Oishi! Nikmat Menu Kaki Lima ala Teras Japan , Langsung Diolah di Meja Sendiri

Minggu, 09 Mei 2021 | 14:05 WIB
Oishi! Nikmat Menu Kaki Lima ala Teras Japan , Langsung Diolah di Meja Sendiri
[]
Reporter: Jane Aprilyani | Editor: Hendrika

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menu ala Jepang, sudah jamak dijumpai, baik di restoran premium hingga kakilima. Ya, menu Jepang telah sangat akrab dengan lidah kita. Alhasil, di kakilima atau nama kerennya street food pun lumrah ditemui kedai Jepang. Salah satu yang sedang ramai dikunjungi orang, adalah Teras Japan di Pasar Modern BSD, Tangerang.

Teras Japan ini mengusung konsep yang sederhana namun bersih. Ketika KONTAN menyambangi kedai ini, para pegawai Teras Japan dengan sigap membersihkan setiap sudut meja dan bagian luar kedai demi menyambut pengunjung yang datang

Layaknya kaki lima, kedai ini berupa tenda terbuka dan berlokasi di parkiran ruko. Kedai ini cuma punya satu gerobak kayu yang ditata rapi dengan peralatan masak, lengkap dengan meja dan kursi untuk pengunjung.

Meski menu di Teras Japan disebut sebagai street food, citarasanya tak kalah dengan masakan restoran lo. "Baru pertama kali makan di sini, rasanya enggak kalah dengan restoran jepang lain, dan harganya tidak buat kantong jebol," kata Nia, pengunjung yang malam itu bersantap bersama keluarganya.

Sebagai penggemar masakan jepang, Nia merasa nyaman makan di kedai Teras Japan. Selain sapaan ramah, irasshaimase (selamat datang) yang menyambut setiap tamu yang datang, pegawai Teras Japan juga sigap menawarkan menu. Mereka juga bersedia menerangkan satu persatu menu tersebut, bila Anda kurang familier dengan masakan jepang.

Sudah tak sabar untuk menyantap menu di Teras Japan?

Sabar dulu. Sekedar informasi saja bagi Anda, bila ingin bertandang ke kedai ini, setidaknya harus rela antre karena kedai yang buka setiap hari pukul 5 sore sampai 9 malam ini selalu ramai pengunjung.

Racikan sendiri

Ada beberapa menu andalan yang wajib Anda pesan di sini, salah satunya Wagyu Set. Bagi penggemar daging wagyu, Teras Japan menyediakan tiga aneka jenis wagyu asal Australia dan Jepang, yakni, premium cut, meltique cube, dan top side. Masing-masing daging, beratnya 100 gram.

Tidak sampai lima menit, satu set daging wagyu mentah pun tiba di meja. Meski tampak mentah, daging wagyu tampak segar, dan tak tercium aroma amis samasekali ketika disajikan di meja.

Penasaran? Sebelum dilahap, salah satu pegawai menyiapkan arang beserta tatakan untuk memanggang daging wagyu ini. Kemudian, daging pun siap untuk diolah.

Prosesi memanggang daging kian menggugah selera makan. Aroma semerbak daging yang bersentuhan dengan arang membuat mulut seakan tak sabar untuk melahapnya. Kendati daging dipanggang matang atau setengah matang, sesuai selera Anda, daging tetap empuk dan mudah dikunyah.

Saat menyentuh lidah, daging Wagyu ini membelai dengan sensasi rasa yang begitu kaya, sangat juicy. Tekstur dagingnya pun benar-benar empuk.

Benar saja, ketika mencoba memanggang meltique cube, salah satu daging wagyu, potongan dagingnya tidak keras samasekali. Saking empuknya, tidak butuh waktu lama memanggang daging. Ketika diambil dengan sumpit, rasanya meleleh di mulut, tidak perlu perlawanan saat dikunyah. Apalagi dengan potongan wagyu premium cut dan top side dipanggang dan digigit. Konsistensi rasa gurih dijamin membuat mulut Anda ingin terus mengunyah.

Kelezatan yang sama juga hadir ketika menyantap menu andalan lain yaitu Tora Bomber. Potongan daging rib eye, yang dimarinasi dengan minyak wijen dan bawang bombay sangatlah menggugah selera.

Meski potongan dagingnya tebal dan beratnya 200 gram, ketika dipanggang benar-benar empuk dan renyah di mulut.

Saban hari, Rony Paat, pemilik Teras Japan bisa menghabiskan 20 kilo untuk masing-masing daging impor di kedai ini. "Daging dari Australia dan Jepang terkenal kualitasnya, lebih empuk, enggak perlu diolah secara khusus sudah empuk, jadi mudah menyajikannya," kata Rony.

Salah satu rahasia kelezatan menu di Teras Japan, ada peran saus yang sangat menentukan rasa. Sebelum dipanggang, daging dicelup ke dalam aneka saus yaitu saus yakiniku, saus bubuk cabe, dan minyak wijen dengan perasan lemon. Agar citarasanya seperti di negara asal, Teras Japan mendatangkan bahan baku dari negeri Sakura. "Kemudian semua diracik sendiri sesuai lidah masyarakat Indonesia. Ya, walaupun masih ada pengunjung yang minta cabe rawit karena kurang pedas," ungkap Rony sambil tertawa.

Walau daging dan bumbunya impor, harga satu set wagyu cuma Rp 70.000. Sedangkan Tora Bomber Rp 65.000 se porsi.

Kalau masih belum kenyang, Rony juga menyediakan camilan Gyoza dan Kimchi. Berbeda dengan restoran Jepang lain, Gyoza yang dibuat Rony berisi daging ayam, jamur, irisan sayur kol dan bumbu kari. "Saya belajar dari teman di Jepang yang punya usaha roti Kari, jadi saya masukkan kari di Gyoza biar lebih gurih," jelasnya.

Sementara, Kimchi yang dihidangkan tidak asam samasekali. Irisan kol dengan bumbu cabai dan tomat ini gurih. Rasanya? Hmm... oishi, lezat! Harga satu porsinya Rp 12.000. Sementara, untuk Gyoza isi lima dibanderol Rp 25.000.

Setelah itu, kita bisa meredakan dahaga dengan minuman khas jepang, yaitu ocha. Hampir di semua kedai dan restoran jepang memang bisa ditemui ocha. Rasanya yang sedikit pahit bisa menetralisir lemak tubuh setelah mengkonsumsi makanan berlemak.

Selain itu, untuk pilihan minuman ada juga Chrysmon, yang berisi perasan lemon dan sari bunga krismon. "Rasanya segar dan bisa mengurangi kadar kolestrol sehabis makan daging," ucap Rony.

Bagaimana, niat mencobanya?

Bagikan

Berita Terbaru

Bank Indonesia Tahan Suku Bunga di 4,75%, Fokus Jaga Rupiah di Tengah Ketidakpastian
| Kamis, 19 Februari 2026 | 15:12 WIB

Bank Indonesia Tahan Suku Bunga di 4,75%, Fokus Jaga Rupiah di Tengah Ketidakpastian

Bank Indonesia menahan suku bunga acuan BI Rate untuk lima bulan berturut-turut. BI Rate tetap berada di level 4,75% pada Februari 2026.

Pekerja Informal Masih Mendominasi Pasar Tenaga Kerja, Membengkak Saat Pandemi
| Kamis, 19 Februari 2026 | 13:43 WIB

Pekerja Informal Masih Mendominasi Pasar Tenaga Kerja, Membengkak Saat Pandemi

Pada November 2025, jumlah pekerja formal mencapai sekitar 62,57 juta orang—level tertinggi sejak 2015.

Saham Syariah Bisa Merekah di Bulan Penuh Berkah
| Kamis, 19 Februari 2026 | 04:35 WIB

Saham Syariah Bisa Merekah di Bulan Penuh Berkah

Prospek saham syariah selama Ramadan tahun ini tetap menarik. Saham syariah dinilai memiliki karakter defensif.

Pengendali Baru Surya Permata Andalan (NATO) Gelar Penawaran Tender Wajib
| Kamis, 19 Februari 2026 | 04:10 WIB

Pengendali Baru Surya Permata Andalan (NATO) Gelar Penawaran Tender Wajib

PT Mercury Strategic Indonesia melaksanakan penawaran tender wajib atas saham PT Surya Permata Andalan Tbk (NATO).

Kinerja Jasa Marga (JSMR) Bisa Ngebut Berkat Libur Imlek dan Lebaran
| Kamis, 19 Februari 2026 | 03:45 WIB

Kinerja Jasa Marga (JSMR) Bisa Ngebut Berkat Libur Imlek dan Lebaran

PT Jasa Marga Tbk (JSMR) diproyeksi mencatatkan kinerja baik di kuartal I-2026. Momentum libur panjang Tahun Baru Imlek jadi pendorongnya. 

Menanti Pengumuman Suku Bunga BI, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini, Kamis (19/2)
| Kamis, 19 Februari 2026 | 03:40 WIB

Menanti Pengumuman Suku Bunga BI, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini, Kamis (19/2)

Hari iniI nvestor akan mencermati rilis data makro Amerika Serikat (AS) dan juga FOMC Minutes, serta rilis Bank Indonesia (BI) terkait  BI rate.

Asuransi Jiwa Patungan Tetap Dominasi Pasar
| Kamis, 19 Februari 2026 | 03:30 WIB

Asuransi Jiwa Patungan Tetap Dominasi Pasar

Hanya ada dua pemain yang berstatus perusahaan nasional yang menyempil di sepuluh perusahaan asuransi jiwa dengan aset terbesar.

Perbankan Pacu Bisnis Payroll demi Dana Murah
| Kamis, 19 Februari 2026 | 03:20 WIB

Perbankan Pacu Bisnis Payroll demi Dana Murah

Skema pembayaran gaji karyawan melalui rekening bank dinilai efektif memperbesar basis dana murah alias CASA perbankan

Ikhtiar Mengangkat Derajat Pekerja Kelas Dua
| Kamis, 19 Februari 2026 | 03:10 WIB

Ikhtiar Mengangkat Derajat Pekerja Kelas Dua

Isu penghapusan pekerja alih daya alias outsourching kembali mengemuka dalam revisi UU Ketenagakerjaan.

Menjembatani Jurang
| Kamis, 19 Februari 2026 | 03:09 WIB

Menjembatani Jurang

Jangan biarkan ijazah anak-anak bangsa jadi tumpukan kertas tak bermakna di hadapan kebutuhan industri.

INDEKS BERITA

Terpopuler