Pemerintah Usulkan Perubahan Dua Pasal dalam Revisi UU Persaingan Usaha

Jumat, 15 Februari 2019 | 12:35 WIB
Pemerintah Usulkan Perubahan Dua Pasal dalam Revisi UU Persaingan Usaha
[]
Reporter: Abdul Basith, Resya Nugraha | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Proses pembahasan revisi Undang-Undang (UU) No 5/1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat masih panjang. Pemerintah kini mengusulkan perubahan pada dua pasal, yang sebelumnya sudah selesai dibahas dengan DPR.

Pemerintah mengajukan revisi atas pasal mengenai kewajiban pembayaran jaminan oleh perusahaan yang dinyatakan bersalah, sebelum ajukan keberatan atau banding, yakni sebesar 10% dari nilai denda yang telah diputuskan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). "Pemerintah tidak sepakat dengan aturan pasal mengenai pembayaran 10% dari denda sebelum mengajukan keberatan," ujar Lasminingsih, Staf Ahli Bidang Perdagangan Jasa, Kementerian Perdagangan (Kemdag) saat dihubungi KONTAN, Kamis (14/2).

Pendapat pemerintah ini seiring dengan penolakan yang diajukan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.
Kedua, pemerintah belum menyepakati mengenai definisi KPPU dalam aturan yang baru ini. Draf pembahasan terakhir beleid ini menyebutkan bahwa KPPU sebagai lembaga negara.

Pemerintah menilai hal ini akan berimplikasi pada anggota KPPU yang akan menjadi pejabat negara. "Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) dan Kementerian Keuangan (Kemkeu) tidak sependapat dengan definisi ini sehingga diusulkan untuk diubah," terang Lasminingsih.

Lasminingsih mengatakan, pemerintah akan mengajukan usulan revisi dua pasal itu saat pembahasan RUU ini dengan Komisi VI DPR pada masa sidang berikutnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi VI DPR Azam Azman Natawijaya mengatakan, DPR akan bersikukuh mempertahankan poin soal jaminan denda 10% tersebut. Menurut Azam, pelaku usaha harus membayar uang jaminan tersebut sebagai kepastian.

KPPU tetap wajib mengembalikan uang tersebut apabila memang pengadilan memutuskan tidak bersalah. "Jadi, jangan khawatir uang jaminan tersebut hilang," ujarnya.
Direktur Eksekutif Masyarakat Pemantau Persaingan Usaha (MaPPU) Syarif Hidayatullah menilai dua pasal ini memang alot untuk dibahas DPR dan pemerintah.
Terkait dengan denda, Syarif bilang pasal ini sebaiknya dipertahankan. "10% ini terbilang kecil," ujarnya.

Sementara itu, terkait soal status lembaga negara yang termuat dalam calon beleid ini harus dipertahankan agar memberikan kejelasan bagi KPPU. "Semangat aturan ini memperkuat KPPU," katanya.

Bagikan

Berita Terbaru

Waspada Berbalik Arah
| Selasa, 03 November 2026 | 06:50 WIB

Waspada Berbalik Arah

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih berpeluang melanjutkan penguatan pada Selasa (3/11)

Amman Minerals (AMMN) Genjot Kapasitas Katoda Tembaga
| Selasa, 03 November 2026 | 06:30 WIB

Amman Minerals (AMMN) Genjot Kapasitas Katoda Tembaga

PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) akan terus menggarap proyek Elang yang digadang sebagai pengganti Batu Hijau

Yield Naik, Kupon ST017 Diprediksi Menanjak hingga Sentuh 7,1%
| Selasa, 03 November 2026 | 06:15 WIB

Yield Naik, Kupon ST017 Diprediksi Menanjak hingga Sentuh 7,1%

Pemerintah kembali menggelar penawaran Surat Berharga Negara (SBN) ritel terakhir  pada pekan ini, yakni Sukuk Tabungan seri ST017

Hatten Bali (WINE) Perkuat Portofolio Produk Premium
| Selasa, 03 November 2026 | 06:10 WIB

Hatten Bali (WINE) Perkuat Portofolio Produk Premium

Avara adalah koleksi wine premium yang dikembangkan berdasarkan pengalaman Hatten Wines selama 32 tahun mengolah anggur di iklim tropis Bali.

AVIA Menambah Jaringan Distribusi
| Selasa, 03 November 2026 | 06:05 WIB

AVIA Menambah Jaringan Distribusi

PT Avia Avian Tbk (AVIA) menyiapkan sejumlah strategi bisnia untuk memperluas penetrasi pasar menjelang tutup tahun ini.

Tekanan Dana Asing Membayangi Pergerakan Rupiah pada Selasa (3/11)
| Selasa, 03 November 2026 | 06:00 WIB

Tekanan Dana Asing Membayangi Pergerakan Rupiah pada Selasa (3/11)

Mengawali pekan, nilai tukar rupiah kembali melemah. Melansir Bloomberg, rupiah di pasar spot melemah 0,05% ke Rp 18.156 per dolar AS

SMDR Siapkan Sembilan Kapal Baru
| Selasa, 03 November 2026 | 06:00 WIB

SMDR Siapkan Sembilan Kapal Baru

Tingginya permintaan angkutan kapal PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) tecermin dalam kinerja kuartal III-2026

Inflasi Melandai, tetapi Tekanan Belum Usai
| Selasa, 03 November 2026 | 06:00 WIB

Inflasi Melandai, tetapi Tekanan Belum Usai

Inflasi melandai pada Oktober, tetapi ancaman harga pangan dan El Nino masih membayangi.                

Permintaan Layanan Tinggi, Prospek Jangka Menengah Emiten Rumah Sakit Kian Solid
| Selasa, 03 November 2026 | 05:58 WIB

Permintaan Layanan Tinggi, Prospek Jangka Menengah Emiten Rumah Sakit Kian Solid

Investor perlu mencermati sejumlah indikator, seperti perubahan waktu penagihan piutang, hingga biaya pendanaan dari periode ke periode.

Laba Emiten Leasing Masih Menggemuk
| Selasa, 03 November 2026 | 05:35 WIB

Laba Emiten Leasing Masih Menggemuk

Sejumlah emiten multifinance mampu memupuk laba hingga dua digit meski pasar pembiayaan masih tersendat

INDEKS BERITA

Terpopuler