OJK Berencana Batasi Pemain Unitlink

Jumat, 24 Oktober 2025 | 04:50 WIB
OJK Berencana Batasi Pemain Unitlink
[ILUSTRASI. Suasana di Kantor Pusat Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) di JAkarta, Senin (13/10/2025). KONTAN/Baihaki/13/10/2025]
Reporter: Ferry Saputra | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasar Produk Asuransi yang Dikaitkan dengan Investasi (PAYDI) alias unitlink berpotensi semakin ketat. Pasalnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berencana membatasi perusahaan yang bisa memasarkan produk ini.

Regulator saat ini tengah menyusun surat edaran mengenai kegiatan dan lini usaha berdasarkan Kelompok Perusahaan Perasuransian Berdasarkan Ekuitas (KPPE). Aturan ini merupakan turunan dari Peraturan OJK Nomor 23/2023 yang mengatur soal permodalan asuransi.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan
Topik Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) Pacu Akuisisi dan Pasar Luar Negeri
| Rabu, 30 September 2026 | 06:00 WIB

MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) Pacu Akuisisi dan Pasar Luar Negeri

PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) masih menghadapi risiko daya beli dan nilai tukar rupiah yang melemah terhadap dolar AS.

Neraca Dagang Agustus Diramal Kembali Defisit
| Rabu, 30 September 2026 | 06:00 WIB

Neraca Dagang Agustus Diramal Kembali Defisit

Neraca perdagangan Agustus 2026 diperkirakan mencatat defisit sekitar US$ 0,9 miliar, setelah surplus tipis US$ 0,12 miliar pada Juli 2026. 

Antren Jual GOTO Tembus 1 Miliar Lot, Tekanan Jual Diprediksi Berlanjut
| Rabu, 30 September 2026 | 05:50 WIB

Antren Jual GOTO Tembus 1 Miliar Lot, Tekanan Jual Diprediksi Berlanjut

Bagi pelaku pasar yang belum mempunyai saham GOTO, analis menyarankan untuk wait and see terlebih dahulu, karena kondisi saat ini berisiko tinggi.

Asuransi hingga Dapen Buka Peluang Rebalancing Portofolio Kala Imbal SRBI Loyo
| Rabu, 30 September 2026 | 05:50 WIB

Asuransi hingga Dapen Buka Peluang Rebalancing Portofolio Kala Imbal SRBI Loyo

Yield SRBI tenor 12 bulan saat ini telah turun ke kisaran 6,76%, dari level tertingginya yang sempat mencapai 7,74%. 

Asing Hengkang, Pasar Terpanggang
| Rabu, 30 September 2026 | 05:47 WIB

Asing Hengkang, Pasar Terpanggang

Investor asing berpeluang tinggalkan saham-saham di sektor perbankan, komoditas, konsumer, hingga telekomunikasi

TPIA Geber Kinerja dengan Proyek Baru
| Rabu, 30 September 2026 | 05:44 WIB

TPIA Geber Kinerja dengan Proyek Baru

Hingga September 2026, progres proyek chlor alkali dan ethylene dichloride (CA-EDC) telah mencapai sekitar 80% 

Sinyal Koreksi Masih Ada
| Rabu, 30 September 2026 | 05:39 WIB

Sinyal Koreksi Masih Ada

Tekanan yang menerpa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belum memperlihatkan tanda-tanda akan mereda

Aturan Recycle KPR Tengah Disiapkan, Bagaimana Dampaknya ke Sektor Perbankan?
| Rabu, 30 September 2026 | 05:39 WIB

Aturan Recycle KPR Tengah Disiapkan, Bagaimana Dampaknya ke Sektor Perbankan?

Analis memproyeksikan pertumbuhan laba sektor (perbankan) tahun 2026 melambat ke 4% dari 11% di semester I–2026.

Pembicaraan AS-Iran Buntu, Harga Emas Terkapar
| Rabu, 30 September 2026 | 05:30 WIB

Pembicaraan AS-Iran Buntu, Harga Emas Terkapar

Awal pekan ini, harga emas merosot ke level terendah dalam lebih dari tujuh pekan. Penyebabnya, kebuntuan pembicaraan antara AS dan Iran.

Risiko Meningkat, Kredit Ritel Semakin Lesu
| Rabu, 30 September 2026 | 05:30 WIB

Risiko Meningkat, Kredit Ritel Semakin Lesu

Kredit ritel makin lesu di tengah risiko yang meningkat, sementara ekspansi perbankan masih ditopang segmen korporasi.

INDEKS BERITA