Pembayaran Obat Program JKN Seret, Ini Strategi Perusahaan Farmasi

Senin, 11 Maret 2019 | 08:27 WIB
Pembayaran Obat Program JKN Seret, Ini Strategi Perusahaan Farmasi
[]
Reporter: Agung Hidayat | Editor: A.Herry Prasetyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. JAKARTA. Tahun ini industri farmasi masih menghadapi segudang tantangan. Selain bahan baku impor, macetnya pembayaran obat dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan masih membayangi langkah mereka. Agar bisnis tetap berputar, pelaku industri farmasi berupaya mengatur aliran kas.

Meski pembayaran obat BPJS Kesehatan masih bermasalah, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) mengaku tak bisa mengabaikan begitu saja segmen pasar tersebut. "Karena perkembangan ke depan cakupan BPJS akan tambah luas dan membaik," ujar Vidjongtius, Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk kepada KONTAN, Minggu (10/3).

Asal tahu, pengadaan obat oleh BJPS melalui e-catalogue bernilai triliunan rupiah. Mulai tahun lalu, pemerintah menggelar tender obat untuk dua tahun anggaran sekaligus, yakni 2018-2019.

Kalbe Farma tak menyebutkan nilai tender obat BPJS yang saat ini digenggam. Namun yang pasti, pengelolaan kas menjadi perhatian khusus emiten berkode saham KLBF di Bursa Efek Indonesia (BEI) itu. Maklumlah, ketersediaan kas menjadi salah satu bekal perusahaan mendanai operasional bisnis.

PT Darya-Varia Laboratoria Tbk (DVLA) juga berupaya menjaga kas. Dalam kunjungan ke Kantor KONTAN pekan lalu, Corporate Secretary PT Darya-Varia Laboratoria Tbk Widya Olivia Tobing mengatakan strategi itu mampu menahan efek negatif dari sejumlah tantangan di industri farmasi.

Sementara PT Indofarma (Persero) Tbk lebih terbuka berbagi strategi dalam menjaga kas. "Terkait cashflow kami harus inovatif untuk menata portofolio bisnis agar kinerja menjadi lebih baik," tutur Herry Triyatno, Direktur Keuangan dan SDM PT Indofarma (Persero) Tbk kepada KONTAN, kemarin.

Oleh karena itu, mulai tahun ini Indofarma akan memacu segmen bisnis non obat. Perusahaan berkode saham INAF di BEI itu antara lain akan meningkatkan penjualan alat kesehatan dan diagnostik. Target jangka panjangnya adalah mengantongi kontribusi pendapatan segmen non obat hingga sebesar 40% terhadap total pendapatan.

Dengan begitu, ke depan Indofarma tidak akan banyak bergantung pada segmen obat. Menurut mereka, cara tersebut bisa mengurangi ketergantungan terhadap rumah sakit yang menjadi saluran penjualan obatnya.

Bagikan

Berita Terbaru

Obligasi Korporasi Tertekan Bunga Tinggi, Investor Disarankan Fokus Flight to Quality
| Selasa, 03 November 2026 | 10:00 WIB

Obligasi Korporasi Tertekan Bunga Tinggi, Investor Disarankan Fokus Flight to Quality

Jika BI-Rate naik lagi, yield benchmark akan terkerek hingga membuat kupon korporasi semakin mahal dan berisiko mendemotivasi emiten.

TAPG Bagi Dividen Interim Senilai Rp 1,38 Triliun
| Selasa, 03 November 2026 | 09:32 WIB

TAPG Bagi Dividen Interim Senilai Rp 1,38 Triliun

PT Triputra Agro Lestari Tbk (TAPG) akan membagikan dividen interim Rp 1,38 triliun. Tiap pemegang saham berhak menerima dividen Rp 70 per saham

MEDC Menyebar Dividen Interim Sebesar US$ 30 Juta
| Selasa, 03 November 2026 | 09:28 WIB

MEDC Menyebar Dividen Interim Sebesar US$ 30 Juta

Keputusan pembagian dividen mendapat persetujuan direksi dan dewan komisaris pada 29 Oktober 2026. Jumlah dividen ini setara Rp 544,86 miliar.​

Tertekan Harga Bahan Baku dan Kurs, Laba Duet Emiten Grup Salim Tergerus
| Selasa, 03 November 2026 | 09:23 WIB

Tertekan Harga Bahan Baku dan Kurs, Laba Duet Emiten Grup Salim Tergerus

Kinerja PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) belum moncer di sepanjang sembilan bulan 2026

Ada Indeks Komoditas Saham Mulai Bernas
| Selasa, 03 November 2026 | 09:15 WIB

Ada Indeks Komoditas Saham Mulai Bernas

Mengawali pekan ini, mayoritas saham emiten di IDX Commodity 20 melaju. Saham komoditas Grup Bakrie dan Grup Barito menguat secara harian.

Melepas Beban HSC dari Punggung IHSG
| Selasa, 03 November 2026 | 09:05 WIB

Melepas Beban HSC dari Punggung IHSG

Pengecualian saham-saham HSC bisa mengembalikan dominasi saham blue chip di  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Prospek Dividen UNTR 2027 di Tengah Penurunan Laba dan Arus Kas
| Selasa, 03 November 2026 | 09:00 WIB

Prospek Dividen UNTR 2027 di Tengah Penurunan Laba dan Arus Kas

Prospek harga batubara, emas, permintaan alat berat, dan kinerja kontraktor pertambangan turut memengaruhi kemampuan UNTR menghasilkan kas.

Saham BSDE Tertekan di Tengah Penurunan Laba tapi Target Marketing Sales bisa Dicapai
| Selasa, 03 November 2026 | 08:32 WIB

Saham BSDE Tertekan di Tengah Penurunan Laba tapi Target Marketing Sales bisa Dicapai

Investor yang mendekap saham BSDE tak mendapat insentif tambahan lantaran emiten Grup Sinarmas ini sudah lama absen membagikan dividen.

WBSA Mengandalkan Integrasi Multimoda
| Selasa, 03 November 2026 | 08:05 WIB

WBSA Mengandalkan Integrasi Multimoda

PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) mengandalkan integrasi layanan multimoda dan penerapan hybrid asset model untuk menjaga pertumbuhan bisnis.

ARKO Gencar Menambah Portofolio EBT
| Selasa, 03 November 2026 | 08:01 WIB

ARKO Gencar Menambah Portofolio EBT

PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) menargetkan produksi listrik pada 2027 tumbuh 49,4% dibandingkan proyeksi tahun ini.

INDEKS BERITA

Terpopuler