Pariwisata Lesu, Pendapatan PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) Terpangkas Hampir Separuh

Jumat, 28 Agustus 2020 | 07:03 WIB
Pariwisata Lesu, Pendapatan PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) Terpangkas Hampir Separuh
[ILUSTRASI. Pendapatan PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) pada semester I tahun ini senilai Rp 203,04 miliar atau menyusut 47,75% year on year (yoy). KONTAN/Daniel Prabowo]
Reporter: Filemon Agung | Editor: Anastasia Lilin Yuliantina

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja keuangan PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) tertekan cukup dalam akibat lesu industri pariwisata di tengah pandemi Corona (Covid-19). Mereka mencatatkan penurunan pendapatan hampir 50% pada semester I-2020.

Selama enam bulan pertama tahun ini, produsen Anker Beer tersebut hanya mampu membukukan pendapatan senilai Rp 203,04 miliar. Jumlah itu menyusut 47,75% dibandingkan pendapatan di periode yang sama tahun lalu senilai Rp 388,56 miliar.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terbaru

Rupiah Terburuk Sepanjang Sejarah, Investor Wajib Waspada pada Senin Ini
| Senin, 18 Mei 2026 | 07:00 WIB

Rupiah Terburuk Sepanjang Sejarah, Investor Wajib Waspada pada Senin Ini

Rupiah melemah ke Rp 17.597 per dolar AS, terburuk sepanjang sejarah. Konflik Iran dan suku bunga AS jadi pemicu. 

Kurs Rupiah Berpotensi Terus Melemah, Tembus Rp 18.000
| Senin, 18 Mei 2026 | 06:35 WIB

Kurs Rupiah Berpotensi Terus Melemah, Tembus Rp 18.000

Nilai tukar rupiah terus mencetak rekor penurunan baru, mencapai Rp 17.597 per dolar AS. Apa saja sentimen negatif yang menekan rupiah?

Kala Mata Uang Garuda Susah Mengepak Sayap
| Senin, 18 Mei 2026 | 06:34 WIB

Kala Mata Uang Garuda Susah Mengepak Sayap

Hati-hati, ini dia efek pelemahan kurs rupiah yang juga bisa berdampak ke masyarakat desa           

Tahu Tempe Minimalis
| Senin, 18 Mei 2026 | 06:14 WIB

Tahu Tempe Minimalis

Meremehkan dampak pelemahan rupiah terhadap rakyat kecil justru berisiko membuat pemerintah terlihat jauh dari realitas dapur masyarakat.

Saham GJTL Undervalued dan Diborong Lo Kheng Hong, Cek Rekomendasi & Target Harganya
| Senin, 18 Mei 2026 | 06:14 WIB

Saham GJTL Undervalued dan Diborong Lo Kheng Hong, Cek Rekomendasi & Target Harganya

Hingga kuartal I-2026, GJTL mencetak pertumbuhan laba bersih 9,51% dari Rp353,35 miliar menjadi Rp386,98 miliar.

Ancaman Impor Bahan Baku Hantui Laba Pakan Ternak di 2026
| Senin, 18 Mei 2026 | 06:00 WIB

Ancaman Impor Bahan Baku Hantui Laba Pakan Ternak di 2026

Harga bungkil kedelai impor naik jadi ancaman serius emiten pakan ternak. Produksi global anjlok, waspadai risiko laba tergerus. 

Bank Swasta Antisipasi Likuiditas Valas Mengetat
| Senin, 18 Mei 2026 | 05:30 WIB

Bank Swasta Antisipasi Likuiditas Valas Mengetat

Bank swasta waspadai kondisi likuiditas valas setelah aturan DHE SDA baru diterapkan.                      

Prabowo Menurunkan Target Operasional Kopdes
| Senin, 18 Mei 2026 | 05:25 WIB

Prabowo Menurunkan Target Operasional Kopdes

Pemerintah kini realistis mengejar target 20.000 Kopdes bisa beroperasi mulai Agustus 2026 mendatang.

Tekan Risiko, Paylater Bakal Diperketat
| Senin, 18 Mei 2026 | 05:15 WIB

Tekan Risiko, Paylater Bakal Diperketat

OJK akan mengatur multifinance untuk melakukan strategi pengelolaan risiko dengan membatasi penyaluran pembiayaan. 

Pebisnis Menanti Taji  Satgas Deregulasi
| Senin, 18 Mei 2026 | 05:15 WIB

Pebisnis Menanti Taji Satgas Deregulasi

Pemerintah berencana untuk membentuk Satuan Tugas atau Satgas Deregulasi untuk mempermudah dunia usaha.

INDEKS BERITA

Terpopuler