Pemerintah China Ambilalih Stadion Terbesar di Dunia dari Tangan Evergrande

Jumat, 26 November 2021 | 14:22 WIB
Pemerintah China Ambilalih Stadion Terbesar di Dunia dari Tangan Evergrande
[ILUSTRASI. Mobil polisi terparkir di depan Evergrande Center yang berlokasi di Shanghai, China, 24 September 2021. REUTERS/Aly Song]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - HONG KONG/BEIJING. Sebuah badan Pemerintah China mengambil alih stadion sepakbola milik Evergrande Group dengan tujuan untuk menjualnya, demikian penuturan seseorang sumber yang mengetahui langsung masalah tersebut ke Reuters. Pengambilalihan tersebut terjadi di saat pengembang properti yang terbebani utang itu berjibaku memenuhi kewajibannya.

Evergrande yang tengah berjuang untuk melunasi utang bernilai lebih dari US$ 300 miliar itu, juga mempertimbangkan untuk menjual klub sepakbola Guangzhou yang merugi, tutur sumber tersebut.

Dengan investasi hingga 12 miliar yuan, atau setara Rp 26,9 triliun lebih, stadion sepakbola Guangzhou dibangun mulai April tahun lalu dan dijadwalkan tuntas seluruhnya pada akhir 2022. Stadion itu disebut-sebut sebagai lapangan sepakbola yang memiliki kapasitas terbesar di dunia. 

Baca Juga: Setelah Mengusulkan Perpanjangan Tenor Obligasi, Harga Saham Kaisa Melonjak

Evergrande telah menghentikan konstruksi stadion tersebut karena kekurangan dana, dan menyerahkan kendali ke pihak berwenang yang berencana untuk menjual. Jika tidak ada yang menawar, maka pemerintah daerah akan mengakuisisinya melalui perusahaan negara, yaitu Grup Investasi Konstruksi Kota Guangzhou, demikian penuturan sumber yang menolak diidentifikasi.

Orang lain yang mengetahui masalah ini mengatakan konstruksi telah berhenti, setidaknya selama tiga bulan.

Evergrande menolak berkomentar. Pada bulan September, perusahaan itu menyatakan pekerjaan pembangunan stadion berjalan seperti biasa.

Pemerintah kota Guangzhou tidak menjawab panggilan Reuters. Investasi Konstruksi Kota Guangzhou tidak menanggapi permintaan komentar melalui faks.

Pernah menjadi pengembang properti terlaris di China, Evergrande sekarang harus berjuang habis-habisan untuk melunasi tagihan dari kreditur dan pemasok. Pemerintah daerah di seluruh China mengarahkan penjualan beberapa asetnya, demikian penuturan orang-orang yang mengetahui masalah tersebut ke Reuters.

Kesulitan Evergrande melunasi obligasi luar negeri, mengguncang pasar dan menyeret sektor properti China ke masalah likuiditas sekaligus penurunan peringkat kredit.

Namun Evergrande berhasil lolos dari jerat default, bulan lalu. Investor kini menanti dengan gelisah apakah perusahaan itu dapat memenuhi kewajiban untuk membayar kupon yang telah jatuh tempo senilai US$ 82,5 juta sebelum masa tenggang 30 hari berakhir pada 6 Desember.

Evergrande membeli kendali Guangzhou FC seharga 100 juta yuan (Rp 224,5 miliar) pada 2010, dan melihat nilainya terbang hingga 19 miliar yuan (Rp 42,6 triliun lebih) sebelum mengalami delisting pada Maret. Di saat sang pemilik terbenam masalah likuiditas, klub menyaksikan sejumlah nama tenar meninggalkannya.

Baca Juga: Ada Sentimen Positif, Saham Unit Kendaraan Listrik Evergrande Terungkit 11,1%

Juara Liga Super China delapan kali itu, pada September, mengumumkan, pelatih kepala Fabio Cannavaro berhenti atas dasar kesepakatan bersama. Striker asal Brasil, Ricardo Goulart, yang mengambil kewarganegaraan China untuk membantu negeri itu mencapai Piala Dunia, memutuskan kontraknya dengan klub, Reuters melaporkan bulan ini.

Sekolah sepakbola milik Evergrande sejak Agustus memberhentikan lebih dari 100 staf karena keterbatasan likuiditas, kata seseorang yang dekat dengan sekolah dan seorang pengacara yang mewakili beberapa staf tersebut. Keduanya menolak untuk diidentifikasi karena sensitivitas masalah ini.

Staf pelatih dan tenaga penerjemah juga diminta untuk pergi, kata si pengacara .

Tidak jelas berapa banyak orang yang dipekerjakan oleh sekolah sebelum atau sesudah pemutusan hubungan kerja. Namun seseorang yang dekat dengan Evergrande mengatakan sekolah itu masih beroperasi.

Bagikan

Berita Terbaru

Perang AS-Iran Memanas, Harga Batubara Sudah Tembus US$ 145 per Ton
| Jumat, 20 Maret 2026 | 22:58 WIB

Perang AS-Iran Memanas, Harga Batubara Sudah Tembus US$ 145 per Ton

Harga batubara di pasar global terus menunjukkan penguatan signifikan di tengah tensi geopolitik di Timur Tengah.

Petinggi Negara di Timur Tengah Bahas Serangan Iran ke Kilang, Harga Minyak Melonjak
| Jumat, 20 Maret 2026 | 22:42 WIB

Petinggi Negara di Timur Tengah Bahas Serangan Iran ke Kilang, Harga Minyak Melonjak

Di sepanjang tahun berjalan 2026, harga minyak WTI sudah melambung 68,73%. Sedangkan harga minyak Brent sudah melejit 80,59%. .​

Transaksi QRIS Melonjak Saat Lebaran, Makin Favorit Dalam Dua Tahun Terakhir
| Jumat, 20 Maret 2026 | 15:00 WIB

Transaksi QRIS Melonjak Saat Lebaran, Makin Favorit Dalam Dua Tahun Terakhir

Jelang Lebaran 2026, transaksi QRIS diprediksi melonjak drastis. GoPay, AstraPay, dan LinkAja ungkap pertumbuhan fantastis. Simak pemicu utamanya!

Kinerja Portofolio Investasi Moncer di Awal Tahun, Saham SRTG Bakal Ikut Naik?
| Jumat, 20 Maret 2026 | 14:25 WIB

Kinerja Portofolio Investasi Moncer di Awal Tahun, Saham SRTG Bakal Ikut Naik?

Saratoga membukukan lonjakan keuntungan neto dari investasi saham dan efek lainnya hingga 180,04% menjadi Rp 4,14 triliun.

Terbesar Dalam Sejarah: IEA Gelontorkan 426 Juta Barel Minyak Cadangan Darurat
| Jumat, 20 Maret 2026 | 13:44 WIB

Terbesar Dalam Sejarah: IEA Gelontorkan 426 Juta Barel Minyak Cadangan Darurat

IEA mengucurkan 426 juta barel cadangan minyak darurat. Ini langkah kolektif terbesar, menekan harga WTI dan Brent.

Gempuran Mobil China Makin Ngeri, Pangsa Pasar Astra (ASII) Anjlok di Bawah 50%
| Jumat, 20 Maret 2026 | 13:30 WIB

Gempuran Mobil China Makin Ngeri, Pangsa Pasar Astra (ASII) Anjlok di Bawah 50%

Selain digencet merek China, Astra juga digempur pabrikan Jepang lainnya yang agresif memasarkan kendaraannya. 

Tak Dibebani Saham Big Banks, Investor di Reksadana Campuran Syariah Menang Banyak
| Jumat, 20 Maret 2026 | 12:10 WIB

Tak Dibebani Saham Big Banks, Investor di Reksadana Campuran Syariah Menang Banyak

Kue pasar produk investasi berbasis syariah di Indonesia masih sangat besar seiring membeludaknya animo masyarakat.

Banding-Banding Layanan Cicil Emas di Bank BSI, Muamalat, dan BCA Syariah
| Jumat, 20 Maret 2026 | 11:15 WIB

Banding-Banding Layanan Cicil Emas di Bank BSI, Muamalat, dan BCA Syariah

Cicil emas berbasis syariah mengikuti prinsip akad murabahah: harganya disepakati oleh kedua pihak di awal transaksi.

Tak Hanya Suku Bunga, Pasar Saham Ditentukan Kredibilitas BI Jaga Stabilitas Rupiah
| Jumat, 20 Maret 2026 | 10:34 WIB

Tak Hanya Suku Bunga, Pasar Saham Ditentukan Kredibilitas BI Jaga Stabilitas Rupiah

Keputusan BI menahan suku bunga dinilai akan membuat pasar saham cenderung sideways dengan bias defensif.

Kucurkan Dana Triliunan, Emiten Blue Chip Gelar Buyback Saham
| Jumat, 20 Maret 2026 | 10:06 WIB

Kucurkan Dana Triliunan, Emiten Blue Chip Gelar Buyback Saham

Hingga pertengahan Maret tahun ini, sudah ada beberapa emiten yang sedang dan berencana melaksanakan aksi buyback saham.​

INDEKS BERITA

Terpopuler