Perkembangan Merger Pelni dan Dinamika Penanganan Penumpang Indonesia Timur

Sabtu, 28 Februari 2026 | 05:35 WIB
Perkembangan Merger Pelni dan Dinamika Penanganan Penumpang Indonesia Timur
[]
Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - BAU-BAU. PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni menyatakan bahwa kelanjutan rencana merger antara pihaknya, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo serta PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) masih berada dalam tahap kajian serta menunggu koordinasi serta arahan.

Ditemui di Makassar, Manager Komunikasi Korporasi PELNI Nadya Nathasya menjelaskan bahwa perkembangan yang terjadi masih belum banyak. "Saat ini, perkembangan yang berlangsung mengenai aksi merger masih sama dengan keterangan yang kami berikan terakhir, yakni masih dalam tahap kajian dan menunggu arahan lebih lanjut," paparnya kepada KONTAN saat ditemui di Bau-Bau, Kamis (26/2).

Pelni juga menegaskan belum mendapatkan arahan lebih lanjut terkait dengan aksi merger BUMN transportasi sektor maritim ini, baik dari Pemerintah dan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). Asal tahu saja, sebelumnya Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) menyampaikan bahwa aksi merger atau peleburan BUMN dipastikan bakal berlanjut di 2026.

Sebagaimana disampaikan di Kompas.co.id, Wakil Kepala BP BUMN Aminuddin Ma'ruf menyampaikan bahwa aksi peleburan ketiga BUMN transportasi, yaitu Pelni, Pelindo dan ASDP hanya tinggal dieksekusi saja.

Baca Juga: Hadapi Momen Mudik, Pelni Cabang Makassar Estimasi Kenaikan Penumpang Hingga 11% YoY

Aminuddin Ma'ruf juga menjelaskan jika aksi peleburan ketiga BUMN tersebut menjadi aksi perampingan jumlah BUMN menjadi sekitar 200 saja, dari total yang ada sebanyak sekitar 1.000 BUMN.

Jika aksi peleburan ketiga BUMN transportasi sektor maritim ini berlanjut, muncul wacana bahwa Pelindo bakal menjadi induk usaha alias holding dari ketiganya. Pemerintah juga berharap, dengan keputusan konsolidasi yang diambil nantinya dapat memperkuat sinergi antar BUMN dan meningkatkan daya saing sektor transportasi laut Indonesia.

Dinamika Penanganan Penumpang Kapal di Bau-Bau dan Makassar

Di sudut yang lain, ditemui di Kantor Pelni Cabang Bau-Bau, Kepala Cabang Pelni Bau-Bau Djasman menjelaskan peran transportasi laut sangat vital bagi masyarakat wilayah Timur Indonesia, khususnya Kota Bau Bau.

"Karakteristik masyarakat yang banyak merantau ke berbagai daerah di Indonesia Timur membuat kebutuhan terhadap kapal penumpang menjadi sangat tinggi, terutama pada momentum Lebaran," ujarnya saat ditemui awak media di kantornya, Bau-Bau, Pulau Buton, Kamis (26/2).

Dia melanjutkan, masyarakat Bau Bau dan sekitarnya tersebar hingga ke wilayah perbatasan Indonesia seperti Papua Nugini, Australia, hingga Filipina. Selain itu, karena jarak perantauan yang jauh, pergerakan penumpang saat arus mudik dan arus balik di Bau Bau memiliki karakteristik berbeda dibandingkan daerah lain, khususnya di Pulau Jawa.

Jika di Jawa arus balik biasanya berlangsung singkat, sekitar satu hingga dua minggu setelah Lebaran, di Bau Bau arus balik bisa berlangsung hingga dua bulan.

Hal ini disebabkan adanya tradisi Pesta Kampung di berbagai daerah, yang waktunya berbeda-beda di setiap kampung di Bau-Bau.

Baca Juga: Sistem Komunikasi Kapal PELNI Berbasis Satelit Diperkuat

"Banyak perantau yang menunggu hingga pesta kampung selesai sebelum kembali ke daerah perantauan. Sebagian besar perantau tersebut bekerja di sektor informal, terutama sebagai pedagang, sehingga memiliki fleksibilitas waktu," imbuh Djasman.

Djasman juga menjelaskan, untuk menghadapi lonjakan kedatangan penumpang di momen Lebaran 2026 mendatang, Pelni Cabang Bau-Bau telah mempersiapkan sebanyak 11 kapal yang beroperasi secara reguler. Pihaknya juga menambah 2 kapal bantuan, yaitu KM Gunung Dempo dan KM Tidar, guna mengantisipasi lonjakan serta mengurai kepadatan penumpang yang datang atau yang akan kembali ke perantauan.

Pihaknya juga memproyeksi bahwa dalam periode H-15 hingga H+15 Lebaran 2026, jumlah penumpang yang berangkat dari Bau Bau diperkirakan sekitar 26.000 orang. Sementara itu, jumlah penumpang yang diestimasikan akan datang mencapai sekitar 35.000 orang.

Dia memperkirakan adanya kenaikan penumpang kapal yang datang ke Bau-Bau adalah sekitar 2% dibandingkan dengan tahun sebelumnya, terutama pada arus kedatangan. Kelonggaran waktu libur yang diberikan pemerintah turut mendorong masyarakat untuk mudik lebih awal dan dalam durasi lebih panjang.

"Perbedaan ini terjadi karena Bau Bau menjadi salah satu simpul transit penting bagi wilayah sekitarnya seperti Wakatobi, Raha, Kendari, hingga penumpang tujuan Papua yang harus singgah terlebih dahulu di Bau Bau," jelas Djasman.

Dalam aspek pengamanan dan pengawasan, Djasman juga menyatakan terminal penumpang kapal Pelni, yang dikelola oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) telah direnovasi dan dinilai lebih representatif.

Kini, akses masuk dibatasi melalui tiga pintu utama yang dijaga ketat oleh petugas KSOP, Polri, TNI AL, serta petugas keamanan internal. Upaya ini dilakukan untuk mencegah penumpang tanpa tiket naik ke kapal. Djasman menilai jika pengawasan yang ketat justru membuat masyarakat lebih tertib dan segan untuk mencoba masuk tanpa tiket.

Selanjutnya, terkait dengan perbedaan pengelolaan pelabuhan oleh Pelindo dan KSOP, ia menilai secara prinsip tidak ada perbedaan signifikan.

"Kualitas pelayanan sangat bergantung pada manajemen dan koordinasi antar petugas di lapangan, yang terpenting, profesional dalam menjalankan tugas, bukan semata-mata siapa pengelolanya," ucapnya.

Dia juga menyorot belum tersedianya fasilitas X-Ray di Terminal Pelabuhan Bau-Bau. Seharusnya, fasilitas tersebut disediakan oleh KSOP atau Pelindo selaku pengelola pelabuhan.

Namun Djasman mengaku jika kawasan Bau-Bau bukanlah jalur rawan peredaran narkoba seperti beberapa pelabuhan lain di Kalimantan, sehingga kekurangan tersebut dapat diperbaiki. Meski demikian, pihaknya tetap lakukan koordinasi dengan aparat keamanan tetap dilakukan untuk mengantisipasi risiko yang ada.

"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk membeli tiket  melalui saluran resmi seperti aplikasi Pelni Mobile, loket resmi, maupun agen resmi lainnya. Kami juga mengimbau agar penumpang tetap menjaga kebersihan dan ketertiban selama berada di atas kapal demi kenyamanan bersama," tandas dia.

Sementara itu, Kepala Cabang Pelni Makassar Darman memberikan gambaran bahwa sebagai salah satu cabang tersibuk di Indonesia dan berperan sebagai gerbang utama kawasan timur Indonesia, Pelni Makassar menghadapi lonjakan penumpang dan barang yang lebih intens.

Darman mengatakan beberapa hal yang akan dilakukan ke depan adalah membenahi kapal dengan program beautifikasi atau mempercantik kapal, melalui peningkatan fasilitas kamar mandi, hingga pembenahan di aspek pengangkutan barang, porter, hingga proses embarkasi dan debarkasi.

Pelni Cabang Makassar juga tidak menampik membutuhkan dukungan dan kerja sama solid dari pemangku kepentingan atau stakeholder lain untuk menyediakan keamanan, keselamatan dan kenyamanan pelayaran bagi penumpang kapalnya.

Kepala Bagian Operasi dan Pelayanan Pelni Cabang Makassar Achmad Deshariradian Tamzak menyorot ketiadaan mesin X-Ray di area Pelabuhan Makassar yang perlu mendapatkan perhatian Pelindo, selaku pengelola pelabuhan.

Dia berharap, Pelindo selaku pengelola pelabuhan mampu menyediakan infrastruktur yang dapat memproses, menyortir dan mengamankan penumpang di pelabuhan.

Walau terdapat keterbatasan fasilitas, Pelni Cabang Makassar mengakui bahwa kondisi tersebut bukan menjadi alasan untuk menurunkan standar pelayanan.

"Kami tetap berkomitmen memberikan layanan optimal di tengah tingginya mobilitas penumpang dan barang di wilayah timur Indonesia," tutup Achmad.

Bagikan

Berita Terbaru

Pergerakan Rupiah Dibayangi Sejumlah Risiko
| Sabtu, 28 Februari 2026 | 07:19 WIB

Pergerakan Rupiah Dibayangi Sejumlah Risiko

Nilai tukar rupiah diprediksi volatil pekan depan. Ketahui rentang pergerakan dan faktor pemicu utama yang harus diwaspadai investor.

Bidik Pertumbuhan Kinerja, Simak Rencana Ekspansi BELL
| Sabtu, 28 Februari 2026 | 07:16 WIB

Bidik Pertumbuhan Kinerja, Simak Rencana Ekspansi BELL

PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL) mendorong inovasi di tengah persaingan ketat industri tekstil

Strategi Investasi Direktur WINE: Memilih Aman dengan Investasi Minim Risiko
| Sabtu, 28 Februari 2026 | 07:12 WIB

Strategi Investasi Direktur WINE: Memilih Aman dengan Investasi Minim Risiko

Melihat strategi investasi Ketut Sumarwan, Direktur Keuangan PT Hatten Bali Tbk (WINE) yang memilih aset aman

Pergadaian Mengincar Berkah dari Emas
| Sabtu, 28 Februari 2026 | 05:54 WIB

Pergadaian Mengincar Berkah dari Emas

Prediksi kenaikan harga emas 2026 melambat, tapi Pegadaian tetap targetkan laba Rp 9 triliun.                  

Pembiayaan Bank Syariah Kian Merekah
| Sabtu, 28 Februari 2026 | 05:51 WIB

Pembiayaan Bank Syariah Kian Merekah

Industri perbankan syariah cetak pertumbuhan double digit akhir 2025. BSI memimpin dengan kenaikan pembiayaan 14,49%. 

Perkembangan Merger Pelni dan Dinamika Penanganan Penumpang Indonesia Timur
| Sabtu, 28 Februari 2026 | 05:35 WIB

Perkembangan Merger Pelni dan Dinamika Penanganan Penumpang Indonesia Timur

Aksi merger Pelni, Pelindo dan ASDP Indonesia Ferry  masih dalam tahap kajian dan menunggu arahan lebih lanjut.

Mewaspadai Dana Asing Hengkang Setelah Lembaga Pemeringkat Beri Peringatan
| Sabtu, 28 Februari 2026 | 04:16 WIB

Mewaspadai Dana Asing Hengkang Setelah Lembaga Pemeringkat Beri Peringatan

S&P memberikan peringatan terkait peningkatan tekanan fiskal di Indonesia. Pasar mencemaskan defisit anggaran dan kebijakan pendanaan pemerintah. 

Menjaga Amanah LPDP
| Sabtu, 28 Februari 2026 | 04:15 WIB

Menjaga Amanah LPDP

Memperkuat ekosistem menjadi pekerjaan rumah pemerintah untuk bisa membuat investasi pendidikan LPDP berbuah.

Ekstasi Pemberantasan Korupsi
| Sabtu, 28 Februari 2026 | 04:00 WIB

Ekstasi Pemberantasan Korupsi

Mekanisme perampasan aset yang masih berbentuk rancangan beleid harus menjadi agenda utama pemberantasan korupsi.​

Peringatan Dini Agar Pemerintah Berbenah
| Sabtu, 28 Februari 2026 | 04:00 WIB

Peringatan Dini Agar Pemerintah Berbenah

Giliran S&P mewanti-wanti Indonesia terkait bengkaknya bunga utang yangb memperngaruhi profil utang RI

INDEKS BERITA

Terpopuler