Penetrasi Fixed Broadband Naik dari 24% ke 41% pada 2026, TLKM Dominasi 66%
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Persaingan layanan fixed broadband (FBB) di Indonesia diperkirakan akan memasuki fase kompetisi baru pada 2026. Setelah tiga tahun mengalami stagnasi, penetrasi FBB nasional berpeluang melonjak signifikan, seiring agresivitas ekspansi para pemain penantang dan terbukanya akses infrastruktur fiber.
Analis BRI Danareksa Sekuritas, Kafi Ananta memproyeksikan penetrasi FBB, termasuk fixed wireless access (FWA), berpotensi naik dari sekitar 24% pada 2025 menjadi hingga 41% pada 2026. Akselerasi ini didorong oleh peluncuran layanan FWA berbasis spektrum 1,4 GHz, strategi harga agresif dari internet service provider (ISP) penantang dengan tarif di kisaran Rp 100.000 – Rp 116.000 per bulan, serta adopsi model open-access FiberCo yang menurunkan hambatan masuk industri.
