KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pamor bisnis nikel tidak akan sementereng di tahun 2022 atau 2023. Saat ini, bisnis nikel mulai meredup seiring dengan ambrolnya harga nikel di pasar ekspor. Stok yang berlimpah memicu anjloknya nilai komoditas unggulan Indonesia ini.
Selain karena kelebihan pasokan, menurunnya permintaan nikel di tengah maraknya produksi baterai kendaraan listrik berbasis Lithium Ferro Phosphate (LFP) di China, turut memukul harga komoditas tersebut.
Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan atau membeli artikel ini.
Sudah berlangganan? MasukBerlangganan
Hanya dengan 20rb/bulan Anda bisa mendapatkan berita serta analisis ekonomi bisnis dan investasi pilihan
Kontan Digital Premium Access
Business Insight, Epaper Harian + Tabloid, Arsip Epaper 30 Hari
Rp 120.000
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama. Anda dapat menggunakan akun Google sebagai metode pembayaran.