KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bisnis industri multifinance di pembiayaan alat berat bakal bisa menggeliat. Kenaikan harga komoditas menjadi pemicu. Beberapa perusahaan meningkatkan kebutuhan alat berat yang ujungnya membutuhkan pembiayaan.
Tahun ini bisnis pembiayaan alat berat multifinance masih seret. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per September 2021 memperlihatkan, piutang pembiayaan alat berat masih kontraksi 9,17% secara tahunan dengan nilai Rp 27,61 triliun. Kendati begitu, pencapaian nilai tersebut menjadi yang tertinggi sepanjang tahun 2021 ini.
