Oleh-oleh Simposium Jackson Hole Membawa Kurs Rupiah Menguat

Selasa, 31 Agustus 2021 | 05:10 WIB
Oleh-oleh Simposium Jackson Hole Membawa Kurs Rupiah Menguat
[]
Reporter: Danielisa Putriadita | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. The Fed belum mengumumkan detail pelaksanaan tapering dalam simposium Jackson Hole. Karena itu, analis menilai kurs rupiah masih berpeluang kembali menguat pada hari ini. 

Kemarin (30/8), kurs spot rupiah menguat 0,33% ke Rp 14.370. Sementara, kurs JISDOR menguat 0,39% ke Rp 14.374. 

Senior Economist Samuel Sekuritas Fikri C. Permana mengatakan, pelaku pasar sudah mengantisipasi pengumuman tapering off AS di Jackson Hole dan sentimen ini sudah priced in. Karena itu, pelaku pasar juga kembali mengincar instrumen surat utang negara (SUN). "Rupiah menguat karena terdorong net buy asing cukup besar di pasar obligasi Rp 400 miliar," kata Fikri. 

Baca Juga: The Fed berhati-hati menggelar tapering off, rupiah menguat

Menurut Fikri, pelaku pasar tertarik masuk ke pasar obligasi domestik karena yield SUN masih 6,2%. Dikurangi inflasi 1,5%, imbal hasil SUN masih tinggi, 4,7%. Yield obligasi AS hanya di 1,3% tetapi inflasi 5,4%. 

Presiden Komisaris HFX Internasional Berjangka Sutopo menuturkan, pelaku pasar juga menanti data non farm payroll. Proyeksinya, NFP turun jadi 750.000 dari Juli di 943.000. "Hasil kurang baik akan berefek negatif bagi dollar AS," kata dia. 

Sutopo memprediksi, hari ini (31/8) rupiah menguat dan bergerak antara Rp 14.285-Rp 14.365.  Fikri memperkirakan, rupiah bergerak di kisaran Rp 14.250-Rp 14.450. 

Bagikan

Berita Terbaru

Biar Biaya Subscription Tak Bikin Dompet Jebol
| Minggu, 08 Februari 2026 | 10:00 WIB

Biar Biaya Subscription Tak Bikin Dompet Jebol

Meski kecil, biaya subscription rupanya bisa berdampak ke keuangan. Simak cara mengatasinya!        

Kinerja Obligasi Berisiko Volatil Jangka Pendek, Selektif Pilih Tenor SUN
| Minggu, 08 Februari 2026 | 09:00 WIB

Kinerja Obligasi Berisiko Volatil Jangka Pendek, Selektif Pilih Tenor SUN

Sikap Moody's Ratings mengubah prospek peringkat Pemerintah Indonesia, menambah sentimen negatif di pasar obligasi. Masih layak beli?

Susun Strategi Biar Botol Tak Mencemari Lingkungan
| Minggu, 08 Februari 2026 | 07:05 WIB

Susun Strategi Biar Botol Tak Mencemari Lingkungan

Kebijakan Bali yang membatasi ukuran botol AMDK menjadi ujian bagi industri, dan mendorong CLEO membuktikan komitmennya.

Laju Penjualan Sepeda Motor Listrik Tak Lagi Menderu
| Minggu, 08 Februari 2026 | 06:15 WIB

Laju Penjualan Sepeda Motor Listrik Tak Lagi Menderu

Kepastian absennya subsidi sepeda motor listrik membuat pasar bergerak tanpa insentif. Bagaimana strategi produsen?

 
Rupiah dalam Sepekan Tertekan Sentimen Domestik dan Global
| Minggu, 08 Februari 2026 | 06:10 WIB

Rupiah dalam Sepekan Tertekan Sentimen Domestik dan Global

Mengutip Bloomberg, rupiah di pasar spot melemah 0,20% secara harian ke Rp 16.876 per dolar AS. Dalam sepekan, rupiah melemah 0,53%. 

Tips Jordan Simanjuntak, CMO Triv untuk Investor Kripto Pemula
| Minggu, 08 Februari 2026 | 06:00 WIB

Tips Jordan Simanjuntak, CMO Triv untuk Investor Kripto Pemula

Perjalanan karier membawa Jordan Simanjuntak, Chief Marketing Officer Triv ini berinvestasi di aset kripto

Modal Jajanan Pasar: Rp3 Juta Hasilkan Omzet Menggiurkan!
| Minggu, 08 Februari 2026 | 05:15 WIB

Modal Jajanan Pasar: Rp3 Juta Hasilkan Omzet Menggiurkan!

Dengan harga terjangkau, cita rasa lokal, dan bisa dinikmati siapa saja, usaha jajanan pasar menawarkan peluang yang men

Menyoal Independensi BI
| Minggu, 08 Februari 2026 | 05:10 WIB

Menyoal Independensi BI

Dalam revisi UU P2SK, BI akan dibekali mandat tambahan; mendorong pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan pekerjaan.

IHSG Anjlok: Net Sell Asing Terjadi 3 Pekan Beruntun, SOHO & UNVR Malah Naik
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 16:47 WIB

IHSG Anjlok: Net Sell Asing Terjadi 3 Pekan Beruntun, SOHO & UNVR Malah Naik

Pada periode 2-6 Februari 2026, IHSG tumbang 4,73% dan ditutup pada level 7.935,26. Pekan sebelumnya, IHSG telah turun 6,94%.

Anomali Pergerakan Saham BRIS, Diprediksi Nafasnya Kuat Hingga Tembus 3.000
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 13:00 WIB

Anomali Pergerakan Saham BRIS, Diprediksi Nafasnya Kuat Hingga Tembus 3.000

Saham Bank Syariah Indonesia (BRIS) naik 5,78% dalam sepekan melebihi kinerja IHSG yang turun -4,47%, efek euforia pasca spin off dari BMRI.

INDEKS BERITA

Terpopuler