NPL UMKM Naik, Penjaminan Makin Selektif

Jumat, 18 September 2026 | 05:30 WIB
NPL UMKM Naik, Penjaminan Makin Selektif
[ILUSTRASI. Kanton - BRI Ultra Mikro Kilas Online (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)]
Reporter: Ferry Saputra | Editor: Nina Dwiantika

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kenaikan rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) UMKM membuat industri penjaminan memperketat pengelolaan risiko. Meski begitu, dukungan terhadap pembiayaan sektor produktif tetap berlanjut, dengan penekanan lebih besar pada kualitas portofolio.

Data perbankan menunjukkan, NPL UMKM naik dari 4,41% pada Juni 2025 menjadi 4,54% pada Juni 2026. Kondisi ini menjadi perhatian industri penjaminan karena berpotensi meningkatkan risiko klaim dan memengaruhi selera perusahaan dalam menjamin sektor tertentu.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan
Topik Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

Reli Harga Komoditas Energi Sedikit Tertahan
| Jumat, 18 September 2026 | 06:15 WIB

Reli Harga Komoditas Energi Sedikit Tertahan

Reli harga komoditas energi sedikit tertahan setelah sempat melonjak akibat meningkatnya risiko gangguan pasokan di Timur Tengah

Dilema Arah Suku Bunga Acuan Bank Indonesia
| Jumat, 18 September 2026 | 06:11 WIB

Dilema Arah Suku Bunga Acuan Bank Indonesia

Kenaikan Fed fund rate m        embuat Bank Indonesia terjebak di posisi sulit                      

Ekspansi Pabrik Dongkrak Kinerja Indah Kiat Pulp & Paper (INKP)
| Jumat, 18 September 2026 | 06:00 WIB

Ekspansi Pabrik Dongkrak Kinerja Indah Kiat Pulp & Paper (INKP)

Kinerja PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) tahun ini bakal didorong segmen kertas industri dan peningkatan produksi

Likuiditas Dana Pensiun Mulai Menipis
| Jumat, 18 September 2026 | 06:00 WIB

Likuiditas Dana Pensiun Mulai Menipis

Pembayaran manfaat lebih tinggi, likuiditas dapen ketat.                                                  

Saham SQMI Rebound 12,64% ke Rp 98, Terlihat Big Distribution Sepanjang September
| Jumat, 18 September 2026 | 05:49 WIB

Saham SQMI Rebound 12,64% ke Rp 98, Terlihat Big Distribution Sepanjang September

Volatilitas tinggi mewarnai perjalanan saham PT Wilton Makmur Indonesia Tbk (SQMI) sepanjang September 2026 berjalan.

Risiko Bisnis Marine Cargo Meningkat
| Jumat, 18 September 2026 | 05:45 WIB

Risiko Bisnis Marine Cargo Meningkat

 Keterlambatan, pengurangan volume angkut maupun kenaikan biaya logistik harus mengacu pada risiko yang ditanggung.

Harga Minyak di Atas US$ 100: Antara Saham BULL, SOCI, dan WINS Mana Menarik?
| Jumat, 18 September 2026 | 05:41 WIB

Harga Minyak di Atas US$ 100: Antara Saham BULL, SOCI, dan WINS Mana Menarik?

PT Soechi Lines Tbk (SOCI), PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL), dan PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS) punya karakter bisnis yang berbeda.

NPL UMKM Naik, Penjaminan Makin Selektif
| Jumat, 18 September 2026 | 05:30 WIB

NPL UMKM Naik, Penjaminan Makin Selektif

Data perbankan menunjukkan, NPL UMKM naik dari 4,41% pada Juni 2025 menjadi 4,54% pada Juni 2026. ​       

Reshuffle Kabinet & Keputusan Bunga The Fed Jadi Penentu, Begini Proyeksi Laju IHSG
| Jumat, 18 September 2026 | 05:24 WIB

Reshuffle Kabinet & Keputusan Bunga The Fed Jadi Penentu, Begini Proyeksi Laju IHSG

Kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin diperkirakan tidak serta-merta memicu capital outflow dari pasar Indonesia.​

Keran Likuiditas BI Dibuka: Sinyal Hijau Kredit Korporasi, Ritel Masih Gigit Jari
| Jumat, 18 September 2026 | 05:22 WIB

Keran Likuiditas BI Dibuka: Sinyal Hijau Kredit Korporasi, Ritel Masih Gigit Jari

Ruang pelonggaran likuiditas hadapi ujian besar pasca The Federal Reserve menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin menjadi 3,75%-4%

INDEKS BERITA