November, Asing Bawa Keluar Dana Rp 23,35 Triliun dari SBN

Jumat, 19 November 2021 | 04:20 WIB
November, Asing Bawa Keluar Dana Rp 23,35 Triliun dari SBN
[]
Reporter: Hikma Dirgantara | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Aksi jual asing atas kepemilikan aset di surat berharga negara (SBN) belum berakhir. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, sepanjang 1-15 November asing menarik dana Rp 23,35 triliun dari SBN.

Alhasil, per 15 November, jumlah kepemilikan investor asing di SBN tinggal Rp 925,92 triliun. Di awal 2021, kepemilikan asing masih Rp 976,48 triliun. Jadi asing telah melepas Rp 50,56 triliun tahun ini. Kepemilikan asing di SBN kini susut menjadi 20,71% dari 25,23% pada awal tahun ini.

Head of Fixed Income Trimegah Asset Management Darma Yudha mengatakan, aksi jual ini memang tidak bisa dihindari seiring tapering dan ekspektasi terjadinya stagflasi, yaitu inflasi dan kontraksi ekonomi yang terjadi bersamaan. Alhasil, investor asing keluar dari emerging market dan kembali ke pasar obligasi Amerika Serikat (AS) atau memegang cash.

Baca Juga: Asing terus net sell empat hari terakhir, simak penjelasan analis

Investor asing cenderung wait and see sembari memastikan inflasi hanya sementara atau struktural seperti yang ditakutkan, dan membuat The Fed menaikkan suku bunga lebih cepat dari perkiraan. 

Meski begitu, Yudha menyebut, investor domestik mampu menggantikan posisi investor asing yang keluar. Buktinya, yield SBN acuan 10 tahun stabil, meski ada aksi jual asing. 

Apalagi, suplai SBN di pasar primer melalui lelang sudah ditutup. Jadi, ketika investor asing menjual SBN di pasar sekunder, investor domestik yang masih punya likuiditas akan menyerap suplai. 

Associate Director Fixed Income Anugerah Sekuritas Ramdhan Ario Maruto menyebut, SUN seri acuan paling banyak dilepas asing. Namun, pasokan SBN dari pasar primer sudah dihentikan, sehingga SBN hanya dapat dibeli lewat pasar sekunder.

Secara umum, Yudha bilang, seri yang dijual investor asing adalah seri menengah panjang. Sementara seri tenor pendek minim dijual.
Tapi Yudha yakin, capital outflow sudah tidak akan lagi signifikan ke depannya. "Saat ini asing yang tersisa di pasar SBN kebanyakan investor jangka panjang," imbuh dia. 

Ramdhan juga segendang sepenarian. Jadi, kecil kemungkinan outflow asing di SBN berlanjut.

Untuk menarik investor asing, Yudha menyebut, syaratnya adalah penguatan rupiah. Dia menilai, data ekonomi Indonesia makin membaik dan cadangan devisa kuat, sehingga stabilitas kurs rupiah akan terjaga. 

Baca Juga: Sepanjang November, capital outflow di pasar SBN sentuh Rp 23,35 triliun

Terlebih, yield SBN Indonesia terlalu menarik diabaikan. "Secara fundamental maupun makro, kondisi Indonesia saat ini sudah jauh lebih baik. Dengan real yield yang masih menarik, ketahanan pasar sudah teruji, serta secara risiko Indonesia punya pengelolaan utang yang baik, investor asing cepat atau lambat akan kembali masuk ke pasar SBN," kata Ramdhan yakin.

Bagikan

Berita Terbaru

BI Tahan BI Rate 5,75%: SRBI Masih Seksi di Mata Investor, Saham Belum Jadi Pilihan
| Kamis, 20 Agustus 2026 | 10:00 WIB

BI Tahan BI Rate 5,75%: SRBI Masih Seksi di Mata Investor, Saham Belum Jadi Pilihan

Pasar saham membutuhkan katalis yang lebih banyak untuk menarik minat investor dibandingkan pasar obligasi.

Pertumbuhan Laba Belum Mendorong Laju Saham Emiten Hermanto Tanoko
| Kamis, 20 Agustus 2026 | 09:06 WIB

Pertumbuhan Laba Belum Mendorong Laju Saham Emiten Hermanto Tanoko

Meski laba tumbuh, sejumlah emiten yang terafiliasi dengan pengusaha Hermanto Tanoko masih terkoreksi dalam.

Harga Komoditas Terus Menguat, Laba Emiten Bahan Kimia Melesat
| Kamis, 20 Agustus 2026 | 08:52 WIB

Harga Komoditas Terus Menguat, Laba Emiten Bahan Kimia Melesat

Sejumlah faktor utama jadi pendorong kinerja emiten bahan kimia. Salah satunya harga komoditas kimia menguat akibat gangguan pasokan gas global.

Sentimen FTSE dan Utang Luar Negeri Indonesia Melejit, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini
| Kamis, 20 Agustus 2026 | 08:52 WIB

Sentimen FTSE dan Utang Luar Negeri Indonesia Melejit, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini

Pelemahan IHSG akibat sentimen utang luar negeri (ULN) Indonesia yang meningkat 4,4% yoy dan sentimen FTSE.

Pengendali EDGE Memperpanjang Periode Tender Sukarela
| Kamis, 20 Agustus 2026 | 08:42 WIB

Pengendali EDGE Memperpanjang Periode Tender Sukarela

Digital Edge (Hong Kong) Ltd kembali memperpanjang periode penawaran tender sukarela ketiga untuk membeli saham PT Indointernet Tbk (EDGE)

Rogoh Kocek Rp 150 Miliar, Prodia (PRDA) Siap Buyback Saham
| Kamis, 20 Agustus 2026 | 08:35 WIB

Rogoh Kocek Rp 150 Miliar, Prodia (PRDA) Siap Buyback Saham

PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA)  akan melakukan aksi buyback mulai hari ini, Kamis (20/8) hingga 19 November 2026.​

Keputusan FTSE Menahan Kembalinya Arus Dana Asing ke Pasar Saham
| Kamis, 20 Agustus 2026 | 08:22 WIB

Keputusan FTSE Menahan Kembalinya Arus Dana Asing ke Pasar Saham

FTSE memperpanjang penundaan penambahan saham baru dari bursa Indonesia serta sebagian besar perubahan klasifikasi indeks hingga Desember 2026

Merespons Sentimen FTSE dan BI Rate, IHSG Kamis (20/6) Berpotensi Bergerak Terbatas
| Kamis, 20 Agustus 2026 | 07:51 WIB

Merespons Sentimen FTSE dan BI Rate, IHSG Kamis (20/6) Berpotensi Bergerak Terbatas

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Kamis (20/26) masih berpotensi bergerak terbatas di kisaran 6.330-6.490.

Zyrexindo Mandiri Buana (ZYRX) Bidik Pasar Ritel dan Korproasi
| Kamis, 20 Agustus 2026 | 07:47 WIB

Zyrexindo Mandiri Buana (ZYRX) Bidik Pasar Ritel dan Korproasi

Segmen business-to-consumer (B2C) menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan perusahaan pada 2026.

Mumpung Tengah Disuspensi Lagi, Mengupas Saham DOOH Agar tak Terjebak Ekspektasi
| Kamis, 20 Agustus 2026 | 07:45 WIB

Mumpung Tengah Disuspensi Lagi, Mengupas Saham DOOH Agar tak Terjebak Ekspektasi

Butuh bukti perubahan pengendali benar-benar menghasilkan perbaikan fundamental, mulai dari pertumbuhan pendapatan hingga arus kas bebas.

INDEKS BERITA

Terpopuler