Berita *Global

Musik Mati, Hening Suara Orkestra Perempuan di Afghanistan Pasca Pendudukan Taliban

Jumat, 03 September 2021 | 18:50 WIB
Musik Mati, Hening Suara Orkestra Perempuan di Afghanistan Pasca Pendudukan Taliban

ILUSTRASI. Terakhir kali berkuasa, Militan Islam Taliban melarang musik dan perempuan untuk bekerja. U.S. Marine Corps/Staff Sgt. Victor Mancilla/Handout via REUTERS

Sumber: Reuters | Editor: Anastasia Lilin Yuliantina

KONTAN.CO.ID - Negin Khpalwak sedang duduk di rumahnya di Kabul ketika mendapat kabar bahwa Taliban telah mencapai pinggiran ibu kota. Konduktor terkenal berusia 24 tahun yang pernah menjadi wajah orkestra perempuan Afghanistan itu, mulai panik.

Berlari di sekitar ruangan, Khpalwak mengambil jubah untuk menutupi lengan yang telanjang dan menyembunyikan satu set drum dekoratif kecil. Kemudian dia mengumpulkan foto-foto dan kliping pers dari pertunjukan musiknya yang terkenal. 

Ini Artikel Spesial

Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan atau membeli artikel ini.

Sudah berlangganan? Masuk

Berlangganan

Berlangganan Hanya dengan 20rb/bulan Anda bisa mendapatkan berita serta analisis ekonomi, bisnis, dan investasi pilihan

Rp 20.000

Bayar per artikel

Hanya Rp 5.000 untuk membaca artikel ini

Rp 5.000

Berlangganan dengan Google

Anda dapat menggunakan akun Google sebagai metode pembayaran karena Google akan mengingat metode yang sudah pernah digunakan.

Terbaru