Oil Settles Up Despite OPEC+ Output Hike Plan; Supply Still Tight

Sabtu, 04 Juni 2022 | 12:49 WIB
Oil Settles Up Despite OPEC+ Output Hike Plan; Supply Still Tight
[ILUSTRASI. Petroleum pump jacks are pictured in the Kern River oil field in Bakersfield, California November 9, 2014. REUTERS/Jonathan Alcorn ]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - June 3 (Reuters) - Oil settled higher on Friday, supported by expectations that OPEC's decision to increase production targets by slightly more than planned will not add that much to global supply which should tighten as China eases COVID restrictions.

The Organization of the Petroleum Exporting Countries and allies, known as OPEC+, on Thursday agreed to boost output by 648,000 barrels per day (bpd) a month in July and August rather than 432,000 bpd as previously agreed.

Brent crude LCOc1 rose $2.11, or 1.8%, to settle at $119.72 a barrel by 1338 GMT. U.S. West Texas Intermediate (WTI) crude CLc1 advanced $2, or 1.7%, to $118.87. Both benchmarks were up by $3 in after hours trading.

U.S. crude notched a sixth weekly gain on tight U.S. supply, which has prompted talk of fuel export curbs or a windfall tax on oil and gas producers.

Baca Juga: Twitter Says Waiting Period for Musk's Deal has Expired

"Yesterday’s OPEC+ decision and the ongoing acceleration in SPR releases is maintaining crude availability at an ample level especially with demand from the refiners appreciably downsized from a few years ago," said Jim Ritterbusch, president of Ritterbusch and Associates LLC in Galena, Illinois.

The output hike could undershoot the pledged amount since OPEC+ divided the hike across its members and still included Russia, whose output is falling as sanctions have prompted some countries to avoid buying its oil since the invasion of Ukraine.

President Joe Biden publicly acknowledged that he may travel to Saudi Arabia soon, a trip multiple sources said was expected and could include talks with Saudi Crown Prince Mohammed bin Salman.

The visit would be aimed at bolstering U.S.-Saudi relations as Biden seeks ways to lower U.S. gasoline prices.

Baca Juga: Indonesia has Issued Export Permits for 275,454 T of Palm Oil -Official

As recently as Wednesday, the White House said Biden still felt bin Salman was a "pariah" for what U.S. intelligence says was his role in the killing and dismembering of a political opponent, Washington Post journalist Jamal Khashoggi, in Turkey in 2018.

Supplies remain tight. On Thursday, a U.S. weekly inventory report showed crude stockpiles fell by a more-than-expected 5.1 million barrels. Gasoline inventories also dropped.

U.S. energy firms this week left oil and natural gas rigs unchanged at 727 in the week to June 3, Baker Hughes Co BKR.N said in its closely followed report on Friday. 

Demand is rising too. China's financial hub Shanghai and capital, Beijing, have relaxed COVID-19 restrictions and the Chinese government has vowed to stimulate the economy.

Oil held gains after U.S. data showed employment increased more than expected in May, signs of a tight labor market.

Bagikan

Berita Terbaru

Polanya Mirip Saham BUMI, Glencore Rajin Jualan Saat NCKL Cetak Rekor All Time High
| Rabu, 14 Januari 2026 | 06:38 WIB

Polanya Mirip Saham BUMI, Glencore Rajin Jualan Saat NCKL Cetak Rekor All Time High

Laju harga saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) ditopang oleh lonjakan harga komoditas nikel.

Tantangan Fluktuasi Harga Minyak bagi Energi Mega Persada Tbk (ENRG)
| Rabu, 14 Januari 2026 | 06:30 WIB

Tantangan Fluktuasi Harga Minyak bagi Energi Mega Persada Tbk (ENRG)

Ekspansi untuk eksplorasi dan pengembangan akan menyokong kinerja PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) 

Disetir Data Ekonomi Global, IHSG Rabu (14/1) Masih Berpeluang Menguat
| Rabu, 14 Januari 2026 | 06:28 WIB

Disetir Data Ekonomi Global, IHSG Rabu (14/1) Masih Berpeluang Menguat

Arah IHSG akan sangat dipengaruhi oleh dua rilis data utama dari global. Di antaranya, data inflasi AS dan data neraca perdagangan China

Akibat Cuaca Ekstrem, Harga Garam Kasar Naik Signifikan
| Rabu, 14 Januari 2026 | 06:26 WIB

Akibat Cuaca Ekstrem, Harga Garam Kasar Naik Signifikan

Penyebabnya, entra garam di Madura dan pesisir Jawa bagian Utara seperti Rembang, Pati, Cirebon dan Indramayu kerap diguyur hujan sejak tahun lalu

Panggung Keresahan
| Rabu, 14 Januari 2026 | 06:25 WIB

Panggung Keresahan

Masyarakat Indonesia mulai melek politik. Kritik yang disampaikan oleh sejumlah pihak, terutama melalui komedi dan satire

Produksi Batubara dan Nikel Dipangkas, Begini Dampaknya ke Emiten Jasa Tambang
| Rabu, 14 Januari 2026 | 06:25 WIB

Produksi Batubara dan Nikel Dipangkas, Begini Dampaknya ke Emiten Jasa Tambang

pemangkasan produksi batubara dan nikel secara nasional pada 2026 berpotensi menunda ekspansi terhadap investasi alat berat ataupun pemeliharaan

Penjualan Mobil ASII Turun 15,23%, Simak Prospek Sahamnya
| Rabu, 14 Januari 2026 | 06:21 WIB

Penjualan Mobil ASII Turun 15,23%, Simak Prospek Sahamnya

ASII mencatat penjualan 409.379 unit kendaraan roda empat sepanjang tahun lalu, dengan pangsa pasar alias market share 51%.

Pemerintah Janjikan Diskon Tiket Pesawat pada Lebaran
| Rabu, 14 Januari 2026 | 06:16 WIB

Pemerintah Janjikan Diskon Tiket Pesawat pada Lebaran

 Pemerintah menggelontorkan anggaran sebesar Rp 180 miliar untuk diskon tiket angkutan periode Natal dan Tahun Baru 2025

Rupiah Masih Akan dalam Tekanan pada Rabu (13/1)
| Rabu, 14 Januari 2026 | 06:15 WIB

Rupiah Masih Akan dalam Tekanan pada Rabu (13/1)

Mengutip Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot melemah 0,13% secara harian ke Rp 16.877 per dolar AS.

Graha Prima Mentari (GRPM) Menargetkan Kinerja Tumbuh 10%
| Rabu, 14 Januari 2026 | 06:10 WIB

Graha Prima Mentari (GRPM) Menargetkan Kinerja Tumbuh 10%

Manajemen Graha Prima Mentari menargetkan akan mendistribusikan produk-produk Dali Foods pada bulan Januari 2026.

INDEKS BERITA