Overstate Kualitas PDB

Kamis, 07 Mei 2026 | 08:42 WIB
Overstate Kualitas PDB
[ILUSTRASI. TAJUK - Syamsul Ashar (KONTAN/Indra Surya)]
Syamsul Ashar | Managing Editor

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kabar gembira dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang melaporkan angka Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada kuartal I-2026 melesat 5,61%.

Terjadi lonjakan besar dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 4,87%. Meski demikian, secara kuartalan (QoQ), PDB mengalami kontraksi -0,77%, sebuah fenomena musiman yang lazim terjadi di awal tahun. PDB nominal berdasarkan harga berlaku sebesar Rp 6.187,2 triliun atau Rp 3.400,47 triliun berdasarkan harga konstan.

Namun, di balik angka pertumbuhan yang tampak wow tersebut, tersimpan sederet tanda tanya mengenai kualitas dan keberlanjutan pertumbuhan. Ada faktor musiman seperti pergeseran Ramadan dan Idul Fitri yang jatuh sepenuhnya di kuartal I-2026, pencairan THR bagi pegawai negeri maupun swasta, serta puncak panen raya.

Angka yang positif ini bersifat artifisial. Tanpa mesin penggerak baru, pertumbuhan pada kuartal II dan III, potensi potensi melambat tajam seiring hilangnya momentum musiman. Stimulus gaji 13 sekitar Rp 50 triliunan mungkin berarti, tapi perlu dorongan lain yang lebih merata seperti insentif pajak bagi kelas menengah atau cash transfer.

Sebab, belanja pemerintah terlihat melonjak drastis sebesar 21,81% kuartal lalu tak banyak mengerek pertumbuhan. Andil ke PDB cuma 1,26 percentage point (pp).

Tingginya pertumbuhan belanja tanpa multiplier karena dominasi belanja konsumtif ketimbang investasi produktif. Seperti sebagian belanja yang tergambar ke pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi yang naik 5,96% dengan andil 1,79 poin terhadap PDB.

Jika dibedah, pendorong PMTB adalah pembelian kendaraan (+12,39%) dan mesin (+10,78%). Kondisi ini mencerminkan aksi korporasi dalam restocking atau penggantian aset bergerak, bukan investasi struktural dalam pembangunan infrastruktur baru atau peningkatan kapasitas produksi massal yang bisa menyerap tenaga kerja. Perlu didalami lagi apakah pembelian kendaraan itu ada porsi investasi dapur program makan bergizi gratis, dan program koperasi Merah Putih.

Di sisi produksi, lapangan usaha akomodasi dan makan minum tumbuh tinggi 13,14%, disusul transportasi 8,04%. Namun, sektor pertambangan serta listrik dan gas justru negatif. Hal tidak selaras dengan fakta saat harga batubara, gas alam, dan nikel naik ternyata volume produksi justru melorot. Kini, apakah pertumbuhan tinggi meningkatkan kesejahteraan? Atau overstate?

Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

Opex Naik, Investasi Jadi Pemicu
| Sabtu, 15 Agustus 2026 | 09:05 WIB

Opex Naik, Investasi Jadi Pemicu

Beban bank meningkat seiring ekspansi dan investasi.                                                    

Anggaran Perlinsos 2027 Makin Gemuk
| Sabtu, 15 Agustus 2026 | 09:02 WIB

Anggaran Perlinsos 2027 Makin Gemuk

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, perlinsos tetap menjadi salah satu instrumen penting dalam kebijakan fiskal pemerintah pada 2027

MDKA Tambah Kepemilikan Saham EMAS
| Sabtu, 15 Agustus 2026 | 08:16 WIB

MDKA Tambah Kepemilikan Saham EMAS

Setelah transaksi, kepemilikan MDKA di EMAS bertambah jadi 9,43 miliar saham dari sebelumnya 9,33 miliar saham.

Langkah Strategis CLEO: Kejar Efisiensi Operasional Melalui Otomasi Pabrik
| Sabtu, 15 Agustus 2026 | 08:00 WIB

Langkah Strategis CLEO: Kejar Efisiensi Operasional Melalui Otomasi Pabrik

Produsen air minum dalam kemasan (AMDK) ini menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar Rp700 miliar

Kemerdekaan Tanpa Kesejahteraan
| Sabtu, 15 Agustus 2026 | 07:15 WIB

Kemerdekaan Tanpa Kesejahteraan

Makna hakiki dari sebuah kemerdekaan adalah bukan sekedar kemerdekaan untuk negara saja tetapi bagi setiap warga negaranya.

Lautan Luas (LTLS) Pacu Kinerja di Paruh Kedua
| Sabtu, 15 Agustus 2026 | 07:10 WIB

Lautan Luas (LTLS) Pacu Kinerja di Paruh Kedua

LTLS terus berupaya meningkatkan kontribusi pendapatan dari lini bisnis food ingredients dan air bersiih

Investor Menanti Bukti Agar Pasar Kembali Seksi
| Sabtu, 15 Agustus 2026 | 07:08 WIB

Investor Menanti Bukti Agar Pasar Kembali Seksi

Kendati rebound seusai pidato Presiden Prabowo, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belum mengalami perubahan tren bullish.

Risiko Pinjam Dahulu
| Sabtu, 15 Agustus 2026 | 07:00 WIB

Risiko Pinjam Dahulu

Gaya pembiayaan anyar pemerintah untuk pembiayaaan KDKMP maupun MBG aman dari sisi APBN, tapi berisiko bikin buntung pihak lain.

Strategi Keluar dari Saham GOTO Saat Harga Semakin Loyo
| Sabtu, 15 Agustus 2026 | 06:57 WIB

Strategi Keluar dari Saham GOTO Saat Harga Semakin Loyo

Penjual yang butuh exit cepat dari saham GOTO terpaksa harus menerima diskon signifikan dari harga Rp 50.​

Sentimen Global Membaik, Rupiah Berhasil Rebound Sepekan Ini
| Sabtu, 15 Agustus 2026 | 06:45 WIB

Sentimen Global Membaik, Rupiah Berhasil Rebound Sepekan Ini

Penguatan rupiah dipengaruhi oleh pelemahan indeks dolar AS serta meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga The Federal Reserve.

INDEKS BERITA

Terpopuler