Penetrasi Fixed Broadband Naik dari 24% ke 41% pada 2026, TLKM Dominasi 66%

Jumat, 09 Januari 2026 | 05:58 WIB
Penetrasi Fixed Broadband Naik dari 24% ke 41% pada 2026, TLKM Dominasi 66%
[ILUSTRASI. Telkom Indonesia ; Telkom Indonesia ; TLKM (KONTAN/Panji Indra)]
Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Persaingan layanan fixed broadband (FBB) di Indonesia diperkirakan akan memasuki fase kompetisi baru pada 2026. Setelah tiga tahun mengalami stagnasi, penetrasi FBB nasional berpeluang melonjak signifikan, seiring agresivitas ekspansi para pemain penantang dan terbukanya akses infrastruktur fiber.

Analis BRI Danareksa Sekuritas, Kafi Ananta memproyeksikan penetrasi FBB, termasuk fixed wireless access (FWA), berpotensi naik dari sekitar 24% pada 2025 menjadi hingga 41% pada 2026. Akselerasi ini didorong oleh peluncuran layanan FWA berbasis spektrum 1,4 GHz, strategi harga agresif dari internet service provider (ISP) penantang dengan tarif di kisaran Rp 100.000 – Rp 116.000 per bulan, serta adopsi model open-access FiberCo yang menurunkan hambatan masuk industri.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terbaru

Laba BRMS Turun, Risiko Leverage dan Target Ekspansi Jadi Perhatian
| Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:03 WIB

Laba BRMS Turun, Risiko Leverage dan Target Ekspansi Jadi Perhatian

Arus kas operasi BRMS berbalik menjadi negatif US$ 26,54 juta pada semester I-2026, dari sebelumnya positif US$ 20,33 juta.

Ekspansi Pusat Data Jadi Tumpuan Pertumbuhan Kinerja Telkom Indonesia Tbk (TLKM)
| Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:00 WIB

Ekspansi Pusat Data Jadi Tumpuan Pertumbuhan Kinerja Telkom Indonesia Tbk (TLKM)

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) masih akan menghadapi persaingan di industri telekomunikasi yang kian ketat

Inflasi Melambat, Risiko Harga Membayangi
| Selasa, 04 Agustus 2026 | 05:30 WIB

Inflasi Melambat, Risiko Harga Membayangi

Inflasi inti masih bertahan tinggi menandakan tekanan harga belum sepenuhnya mereda.                      

Harga Pangan Masih akan Bergejolak pada Agustus
| Selasa, 04 Agustus 2026 | 05:20 WIB

Harga Pangan Masih akan Bergejolak pada Agustus

Faktor musim kering berkepanjangan yakni El Nino menjadi faktor utama harga pangan gonjang-ganjing saat ini.

Utang Whoosh  Gerus Kinerja KAI
| Selasa, 04 Agustus 2026 | 05:20 WIB

Utang Whoosh Gerus Kinerja KAI

Di tengah pertumbuhan pendapatan dan laba usaha semester I-2026, laba bersih KAI anjlok imbas besarnya utang dari proyek Whoosh. 

Anggaran MBG Baru Dipisah pada 2028
| Selasa, 04 Agustus 2026 | 05:10 WIB

Anggaran MBG Baru Dipisah pada 2028

Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) belum berdampak pada anggaran program makan bergizi gratis di APBN 2027.

Minat Investasi Besar, Realisasinya Tersendat
| Selasa, 04 Agustus 2026 | 05:05 WIB

Minat Investasi Besar, Realisasinya Tersendat

Himpunan Kawasan Industri akan menyodorkan rekomendasi perbaikan tata kelola investasi kepada Presiden Prabowo.

Ekonomi Kuartal II Diprediksi Melambat
| Selasa, 04 Agustus 2026 | 05:00 WIB

Ekonomi Kuartal II Diprediksi Melambat

Perlambatan dipicu oleh memuncaknya ketidakpastian global pada kuartal II, mulai dari tingginya harga minyak, arus keluar modal.

Asuransi Umum Dorong Bancassurance
| Selasa, 04 Agustus 2026 | 04:35 WIB

Asuransi Umum Dorong Bancassurance

Lesunya daya beli masyarakat masih membatasi ruang pertumbuhan bisnis yang dimiliki industri asuransi umum. 

Strategi Manajer Investasi di Saat IHSG Terpuruk
| Senin, 03 Agustus 2026 | 22:24 WIB

Strategi Manajer Investasi di Saat IHSG Terpuruk

Jika investor merasa kurang nyaman berada di segmen investasi saham, maka bisa beralih ke produk yang sesuai dengan profil risikonya.

INDEKS BERITA

Terpopuler