Reli Harga Komoditas Energi Sedikit Tertahan

Jumat, 18 September 2026 | 06:15 WIB
Reli Harga Komoditas Energi Sedikit Tertahan
[ILUSTRASI. Harga Minyak Mentah Dunia (REUTERS/Eli Hartman)]
Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Reli harga komoditas energi sedikit tertahan setelah sempat melonjak akibat meningkatnya risiko gangguan pasokan di tengah eskalasi geopolitik di Timur Tengah. Namun, harga energi diperkirakan masih bergerak volatil hingga akhir 2026 karena risiko geopolitik belum sepenuhnya mereda.

Melansir Bloomberg pada Kamis (17/9), harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berada di level US$ 100,43 per barel atau melemah -1,95% dalam sehari. Tapi sebulan terakhir, harga minyak WTI telah melonjak hampir 20%. Minyak brent dihargai US$ 103,1 per barel, turun -2,5% secara harian, namun masih mencatat kenaikan 15% dalam sebulan.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan
Topik Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

Ada Peluang Rotasi di Era Bunga Tinggi
| Jumat, 18 September 2026 | 07:04 WIB

Ada Peluang Rotasi di Era Bunga Tinggi

Menakar emiten yang untung dan buntung di era suku bunga tinggi, pasca  The Fed menaikkan suku bunga acuannya 25 basis poin (bps) ke 3,75%-4%.

Bunga Fed Naik, Likuiditas Valas Asia Menyusut
| Jumat, 18 September 2026 | 07:00 WIB

Bunga Fed Naik, Likuiditas Valas Asia Menyusut

Kenaikan bunga The Federal Reserve (The Fed) dapat memperlebar selisih imbal hasil aset berbasis dolar AS dan aset emerging market. 

Pergerakan Rupiah Pada Jumat (18/9) Dipicu Sentimen Fed
| Jumat, 18 September 2026 | 06:45 WIB

Pergerakan Rupiah Pada Jumat (18/9) Dipicu Sentimen Fed

Pelemahan rupiah dipicu oleh keputusan The Federal Reserve yang menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 3,75%–4,00%. 

Aktivitas Bisnis Berkembang, Kredit Produktif Melaju Kencang
| Jumat, 18 September 2026 | 06:40 WIB

Aktivitas Bisnis Berkembang, Kredit Produktif Melaju Kencang

​Kredit produktif melaju di tengah meningkatnya aktivitas bisnis, sementara kredit konsumsi masih lesu akibat daya beli masyarakat yang terbatas

Ada Potensi Penguatan Lanjutan
| Jumat, 18 September 2026 | 06:37 WIB

Ada Potensi Penguatan Lanjutan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Jumat (18/9)

Deposito Himbara Mekar, Sedang Bank Swasta Layu
| Jumat, 18 September 2026 | 06:30 WIB

Deposito Himbara Mekar, Sedang Bank Swasta Layu

​Deposito bank BUMN melesat, sementara bank swasta justru tertekan. Strategi mengejar dana murah menjadi kunci di tengah persaingan likuiditas

Entitas Usaha Haji Isam Bakal Akuisisi 10 Miliar Saham BYAN
| Jumat, 18 September 2026 | 06:29 WIB

Entitas Usaha Haji Isam Bakal Akuisisi 10 Miliar Saham BYAN

Pemegang saham utama BYAN, Low Tuck Kwong dan Elaine Low meneken Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat dengan PT Jhonlin Baratama pada Rabu (16/9).

Usulan Perubahan Batas Defisit APBN Mencuat
| Jumat, 18 September 2026 | 06:27 WIB

Usulan Perubahan Batas Defisit APBN Mencuat

Batas defisit anggaran dalam UU Keuangan Negara dinilai DPR bukan angka absolut                     

Prospek Remitansi Masih Cerah
| Jumat, 18 September 2026 | 06:25 WIB

Prospek Remitansi Masih Cerah

​Remitansi pekerja migran Indonesia terus meningkat, membuka peluang bisnis perbankan dari layanan pengiriman uang hingga produk keuangan

Reli Harga Komoditas Energi Sedikit Tertahan
| Jumat, 18 September 2026 | 06:15 WIB

Reli Harga Komoditas Energi Sedikit Tertahan

Reli harga komoditas energi sedikit tertahan setelah sempat melonjak akibat meningkatnya risiko gangguan pasokan di Timur Tengah

INDEKS BERITA

Terpopuler