Pendapatan SIDO Diproyeksi Turun, Sahamnya Masih Menarik?
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) menghadapi tekanan kinerja pada paruh pertama 2026 akibat normalisasi persediaan di tingkat distributor. Meski proses destocking disebut telah rampung dan valuasi saham mulai berada di level murah, investor masih perlu menunggu bukti pemulihan kinerja sebelum kembali agresif mengakumulasi saham SIDO.
Pendapatan SIDO pada 1H26 turun 20% secara tahunan menjadi sekitar Rp 1,47 triliun. Penurunan terutama terjadi pada penjualan segmen herbal dan suplemen.
