Pendapatan Melesat dari Bisnis Bancassurance

Rabu, 28 Juli 2021 | 06:35 WIB
Pendapatan Melesat  dari Bisnis Bancassurance
[]
Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA.  Perbankan mengalami tantangan memasarkan produk bancassurance di tengah peningkatan kasus Covid-19 sejak kuartal II 2021. Kebijakan PPKM  yang diterapkan pemerintah membatasi interaksi antara tenaga pemasar dengan nasabah.

Meski demikian,  bisnis bancassurance sejumlah bank masih tumbuh sepanjang semester I. Tercermin dari peningkatan fee based income.  Bank Central Asia (BCA) misalnya,  mencatatkan pemasaran bisnis baru bancassurance tumbuh 37% year on year (yoy). Sementara pendapatan berbasisi komisi dari bisnis tersebut meningkat 30% yoy.

 

Produk asuransi kesehatan menjadi penjualan utama  bancassurance. "BCA dan mitra asuransi terus berusaha memberikan solusi bancassurance ke nasabah," kata EVP Secretariat & Corporate Communication BCA Hera F Haryn ke KONTAN, Selasa (27/7).

 

BCA berusaha memaksimalkan cara pemasaran yang aman dan nyaman lewat metode digibuy. Selain itu, menjalankan beberapa program marketing serta cashback bagi nasabah yang melakukan leave contact atau di aplikasi Welma. Sehingga nasabah bisa dihubungi tenaga pemasar asuransi. 

 

Commonwealth Bank mencatatkan pertumbuhan fee based income dari bisnis bancassurance sebesar 15% yoy.   Walau penjualan produk agak tertekan jelang akhir kuartal II  seiring naiknya kasus Covid-19.

 

Ivan Jaya, Chief of Retail & SME Business Commonwealth Bank menjelaskan, bancassurance  secara industri pada kuartal I telah menunjukkan pertumbuhan baik di tengah pandemi.  "Kepedulian masyarakat akan kesehatan dan perlunya perlindungan asuransi cukup meningkat di saat pandemi ini," ujarnya.

 

Commonwealth Bank fokus melakukan penjualan produk endowment atau tradisional, Ivan melihat prospek bancassurance masih sangat besar. Tenaga pemasar  perlu beradaptasi dengan kondisi pandemi dalam menginformasikan pentingnya solusi perlindungan ini ke  nasabah. 

 

Pada separuh kedua ini, Commonweath menargetkan penjualan produk bancassurance meningkat lebih dari 30% dibanding paruh pertama. Lewat kerjasama yang sudah terjalin dengan Commonwealth meluncurkan produk- produk baru disertai program dan  kanal distribusi baru untuk memenuhi kebutuhan  masyarakat akan asuransi. 

 

"Kami baru  meluncurkan pembelian produk asuransi kesehatan berbasis syariah bernama Asuransi Bebas Handal. Produk ini sangat terjangkau. Nasabah dapat membeli produk melalui aplikasi CommBank Mobile, Asuransi ini juga melindungi nasabah dari Covid-19 melalui klaim rawat inap," kata Ivan.

 

Bank CIMB Niaga  masih menorehkan pertumbuhan. Penjualan bancassurance bank ini di paruh pertama tahun ini tumbuh sekitar 20% yoy. Pendapatan berbasis komisi yang didapat dari bisnis itu juga naik 20% yoy. 

 

Namun, penerapan PPKM diperkirakan bisa menyebabkan penurunan penjualan produk bancasurance CIMB Niaga di kuartal III 2021. Penyebab  penurunan karena terhalang melakukan tatap muka antara tenaga pemasar asuransi dengan nasabah. Serta terhambat dalam melakukan cek  kesehatan sebagai syarat untuk  membeli produk asuransi tertentu.

 

Lani Darmawan, Direktur Konsumer CIMB Niaga mengatakan, pihaknya masih akan tetap mencoba untuk bisa tumbuh positif sampai akhir tahun. "Hanya saja, itu akan sangat tergantung dari perkembangan PPKM," ujarnya.                                  

Bagikan

Berita Terbaru

ESG Autopedia (ASLC): Mengandalkan Kepercayaan untuk Jaga Pangsa Pasar
| Senin, 08 Juni 2026 | 09:52 WIB

ESG Autopedia (ASLC): Mengandalkan Kepercayaan untuk Jaga Pangsa Pasar

Bisnis mobil bekas dihadapkan kondisi ekonomi menantang. PT Autopedia Sukses Lestari Tbk percaya, trust bisa menjaga ket

Implementasi Pajak Kekayaan dan Ilusi Keadilan
| Senin, 08 Juni 2026 | 08:00 WIB

Implementasi Pajak Kekayaan dan Ilusi Keadilan

Meskipun terdengar heroik, pajak kekayaan berisiko memaksa penjualan aset tak likuid. Dampaknya patut diwaspadai.

Menagih Obat Pemulih Kepercayaan terhadap Pemerintah di Tengah Badai 'Sell Indonesia'
| Senin, 08 Juni 2026 | 07:57 WIB

Menagih Obat Pemulih Kepercayaan terhadap Pemerintah di Tengah Badai 'Sell Indonesia'

Kepercayaan harus terus dijaga lantaran saat hal tersebut mulai terkikis, rupiah bukan satu-satunya aset yang akan membayar harganya.

 Jaga Profitabilitas, Unilever Indonesia (UNVR) Akan Terapkan Penyesuaian Harga
| Senin, 08 Juni 2026 | 07:41 WIB

Jaga Profitabilitas, Unilever Indonesia (UNVR) Akan Terapkan Penyesuaian Harga

Tahun ini UNVR membidik pertumbuhan kinerja lebih tinggi. Untuk itu, UNVR akan berupaya menjaga volume penjualan dan tingkat penetrasi produk. ​

Rupiah Semakin Lemah, Emiten Otomotif Lesu Darah
| Senin, 08 Juni 2026 | 07:33 WIB

Rupiah Semakin Lemah, Emiten Otomotif Lesu Darah

Semakin loyonya otot rupiah terhadap dolar AS berpotensi memukul kinerja emiten di sektor otomotif. 

Dapat Restu RUPS, Inti Bangun Sejahtera (IBST) Siap Go Private
| Senin, 08 Juni 2026 | 07:27 WIB

Dapat Restu RUPS, Inti Bangun Sejahtera (IBST) Siap Go Private

Sejalan rencana go private dan delisting, pemegang saham pengendali IBST, yakni PT iForte Solusi Infotek akan melakukan penawaran tender sukarela.

Kinerja Kuartal I-2026 Tumbuh Positif, Laba TOWR Masih Bisa Menjulang
| Senin, 08 Juni 2026 | 07:23 WIB

Kinerja Kuartal I-2026 Tumbuh Positif, Laba TOWR Masih Bisa Menjulang

Sucor Sekuritas memperkirakan, pertumbuhan laba PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) ke depan masih berada pada kisaran satu digit rendah. 

Awal Pekan, Sentimen Domestik Bikin Pasar Suram, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Senin, 08 Juni 2026 | 07:22 WIB

Awal Pekan, Sentimen Domestik Bikin Pasar Suram, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Faktor-faktor domestik seperti UU P2SK dan defisit APBN terus memicu sentimen negatif bursa saham dan rupiah.

Kopdes Merah Putih Tak Menghambat Prospek Bisnis Emiten Ritel
| Senin, 08 Juni 2026 | 07:17 WIB

Kopdes Merah Putih Tak Menghambat Prospek Bisnis Emiten Ritel

Bisnis emiten ritel tidak terhambat ekspansi Koperasi Desa Merah Putih. Prospek emiten ritel diprediksi masih tangguh pada semester dua tahun ini.

Dana Asing Mengalir Deras Ke Saham Emiten Komoditas
| Senin, 08 Juni 2026 | 07:11 WIB

Dana Asing Mengalir Deras Ke Saham Emiten Komoditas

Saham emiten komoditas pertambangan dan energi jadi buruan asing saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) loyo.

INDEKS BERITA

Terpopuler