MPPA Mencetak Kenaikan Penjualan Online 21,3%

Rabu, 04 Agustus 2021 | 07:00 WIB
MPPA Mencetak Kenaikan Penjualan Online 21,3%
[]
Reporter: Dityasa H. Forddanta | Editor: Harris Hadinata

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) membukukan penjualan kotor lebih dari Rp 2 triliun pada kuartal kedua tahun ini. Perolehan ini tumbuh 16,2% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut juga tak lepas dari kenaikan penjualan online sebesar 21,3% secara tahunan.

Dampak positif dari sinergi bisnis offline to online (O2O) yang diterapkan oleh MPPA mulai terlihat dengan tercapainya rasio penjualan online terhadap penjualan reguler sebesar 5,8% pada Juni kemarin. "Ini merupakan rasio tertinggi sejak kami bertransformasi ke bisnis O2O," ujar Elliot Dickson, Chief of Executive Officer MPPA, dalam keterangan resmi, Selasa (3/8).

Dia menambahkan, rasio tersebut diperkirakan akan terus tumbuh. Sejalan dengan pertumbuhan ini, market share MPPA di segmen supermarket dan hipermarket saat ini mencapai 24,1%, menurut IQ Nielson.

"Kami optimistis MPPA mampu bertransformasi menjadi salah satu pemain online groceries terbesar di Indonesia. Ini sejalan dengan semua sinergi yang kami lakukan bersama Indonesian Giant Tech seperti GoMart, Tokopedia, GrabMart, Shopee, BliBli dan JD.id," imbuh Elliot.

Ke depan, MPPA bakal terus memperkuat segmen bisnis online ini sebagai langkah strategis pengembangan bisnis. MPPA akan menambah lebih banyak toko online untuk berpartisipasi dalam kolaborasi yang sudah dijalankan dan mengembangkan lebih banyak kolaborasi baru dengan marketplace lain di Indonesia. Saat ini, MPPA memiliki 212 toko dengan jaringan distribusi ke 72 kota di seluruh Indonesia.

 

Bagikan

Berita Terbaru

Menilik Tambang Mineral DEWA yang Mengincar Izin Operasi Produksi dan Berencana IPO
| Rabu, 15 April 2026 | 19:02 WIB

Menilik Tambang Mineral DEWA yang Mengincar Izin Operasi Produksi dan Berencana IPO

Manajemen PT Darma Henwa Tbk (DEWA) mengemukakan rencananya untuk membawa anak usahanya PT Gayo Mineral Resources melantai di Bursa Efek Indonesia

HPM Nikel Baru Efektif Berlaku, Produsen Bahan Baku Baterai NCKL dan MBMA Tertekan
| Rabu, 15 April 2026 | 15:20 WIB

HPM Nikel Baru Efektif Berlaku, Produsen Bahan Baku Baterai NCKL dan MBMA Tertekan

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mulai efektif menerapkan Harga Patokan Mineral (HPM) baru untuk nikel dan bauksit.

Pemerintah Siapkan Pembelaan Tuduhan AS
| Rabu, 15 April 2026 | 11:00 WIB

Pemerintah Siapkan Pembelaan Tuduhan AS

Pemerintah akan menyerahkan dokumen submission comment paling lambat 15 April 2026                  

Geser Strategi dan Menggenjot 5G, EXCL Berpeluang Besar Mencetak Laba
| Rabu, 15 April 2026 | 10:13 WIB

Geser Strategi dan Menggenjot 5G, EXCL Berpeluang Besar Mencetak Laba

Tekanan terhadap bottom line masih bersifat sementara dan mencerminkan fase transisi menuju efisiensi operasional.

ADB Ramal Pertumbuhan Ekonomi RI Stabil di 5,2%
| Rabu, 15 April 2026 | 09:54 WIB

ADB Ramal Pertumbuhan Ekonomi RI Stabil di 5,2%

Proyeksi pertumbuhan ekonomi RI oleh ADB masih di bawah target pemerintah yang sebesar 5,4% pada tahun ini

Target Tax Ratio 2026 Masih Sulit Tercapai
| Rabu, 15 April 2026 | 09:47 WIB

Target Tax Ratio 2026 Masih Sulit Tercapai

Presiden Prabowo Subianto ingin rasio pajak alias tax ratio Indonesia pada tahun ini mencapai 13%   

Ongkos BI untuk Angkat Rupiah Makin Mahal
| Rabu, 15 April 2026 | 09:15 WIB

Ongkos BI untuk Angkat Rupiah Makin Mahal

Bank Indonesia mengintensifkan frekuensi lelang hingga mengerek imbal hasil SRBI                    

Fundamental Rentan, Rupiah Kian Terbenam
| Rabu, 15 April 2026 | 08:32 WIB

Fundamental Rentan, Rupiah Kian Terbenam

Rupiah menyentuh rekor terburuk Rp17.127 per dolar AS. Pelemahan bukan hanya karena perang, tetapi rapuhnya fondasi domestik. 

Mengangkat Indeks, Menarik Asing, tetapi Terus Dicurigai
| Rabu, 15 April 2026 | 08:10 WIB

Mengangkat Indeks, Menarik Asing, tetapi Terus Dicurigai

Berbagai instrumen pengawasan, notasi, penghentian sementara, dan parameter teknis kerap hadir tanpa penjelasan yang memadai.

Cadangan Devisa Turun, Ketahanan Fiskal Mengkhawatirkan, Cek Proyeksi Rupiah Hari Ini
| Rabu, 15 April 2026 | 07:54 WIB

Cadangan Devisa Turun, Ketahanan Fiskal Mengkhawatirkan, Cek Proyeksi Rupiah Hari Ini

Di domestik, pasar tertuju pada data fundamental dan persepsi ketahanan fiskal Indonesia. Ini mempengaruhi gerak rupiah.

INDEKS BERITA

Terpopuler