Pembiayaan Multifinance ke UKM Masih Seret

Selasa, 30 Juli 2019 | 07:47 WIB
Pembiayaan Multifinance ke UKM Masih Seret
[]
Reporter: Ahmad Ghifari | Editor: Narita Indrastiti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pembiayaan multifinance ke sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM) ternyata seret. Tidak jauh berbeda dengan penyaluran pembiayaan ke pembelian kendaraan roda dua dan empat, pembiayaan multifinance ke UKM di bulan Juni juga mengalami penurunan.

Menurut data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), per Juni 2019 nilai pembiayaan yang tersalur ke sektor UKM sebesar Rp 70,4 triliun. Sedangkan untuk periode yang sama tahun lalu, nilainya mencapai Rp 74,1 triliun. Artinya secara tahunan ada penurunan sebesar 5,09%.

Kepala Departemen Pengawasan IKNB Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bambang W. Budiawan menyebut ada beberapa penyebab penurunan penyaluran pembiayaan ke UKM. Pertama, jumlah multifinance yang membiayai UKM pada Juni kemarin jumlahnya berkurang enam perusahan menjadi 109.

Baca Juga: Semester I 2019, pembiayaan UMKM Mandiri Tunas Finance tumbuh 36,3%

Kedua, ada multifnance ada mengganti strategi pembiayaannya dengan mencoret penyaluran pembiayaan ke pengusaha bermodal mini. Tercatat, menurut Bambang ada lima multifinance yang berhenti menyalurkan pembiayaan ke UMKM.

Ketiga, Bambang menyebutkan memang ada perusahaan multifinance yang menurunkan pembiayaan ke UKM. Ia menyebutkan setidaknya ada multifinance yang menurunkan pembiayaan ke UKM yang nilainya hingga Rp 9,16 triliun

Namun nilai pembiayaan multifinance ke pengusaha mikro masih mencetak kenaikan. Begitu juga penyaluran ke debitur usaha besar juga meningkat.

Faktor lebaran...

Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno menilai bisnis multifinance memang sedang seret. "Penurunan disebabkan daya beli masyarakat yang menurun. Pada akhirnya itu berdampak ke UKM. Apalagi, selama bulan Juni ada libur lebaran," ujar dia.

Namun Suwandi berharap, tren penurunan pembiayaan tidak berlangsung hingga akhir tahun. Ia berharap pembiayaan untuk sektor UKM akan pulih lagi.

Baca Juga: Kejar target pembiayaan, WOM Finance gelar undian WOMBASTIS

Margono Tanuwijaya, Presiden Direktur FIF Group menyebutkan penyaluran pembiayaan yang dilakukan FIF ke UKM menurun. Per akhir Juni 2019, pembiayaan sektor UKM sebesar Rp 1,5 miliar. Data itu turun 6,66% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, yaitu Rp 2,5 miliar. "Juni tahun lalu lebaran berada di pertengahan juni hingga masih ada faktor peningkatan sebelum lebaran," ujar Margono.

Sedang PT Mandiri Tunas Finance (MTF) menyalurkan pembiayaan untuk UMKM senilai Rp 1,55 triliun per akhir Juni. Angka itu naik 36,3% dibanding periode yang sama tahun lalu, yaitu Rp 1,10 triliun. "Kami punya target minimal untuk UMKM 10% dari portofolio," ujar Direktur MTF Harjanto Tjitohardjojo.

Bagikan

Berita Terbaru

Harga CPO Mendaki, Laba Sinar Mas Agro (SMAR) Melejit Tinggi di 2025
| Rabu, 04 Maret 2026 | 05:42 WIB

Harga CPO Mendaki, Laba Sinar Mas Agro (SMAR) Melejit Tinggi di 2025

Pertumbuhan laba bersih SMAR terdongkrak naiknya penjualan bersih sebesar 10,28% secara tahunan jadi Rp 86,94 triliun pada 2025.

Unilever Indonesia (UNVR) Resmi Melepas Bisnis Teh Sariwangi ke Savoria
| Rabu, 04 Maret 2026 | 05:38 WIB

Unilever Indonesia (UNVR) Resmi Melepas Bisnis Teh Sariwangi ke Savoria

PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) telah menandatangani seluruh dokumen yang diperlukan secara hukum untuk menyelesaikan transaksi tersebut. ​

Beban Pajak Membengkak, Laba Jasa Marga (JSMR) Anjlok 19,26% Pada 2025
| Rabu, 04 Maret 2026 | 05:09 WIB

Beban Pajak Membengkak, Laba Jasa Marga (JSMR) Anjlok 19,26% Pada 2025

Laba bersih PT Jasa Marga Tbk (JSMR) terkontraksi 19,26% (YoY) menjadi Rp 3,65 triliun di 2025, dari Rp 4,53 triliun di 2024. 

Pasar Saham Terus Fluktuasi, Jumlah IPO Masih Sepi
| Rabu, 04 Maret 2026 | 05:03 WIB

Pasar Saham Terus Fluktuasi, Jumlah IPO Masih Sepi

Hingga akhir Februari 2026, hanya ada tujuh calon emiten di pipeline IPO Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

THR Berpotensi Dorong Ekonomi Kuartal I
| Rabu, 04 Maret 2026 | 05:00 WIB

THR Berpotensi Dorong Ekonomi Kuartal I

Namun, efek THR terhadap konsumsi maupun ekonomi bersifat sementara, bahkan ada risiko tergerus inflasi efek konflik Timur Tengah

Transparansi Data Jangan Setengah Hati
| Rabu, 04 Maret 2026 | 04:56 WIB

Transparansi Data Jangan Setengah Hati

Data kepemilikan saham emiten di atas 1% sudah bisa diakses di situs BEI, tapi masih rentan aksi goreng.

Biaya Asuransi Marine Cargo Bisa Melonjak
| Rabu, 04 Maret 2026 | 04:35 WIB

Biaya Asuransi Marine Cargo Bisa Melonjak

Aksi saling serang antara koalisi Israel-Amerika Serikat dengan Iran memacu risiko terhadap lalu lintas barang di kawasan Timur Tengah.

Masih Banyak Premi Reasuransi Lari ke Luar Negeri
| Rabu, 04 Maret 2026 | 04:20 WIB

Masih Banyak Premi Reasuransi Lari ke Luar Negeri

Keterbatasan kapasitas hingga rendahnya penetrasi, membuat masih banyak premi reasuransi yang lari ke luar negeri.

Penyeberangan ke Bali Dihentikan Selama Nyepi
| Rabu, 04 Maret 2026 | 03:45 WIB

Penyeberangan ke Bali Dihentikan Selama Nyepi

Penutupan angkutan penyeberangan akan diberlakukan di dua lintasan utama, yakni Pelabuhan Ketapang - Gilimanuk dan Pelabuhan Padang Bai - Lembar.

Pemberian BHR Paling Lambat H-7 Lebaran
| Rabu, 04 Maret 2026 | 03:35 WIB

Pemberian BHR Paling Lambat H-7 Lebaran

BHR Keagamaan bagi para pengemudi online diberikan dalam bentuk uang tunai dengan besaran paling sedikit 25%. 

INDEKS BERITA

Terpopuler