Nilai Impor Melonjak, Defisit Migas Semakin Melebar
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Defisit neraca perdagangan sektor minyak dan gas (migas) terus melebar sepanjang tahun ini. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, defisit neraca perdagangan migas pada periode Januari–Mei 2026 mencapai US$ 12,28 miliar, melonjak 59% dibandingkan periode yang sama tahun lalu US$ 7,72 miliar.
Pelebaran defisit tersebut terutama dipicu oleh lonjakan nilai impor migas yang terdorong harga minyak global. Sepanjang Januari–Mei 2026, nilai impor migas meningkat 27,89% menjadi US$ 17,45 miliar, dari US$ 13,64 miliar pada periode sama tahun lalu.
Baca Juga: Strategi Melepas Ketergantungan dari LPG Impor, dari CNG sampai DME
