Nina Bobok Stabilitas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 06:11 WIB
Nina Bobok Stabilitas
[ILUSTRASI. TAJUK - Hasbi Maulana (KONTAN/Indra Surya)]
Hasbi Maulana | Managing Editor

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kabar baik datang bertubi-tubi pada hari pertama tahun 2026. Pemerintah melalui Kementerian ESDM memastikan tarif listrik tidak akan naik selama triwulan I-2026. Di sektor pangan, stok beras nasional mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah (3,39 juta ton per akhir 2025). Di atas kertas, kapal besar bernama Indonesia tampak tenang mengarungi samudra 2026.

Namun, kita perlu waspada. Ketenangan di permukaan ini bisa membuat lengah. Stabilitas harga dan tarif berpotensi menina-bobokan kita dari penyakit ekonomi yang sesungguhnya: keroposnya daya beli kelas menengah yang kian parah.

Kita patut mengapresiasi keputusan pemerintah menahan tarif listrik. Ini langkah logis tidak menambah beban.

Namun, jika harga-harga stabil (inflasi rendah) bukan efek pasokan yang efisien melainkan karena masyarakat memang "kurang mampu membeli", maka kita sedang dalam masalah besar. Ekonomi yang diam bukan berarti sehat; bisa jadi ia sedang pingsan. Jangan sampai stabilitas harga lebih terasa sebagai gejala "permintaan yang mati" ketimbang "pengendalian sakti".

Bagi masyarakat, terutama kelas menengah, tarif listrik yang "tetap" bukanlah diskon. Beban biaya hidup—mulai dari pajak, biaya pendidikan, hingga transportasi—sudah terlanjur tinggi. Ketika pendapatan stagnan, biaya yang "tidak naik" tetaplah beban berat yang harus dipikul dengan napas tersengal.

Fenomena mantab (makan tabungan) yang menghantui sejak tahun lalu belum terobati. Mereka menjadi kelompok paling rentan: terlalu kaya untuk layak menerima bansos, tapi terlalu lemah untuk menjadi andalan pertumbuhan ekonomi.

Jika pemerintah lupa mengupayakan kenaikan pendapatan masyarakat (daya beli), ekonomi hanya akan berjalan di tempat. Kebijakan defensif bukan obat yang menyembuhkan penyakit utamanya: minimnya lapangan kerja berkualitas dan pendapatan yang tergerus.

Sudah saatnya orientasi kebijakan di 2026 bergeser. Jangan hanya puas menjadi "penjaga gawang" inflasi dan tarif. Pemerintah harus menjadi "striker" yang agresif menciptakan insentif riil bagi industri untuk menyerap tenaga kerja. 

Pada akhirnya rakyat tidak makan statistik makro yang indah dan mengagumkan. Rakyat butuh logistik yang terbeli dengan pendapatan yang memadai. Jangan sampai stabilitas 2026 menjadi ketenangan semu sebelum kemerosotan daya beli benar-benar menghantam fondasi ekonomi kita.
Kriiiiingggg!

Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

Penanaman Modal Melesat, Tapi Belum Optimal Ciptakan Lapangan Kerja
| Jumat, 17 Juli 2026 | 11:16 WIB

Penanaman Modal Melesat, Tapi Belum Optimal Ciptakan Lapangan Kerja

Sepanjang semester I-2026, realisasi investasi yang masuk Indonesia telah mencapai Rp 1.010,6 triliun.

Sebelum Berlibur Akhir Pekan, Simak Dulu Rekomendasi Saham Hari Ini, Jumat (17/7)
| Jumat, 17 Juli 2026 | 08:58 WIB

Sebelum Berlibur Akhir Pekan, Simak Dulu Rekomendasi Saham Hari Ini, Jumat (17/7)

Pasar masih mencermati pergerakan rupiah. Meski kemarin menguat, tapi rupiah masih berada di atas Rp 18.000 per dolar Amerika Serikat (AS). 

Ada Kabar Dual Listing di Hong Kong, Berikut Penjelasan Bos Amman Mineral (AMMN)
| Jumat, 17 Juli 2026 | 07:45 WIB

Ada Kabar Dual Listing di Hong Kong, Berikut Penjelasan Bos Amman Mineral (AMMN)

Fokus AMMN, menjalankan strategi bisnis yang telah ditetapkan dan penciptaaan nilai jangka panjang yang berkelanjutan bagi para pemegang saham. 

Menjelang Libur Akhir Pekan, Berikut Proyeksi IHSG Hari Ini, Jumat (17/7)
| Jumat, 17 Juli 2026 | 07:38 WIB

Menjelang Libur Akhir Pekan, Berikut Proyeksi IHSG Hari Ini, Jumat (17/7)

Penguatan IHSG didukung  kenaikan saham berkapitalisasi besar. Terutama, sektor perbankan seperti BMRI dan BBRI, serta AMMN dan ASII

Antusiasme Tinggi, Kuota ORI030 Naik
| Jumat, 17 Juli 2026 | 06:55 WIB

Antusiasme Tinggi, Kuota ORI030 Naik

Ketidakpastian makroekonomi serta arah suku bunga menyebabkan investor lebih meminati instrumen yang lebih aman 

Rilis 800 Juta Saham, HATM Siap Gelar Private Placement
| Jumat, 17 Juli 2026 | 06:45 WIB

Rilis 800 Juta Saham, HATM Siap Gelar Private Placement

PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM) siap menggelar private placement dengan menerbitkan maksimal 800 juta saham. 

DYAN Bidik Pertumbuhan Pendapatan 5%
| Jumat, 17 Juli 2026 | 06:43 WIB

DYAN Bidik Pertumbuhan Pendapatan 5%

DYAN akan mengandalkan penguatan penyelenggaraan intellectual property (IP) event sebagai motor pertumbuhan,

Bank Asing Membidik Korporasi Domestik
| Jumat, 17 Juli 2026 | 06:40 WIB

Bank Asing Membidik Korporasi Domestik

Bank asing memperluas kredit ke korporasi domestik demi menjaga pertumbuhan bisnis.                     

Kemenperin Menggodok Lembaga Kawasan Industri
| Jumat, 17 Juli 2026 | 06:39 WIB

Kemenperin Menggodok Lembaga Kawasan Industri

Himpunan Kawasan Industri (HKI) menyatakan dukungan terhadap rencana pembentukan Dewan Kawasan Industri Nasional (DKIN) di bawah Presiden.

Kelebihan Pasokan Masih Bayangi Industri Semen
| Jumat, 17 Juli 2026 | 06:35 WIB

Kelebihan Pasokan Masih Bayangi Industri Semen

Faktor kunci yang akan menentukan adalah kecepatan realisasi proyek fisik dan belanja pemerintah pusat

INDEKS BERITA

Terpopuler