Saham Properti Murah, Tapi Belum Otomatis Menarik
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sektor properti memasuki fase pemulihan, tetapi belum akan merata. Permintaan hunian masih ada, tetapi daya beli dan akses pembiayaan membuat pemulihan lebih kuat di segmen high-end, sementara pasar mass market masih tertahan.
Analis Indo Premier Sekuritas, Halima Yefany & Aurelia Barus memperkirakan laba bersih inti sektor properti dalam cakupannya turun sekitar 5% CAGR pada 2026–2028. Di saat yang sama, pertumbuhan pra penjualan alias marketing sales diperkirakan flat pada periode tersebut.
