Optimisme Semu

Jumat, 10 April 2026 | 08:08 WIB
Optimisme Semu
[ILUSTRASI. TAJUK - Ahmad Febrian (KONTAN/Indra Surya)]
Ahmad Febrian | Redaktur Pelaksana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah menjadikan faktor eksternal sebagai "kambing hitam" ketidakmampuan mereka mengelola negara. Konflik geopolitik, termasuk perang di berbagai kawasan, bukanlah kejutan baru.

Dua indikator untuk melihat mampu tidaknya pemerintah mengelola negara adalah nilai tukar rupiah dan pasar saham. Kini kurs rupiah terus ambruk hingga terus mencetak rekor baru di atas Rp 17.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Sedangkan investor asing terus hengkang alias net sell dari bursa saham Indonesia.

Kemarin asing tercatat kembali mencetak net sell sekitar Rp 1,79 triliun. Sepanjang pekan ini hingga Kamis (9/4), aksi jual investor asing mencapai Rp 3,56 triliun. Sedangkan rupiah kemarin kembali ambruk ke Rp 17.082 per dolar AS berdasarkan Jisdor Bank Indonesia (BI).

BI telah berupaya keras menahan laju pelemahan rupiah. Selain memainkan kartu suku bunga, bank sentral rajin melakukan intervensi. Hasilnya, cadangan devisa Indonesia turun menjadi US$ 148,2 miliar pada Maret 2026 dari US$ 151,9 miliar di Februari 2026. Sebulan menjaga rupiah, cadangan devisa anjlok US$ 3,7 miliar atau Rp 62,94 triliun.

Bank sentral sudah melakukan tugasnya. Namun intervensi BI hanya jangka pendek. Penyakit defisit fiskal tak pernah diobati. Sudah tahu peninggalan masa Joko Widodo berupa utang bejibun, pemerintah tak juga membenahi defisit. "Pelemahan rupiah akibat kebijakan pemerintah, bukan kesalahan BI dengan kebijakan moneternya," tegas Pakar Ekonomi, Ferry Latuhihin (Harian Kontan, 9 April 2026)

Ketika belanja negara meningkat tanpa diimbangi penerimaan yang kuat, pasar mempertanyakan keberlanjutan fiskal. Risiko ini bukan angka di atas kertas, tapi kredibilitas pengelolaan anggaran negara.

Respons kebijakan yang terkesan reaktif hanya memperkuat sentimen negatif. Tengok saat Bank Dunia menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 4,7% di tahun 2026. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa malah balik menilai, Bank Dunia terlalu pesimistis dan kemungkinan besar dipengaruhi asumsi yang kurang tepat.

Sebelumnya, Februari lalu Moodys menyoroti potensi pelebaran defisit fiskal. Purbaya malah bilang, Moody's bukan mengkritik kebijakan fiskal. "Mereka tahu saya bisa kendalikan dengan baik, katanya.

Betul, tugas pemerintah memang harus menenangkan keadaan. Tapi setelah itu buru-buru melakukan perbaikan. Jangan optimisme semu atau kepedean.

Bagikan

Berita Terbaru

Matahari Putra Prima (MPPA) Divestasi Anak Usaha Senilai Rp 61,64 Miliar
| Jumat, 10 April 2026 | 09:26 WIB

Matahari Putra Prima (MPPA) Divestasi Anak Usaha Senilai Rp 61,64 Miliar

PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) Melepas seluruh kepemilikannya di PT Super Ekonomi Ritelindo (SER) kepada PT Fortuna Optima Distribusi (FOD). 

Perintis Triniti (TRIN) Bersiap Akuisisi Prima Pembangunan Propertindo
| Jumat, 10 April 2026 | 09:22 WIB

Perintis Triniti (TRIN) Bersiap Akuisisi Prima Pembangunan Propertindo

Kedua pihak sepakat untuk menjajaki kerja sama strategis melalui aksi akuisisi mayoritas saham Prima Pembangunan Propertindo oleh TRIN. ​

Pembangkit Listrik Beroperasi, Kinerja Emiten EBT Bervariasi
| Jumat, 10 April 2026 | 09:12 WIB

Pembangkit Listrik Beroperasi, Kinerja Emiten EBT Bervariasi

Prospek kinerja emiten EBT pada 2026 berpotensi melesat lebih tinggi, sejalan dengan mulai beroperasinya deretan proyek pembangkit listrik hijau.​

Efisiensi Biaya Memacu Laba Emiten Rokok Mengepul di 2025
| Jumat, 10 April 2026 | 09:06 WIB

Efisiensi Biaya Memacu Laba Emiten Rokok Mengepul di 2025

Kinerja laba emiten rokok pada 2025 terutama dipengaruhi faktor efisiensi biaya dan beban non operasional. ​

Laju Saham Bahan Baku Masih Menderu
| Jumat, 10 April 2026 | 09:01 WIB

Laju Saham Bahan Baku Masih Menderu

Dari 11 indeks sektoral di BEI, IDX Basic Materials jadi satu-satunya indeks yang mencatat kinerja positif sejak awal 2026. ​

ABMM Menggenjot  Aset Tambang Baru
| Jumat, 10 April 2026 | 09:00 WIB

ABMM Menggenjot Aset Tambang Baru

ABMM mengandalkan kontribusi dari aset pertambangan baru, serta penguatan sinergi antar lini bisnis guna menjaga daya saing

Minyak Naik, Hitung Harga BBM Non Subsidi
| Jumat, 10 April 2026 | 08:50 WIB

Minyak Naik, Hitung Harga BBM Non Subsidi

Pemerintah perlu mencermati potensi peralihan konsumsi dari BBM nonsubsidi ke subsidi sebelum menaikkan harga

Pebisnis Terusik Pengalihan Gas Industri ke Elpiji 3 Kg
| Jumat, 10 April 2026 | 08:31 WIB

Pebisnis Terusik Pengalihan Gas Industri ke Elpiji 3 Kg

Kementerian ESDM berencana mengalihkan jatah pasokan elpiji industri untuk memenuhi kebutuhan produksi gas melon bersubsidi tersebut.

Krisis Energi dan Risiko Fiskal-Moneter
| Jumat, 10 April 2026 | 08:16 WIB

Krisis Energi dan Risiko Fiskal-Moneter

Jika subsidi bahan bakar minyak (BBM) dipertahankan, atau harga BBM tidak naik, beban fiskal semakin berat.

Optimisme Semu
| Jumat, 10 April 2026 | 08:08 WIB

Optimisme Semu

Betul, tugas pemerintah memang harus menenangkan keadaan. Tapi setelah itu buru-buru melakukan perbaikan, jangan optimisme semu atau kepedean.

INDEKS BERITA

Terpopuler