancing Indeks SMC Liquid, Simak Saham Pilihan Analis

Bursa Efek Indonesia melakukan evaluasi mayor terhadap indeks small mid cap (SMC) Liquid yang berisi saham berkapitalisasi kecil dan menengah 

INDEKS BERITA

Terpopuler